
Di antara kerumunan orang yang kagum serta suka berbelanja itu terlihat sosok Jill bersama pria bertampang Chinese. Tampak wajah Jill tentu saja tidak menunjukkan ekspresi, hanya terlihat datar meskipun Pria itu mengajaknya bicara. "Mau membuat sesuatu?" Tanyanya membuat Jill menatap dirinya saja.
"Mungkin gelang, kalung. Aku bisa merancang yang baik." Ujarnya lagi.
"Tidak, aku tidak ingin apapun. Perhiasan ku banyak."
"Aku suka rancangan nya. Luar biasa, perhiasan yang dibuat sangat berbeda dari yang lain penuh dengan seni seperti namanya. Bagaimana menurut mu?"
"Ya, bagus. Lim, aku ingin pulang saja." Sontak Lim menghentikan langkahnya.
"Kenapa? Kau sakit?" Ujar Lim yang terus memberondongi Jill dengan pertanyaan.
"Tidak, hanya saja aku lelah dan juga sesak rasanya di keramaian ini."
"Kalau begitu sebaiknya kita ke restoran yang bagus, cocok dengan masalah mu. Mau?" Tawar Lim membuat Jill mengangguk setuju.
Di restoran ini, Jill dapat melihat desainnya yang unik serta bagus. Warnanya sederhana tapi begitu menenangkan. Jill sekarang bersama Lim pria yang didekatkan oleh Daddy nya. Setelah pengurungan itu, ponsel Jill disita membuat ia tidak bisa menghubungi Hero atau pergi ke tempat nya. Axton tidak main-main dengan ucapannya, meksipun dapat Jill lihat Lim pria yang baik, tapi ia tidak merasakan apapun.
"Kau suka? Bagaimana dengan makanannya?" Terlihat Lim pemuda yang pandai mencairkan suasana.
"Enak. Restorannya pun bagus, aku pertama kali melihatnya."
"Iya, ini sudah cukup lama buka. Aku baru bisa kesini dan memang berniat mengajak mu."
"Kenapa?" Tanya Jill.
__ADS_1
"Karena kau suka hal seperti ini. Jujur saja, saat kita pertama kali bertemu aku merasa kau gadis yang unik, ini bukan pujian atau semacamnya. Aku hanya jujur dengan apa yang aku rasa dan lihat." Jill cukup kagum dengan kejujuran dan keberanian Lim dalam menyampaikan apa yang ia rasakan.
"Begitu ya, aku pikir aku terlihat gadis yang manja, dan juga .....
"Aku hanya perlu gadis yang baik. Hanya itu, tidak yang lain serta terutama ia bisa menjaga dirinya. Jujur saja zaman sekarang, sangat sulit mencarinya."
"Jadi .... Jika ada gadis seperti itu ingin kau nikahi?" Tanya Jill.
"Jika ia setuju, tentu aku tancap gas saja." Jill yang merasa tau arah pembicaraan ia menanyakan hal yang lain.
"Jika gadis itu memiliki pria lain?"
"Aku akan mundur, tapi tentu aku akan berjuang dan membuktikan kalau aku yang terbaik atau setidaknya melihat pria itu."
"Kenapa?"
"Kau berpikir jawaban ku yang lain seperti apa?" Tanya Lim.
"Tidak ada."
Sedangkan Hero yang tengah menikmati hasil usahanya dengan bantuan sistemnya keduanya terlihat bicara seolah sistem itu adalah orang. "Ini hasilnya tuanku."
"Tidak aku mau sedikit terang, jangan terlalu gelap dan item yang itu letakkan ke tengah." Hero tampak presentasi dengan sistem nya terkait perhiasan yang akan mereka buat serta lukisannya.
"Bagus! Sempurna! Aku akan menjual nya dengan harga yang tinggi. Aku suka kekayaan ini."
__ADS_1
"Kekayaan tuan terus bertambah, banyak orang yang datang dan karyawan kesulitan dengan pesanan." Lapor sistemnya bak Goo*le.
"Maaf menganggu Boss kapan kita bisa bertemu untuk rapat." Terdengar suara dibalik layar ponselnya.
"Kita adakan rapat Minggu depan."
"Baik Boss."
"Bagaimana?"
"Boss bilang, Minggu depan."
"Aku tidak sabar, aku ingin melihat wajah asli pemilik perusahaan kita bekerja."
"Jangan bermimpi, kau tidak akan melihat wajah nya. Boss kita menutupi wajahnya."
"Kenapa? Apa jelek?"
"Huuust! Hati-hati bicara, dinding pun punya telinga."
"Iya, maaf."
"Sambil mencari item ketiga, aku harus menambah ruangan kekayaan ku lagi." Ujar Hero sambil melirik harta kekayaannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.