
Keesokan paginya, baru saja beranjak dari ranjangnya senyum di wajah Big T sudah sangat lebar. Dengan pasti, ia membuka tirai kamarnya yang memperlihatkan matahari masih belum berani menampakkan diri. "Ini adalah hari yang akan aku ingat! Anak ingusan itu akan menjadi makanan penutup yang sempurna." Ujarnya dengan mata yang memandangi langit dikelilingi oleh udara yang begitu menyegarkan.
Saat asyik , ia dikejutkan dengan kedatangan Paman nya. Tampak pria itu memberikan secangkir minuman hangat. " Ini T, minumlah. Aku sudah meminta pelayan memasak dan menyiapkan air mandi untukmu."
"Terima kasih Paman. Aku senang sekali." Balas T sambil menyeruput minumannya.
"Bagaimana kalau ia berhasil?" T yang mendengarnya wajahnya langsung berubah.
"Apa maksudmu Paman?" Tanya T yang tidak suka.
"Siapa yang tau, jika ia mungkin memiliki pemikiran yang...
"Itu tidak mungkin! Tidak ada yang berhasil! Hanya pelukis keluarga ku saja, dan ia sudah dalam tanah. Siapa yang akan memberitahukan nya? Paman?"
"Aku tidak mungkin melakukannya, tidak ada yang bisa ku ambil dari itu." Jelasnya yang sudah membuat suasana T berubah.
"Baguslah, aku percaya padamu. Aku akan bersiap sambil memberikan waktu untuk menikmati udara dunia ini padanya. Setelah itu ...
"Boom!" Paman hanya menatap kepergian T dengan tawa mengerikannya.
"Entah kapan semuanya kembali."
Hero terbangun dan langsung mencari air. Kebiasaannya setiap bangun pagi, ia akan minum air putih bukan yang lain. " Segarnya, aku jamin aku berhasil. Benarkan ibu?" Hero bicara sambil menatap keluar jendela yang tengah menutupi dirinya.
"Tak ada yang bisa ku lakukan? Jam berapa ia datang? Aku harus mandi. Aku gerah sekali." Jujur saja, Hero merasa berkeringat karena semalaman berkerja keras dan badannya gerah serta lengket.
Karena tak tahan, ia segera menuju pintu yang terdapat di sana dan mengetuknya serta memanggil jika ada yang mendengar.
"Halo! Ada orang di sana? Jika ia, aku ingin mandi! Badanku gerah sekali, aku tidak mau bertemu dengan Big T seperti ini bukan? Pasti bau!" Hero terus mengulangi kata-kata yang sama, ia sangat yakin ada orang di balik pintu itu.
Dan benar saja terlihat dua pria berbadan besar tengah saling berbincang karena mendengar permintaan Hero. "Bagaimana?"
"Ya sudah, beritahu Big T."
"Pria ini menyusahkan sekali! Aku heran Big T yang biasanya akan memenggal orang sekali tebas justru malah diam saja terhadapnya. Seolah ada sesuatu pada nya."
__ADS_1
"Sudahlah, kita lihat saja. Pasti Big T memiliki rencananya sendiri, kau pergilah. Beritahu Big T."
"Iya."
"Halo!"
"Hei, kau diam saja! Kami akan beritahu permintaan mu diterima atau tidak!"
"Dari tadi kek! Aku sudah berteriak dan membuat suara emas ku keluar sia-sia!" Gerutu Hero.
"Ada apa?" Big T memiliki kepekaan besar dan saat ia tengah menikmati hidangannya ia justru diganggu.
"Maaf Big T, tapi pemuda itu berteriak ingin ke kamar mandi." Lapornya.
"Buka tangga menuju bawah, ia akan mandi di sana. Awasi ia, pemuda itu cukup bernyali."
"Baik Big T."
"Kau menerima nya?" Ujar Paman melihat tindakan yang dilakukan T bukan tindakan seperti dirinya.
"Terserah T saja."
Hero yang tengah asyik mengitari ruangan dikejutkan dengan sebuah dinding yang bergeser menampilkan sebuah tangga menuju bawah, bunyi yang begitu keras membuat ia segera mendekat bak ada berlian di sana. "Wow! Rumah ini sungguh unik dan seperti rumah impianku!" Saat asyik menganggumi, ia dikejutkan dengan suara dibalik ruangannya.
"Turunlah, ikuti tangga itu! Segeralah mandi kau harus selesai dalam 15 menit sebelum Big T selesai!"
"Jangankan 15 menit! Aku bisa dalam waktu 5 menit saja! Dasar!" Hero segera turun, dan benar saja tangga itu membawanya pada sebuah kamar dan tentunya ada kamar mandi yang mewah.
"Wah, aku jadi berubah pikiran untuk mandi cepat kalau begini. Aku ..."
