
Jill terpaku melihat Hero yang baru saja berhasil ia temukan tengah bersembunyi di balik dinding. Sedangkan Hero juga terpaku dengan kedatangan Jill yang berhasil menemukannya. "Hero, kau? Ini?" Jill memandangi Hero dari atas hingga bawah.
"Meow!" Belum sempat Hero menjawab, terdengar suara kecil nan imut yang membuat Jill mengalihkan perhatiannya.
"Kucing?"
"Iya, aku menyelamatkan nya dari di lubang sampah itu. Jadi, begini lah." Jawab Hero dengan senyuman cengir.
"Apa dia terluka?" Jill langsung mendekati sosok manis itu yang membuat Hero bernapas lega dan juga melihat sosok lain dari Jill. Tuan putri istana itu tidak berpikir dengan kotoran yang melekat pada dirinya.
"Dia kotor, biar aku saja." Tawar Hero tapi malah mendapat gelengan kepala Jill.
"Tidak masalah, baju kotor bisa dicuci, tapi jika hati, tidak bisa. Lagipula, aku takut ia terluka atau yang lainnya. Kau juga terlihat kotor, bagaimana dengan mu? Tidak takut?" Tanya Jill menatap Hero.
"Aku sudah terbiasa, tapi dirimu ....."
"Aku juga manusia, tidak ada bedanya, bukan begitu sweety?" Hero menajamkan pendengarannya mendengar kata terakhir Jill.
"Sweety?" Ulang Hero.
"Iya, aku memberi ia nama sweety, lucu bukan? Aku akan membawanya pulang dan merawatnya." Jill beranjak pergi meninggalkan Hero di belakang yang tengah berpikir mengenai wanita.
"Aku sungguh tidak mengerti wanita. Tadi mencariku sekarang, ia lupa padaku." Hero melihat kepergian Jill yang tengah asyik dengan kucing nya.
"Tapi tak masalah, kucing itu penyelamat ku. Dapat emas, Jill dapat hewan peliharaan juga. Ya, meskipun sama-sama kotor." Hero melangkah mengikuti Jill, orang-orang memandangi mereka berdua, tapi sepertinya mereka tidak perduli akan itu. Ada beragam reaksi orang, mulai dari jijik, bingung dan berpikir itu adalah sebuah keromantisan dari keduanya.
__ADS_1
"Yakin?" Tanya Hero lagi memastikan.
"Tentu saja, kita ke klinik hewan dulu, sekalian cari baju untuk kita berdua. Atau kalau kau masih menjadi pusat perhatian semua orang?"
"Siapa takut? Kau sendiri yang bagaimana?" Tantang Hero balik.
"Aku? Dasar pencari perhatian!"
"Dasar wanita."
"Ayo naik, kita jalan. Kasihan dia." Ujar Hero sambil melirik kucing yang begitu nyaman dipelukan Jill.
"Hmmm." Jill langsung naik, dan keduanya hanya diam diperjalanan hingga ke klinik. Sedangkan kediaman mewah Jill tengah kedatangan ayah dan anak dengan rencana matang mereka.
"Apa Tuan Axton ada?" Tanyanya pada pelayan.
"Dengan Tuan Moura, katakan saja begitu." Sang pelayan hanya mengangguk dan menuju lantai atas meninggalkan sepasang ayah dan anak itu.
"Wow! Ini luar biasa, sangat indah, klasik, besar, megah dan sempurna!" Ujar Lucas memandangi interior rumah.
"Ini akan menjadi milikmu jika sudah bersama Tuan putri itu."
"Papa tenang saja, jangankan rumah, semua aset atau properti bisa diatur." Balas Lucas membuat senyum di wajah Moura terukir indah.
Kembali lagi dengan sejoli yang tak jelas ini, keduanya mendengarkan hasil pemeriksaan dokter pada hewan manis itu. "Kucing nya tidak apa, hanya saja ia kekurangan gizi karena makanan yang tidak sehat. Akan saya berikan vitamin dan juga suntik antibiotik untuk berjaga-jaga."
__ADS_1
"Terima kasih dokter." Bukan hanya saja sweety, tapi keduanya juga sudah bersih.
"Kau dengar sweety, sekarang kau akan tinggal bersama denganku."
"Iya, dan Tuan putri ini akan memberikan semua hal yang kau mau." Ujar Hero membuat Jill menatap dirinya.
"Apa? Aku benarkan?"
"Tentu saja. Ayo pulang!" Ajak Jill membuat Hero mengejar nya.
"Kau bilang apa?"
"Ayo pulang." Ulang Jill.
"Sungguh?"
"Iya, kau ini kenapa?"
"Katanya mau ....."
"Iya, tapi setelah aku pikir, di rumah mu saja. Aku punya rencana yang bagus!" Jill tersenyum bahagia menaiki motor Hero sedangkan pemiliknya mulai berfikir macam-macam mengenai rencana tuan putri ini.
"Aku harap bukan hal yang menyusahkan." Gumam Hero, sambil menggenggam erat kantong emas dibalik jaket nya.
Saat di perjalanan, Hero terkejut karena sinarnya kembali muncul mengarah ke sebuah toko di persimpangan jalan.
__ADS_1
Bersambung ......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.