"Cepat! Atau aku akan menarik mu dengan paksa nanti." Ancaman yang keluar dari mulut pria berbadan besar di belakangnya membuat Hero terkejut sekaligus kesal bukan main.
"Iya!" Hero segera menutup pintu dan tentu melakukan aktivitas mandinya. Beriringan dengan Big T yang sudah selesai, Hero juga begitu. Dengan tubuh yang segar ia kembali naik meskipun diikuti oleh pria besar.
"Sudah! Lihat? Sekarang kau boleh pergi! Syuh-syuh!" Bak mengusir anak ayam pria itu langsung pergi meskipun kesal. Dan pintu serta tangga tadi kembali seperti semula, menggantikan terbukanya pintu yang dilewati oleh Big T.
__ADS_1
"Bagaimana segar? Sepertinya kau begitu menikmati layanan di sini." Ujar Big T yang menatap kanvas yang tertutupi oleh kain.
"Iya, mandi pagi begitu menyegarkan. Fan terima kasih." Ucap Hero.
"Well, mana hasil lukisannya? Aku tidak ingin berbasa-basi lagi." Big T duduk sambil menunggu lukisan permintaannya.
"Tentu saja, sebentar." Hero perlahan membuka kain yang menutupi lukisannya yang tepat berada di hadapan Big T. Kain uy perlahan turun dan memperlihatkan bagian atas lukisan, Big T begitu penasaran dan saat semua kain sudah berhasil turun. Big T langsung terpaku, mulutnya terasa terkunci serta lidahnya menjadi kelu. Hanya matanya yang bekerja terus memandangi lukisan itu, terlihat sepasang suami istri beserta kedua anak mereka yang tengah tersenyum bahagia tentunya Big T mengenali semuanya.
Hero juga ikut terpaku, ia yakin itulah yang Big T inginkan. Saat matanya berkaca-kaca, Big T langsung menormalkan ekspresinya dan menatap Hero dengan tatapan tajam.
"Ada apa?" Tanya Hero.
"Mana burung nya?" Hero lalu tersenyum kecil dan menjawab dengan santai.
"Ada, tapi harus menunggu cahaya dulu." Ujar Hero membuat Big T tampak tak yakin.
"Jangan bermain-main denganku!"
"Aku tidak melakukannya, Anda bisa sabar menunggu, aku tidak pernah melakukan tindakan penipuan apalagi setengah seperti ini." Hero begitu tenang berujar pada pria yang emosional itu.
Matahari akhirnya menampakkan dirinya, sekarang Hero memutar lukisan dan membelakangi cahaya sehingga cahaya menembus lukisan dan terlihat sosok pria lain yang berada di samping putri keluarga itu dengan bayi di gendongan nya. Big T dapat melihatnya, Hero mencoba menyusun kata-kata nya.
"Aku melukis bagian burungnya seperti ini, karena dari cerita Big T. Sepertinya burung ini tidak diinginkan atau lebih tepatnya tidak direstui. Pohon yang dihinggapi olehnya adalah Putri keluarga ini yang mengakibatkan terjadinya perpecahan keluarga. Sama seperti perasaan Big T yang sama dengan cahaya matahari ini. Hanya mau menerima dengan paksaan karena ada sesuatu, dan sebenarnya anda tidak pernah menerimanya dengan sepenuh hati. Hanya ingin jika terpaksa dan diperlukan misalnya karena putri ini, begitulah analisis ku." Hero berujar sambil menunjuk lukisan wanita cantik itu.
"Biarkan ia pergi. Dan sesuai janjiku, aku melepaskan mu serta pria tua itu." Hanya itu yang keluar dari mulutnya, merasa paham Hero menunduk bak ala Jepang dan kepergiannya terus dipandangi oleh Paman.
"Terima kasih, dan maaf jika bagian putrinya tidak terlalu mirip atau jauh dari bayangan."
Hero meninggalkan kediaman mewah bergaya Jepang itu dengan penuh tanda tanya. "Aku yakin, pohon yang sendiri dan mengalami badai itu adalah Big T, keluarga adalah segalanya, pantas saja ia tidak bisa melepaskan pemilik toko itu."
Baru saja menyalakan motor limited edition miliknya, ia teringat akan sesuatu. " Ngomong-ngomong kenapa aku melukis wajah ibu di sana? Biarkan saja, anggap saja hadiah karena Ibu yang membantuku lagipula kalau dilihat mirip kok! Dan .......... Astaga! Aku harus pergi ke toko antik permintaan pemiliknya, siapa yang tau mungkin saja aku bisa mendapatkan barang sesuai permintaan cincinku ini. Benarkan sumber berlian ku?"
Hero mengelus cincin giok miliknya lalu melaju kencang meninggalkan kediaman mewah bergaya Jepang itu dengan rahasianya.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.