Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Saling Bertaruh


__ADS_3

Sebelum baca, ayo berikan vote dulu mumpung hari Senin atau hadiahnya terima kasih banyak.


...Happy Reading...


Sekarang barisan meja dengan peralatannya sudah selesai dibangun oleh pelayan, para tamu langsung segera mendekat. Hero juga begitu, dengan berbagai pikiran di benaknya sedangkan Jill terus memeriksa apa yang ada di sana dengan kemampuannya matanya.


"Baiklah, para hadirin sekalian. Kita akan berada di sesi yang begitu dinantikan dalam acara ini." Hero mendengarkan dengan seksama ucapan pria berkaca mata bundar itu.


'Itu artinya setiap pesta selalu ada permainan ini.'


'Ada begitu banyak barang yang langka dan berharga. Seperti acara pelelangan, tapi apa akan menjadi taruhan?' Jill bertanya-tanya saat ini.


"Baiklah, daripada terjadi kebingungan di sana-sini mari kita mulai saja! Seperti yang dapat dilihat, sudah ada papan permainan di meja dengan berbagai tulisan dan juga kejutan hadiah di dalamnya. Cara bermain sangat gampang, hanya perlu menebak tiga tulisan atau angka yang benar dan untuk memastikan nya lagi angka yang tepat akan terlihat gambar diamond dibaliknya. Dan jika berhasil, maka ia biasa memilih para primadona kita malam ini!" Pria berkacamata bulat itu langsing membuka tirai yang menutupi hadiahnya dan mata Hero langsung berbinar karenanya.


Di sana terlihat hadiah berupa senjata, perhiasan batu permata ataupun benda langka nan berharga yang tentunya tidak mudah didapatkan. 'Sekarang aku mengerti, kenapa acara ini hanya khusus untuk beberapa orang saja.'


Dan tak lama kasak kusuk langsung terdengar dan membuat wajah kalangan kaya itu tidak sabaran. " Hanya menebak kan? Itu sangat mudah! Aku akan mendapatkan banyak hadiah!" Sahut salah satu pria dengan perut buncitnya.


"Silahkan, tapi sebelum permainan nya dimulai, izinkan saya mengatakan peraturannya."


"Baiklah!" Ujar semuanya serempak.


"Aturan?" Ucapan Hero dan Jill juga serempak.


"Aturannya adalah jika tebakan gagal untuk ketiga kalinya maka, tuan-tuan semua harus membayar 15 juta pada kami."


"Marketing yang sangat bagus, aku yakin permainan ini akan memiliki banyak jebakan tidak seperti yang terlihat." Gumam Hero pelan.


"Hero, kau mau bermain?" Tanya Jill yang membuat kening Hero menyatu.


"Kenapa? Tentu saja, siapa yang tidak tertarik." Jawab Hero seadanya.

__ADS_1


"Tapi, uang bayarannya apa -"


"Jill, aku memiliki uang. Apa tidak terlihat?" Tanya Hero pada Jill yang terus menatapnya.


"Aku tau, tapi. Bukankah lebih baik uangnya digunakan untuk hal yang lain?" Saran Jill membuat Hero gemas dan tangan itu tak sengaja mendarat di pipi mulus Jill membuat sang empunya terdiam merasakan sentuhan pria.


"Tidak masalah, ini pertama kalinya aku datang. Jadi bukankah sebaiknya aku menikmati pestanya?" Jawab Hero seolah tidak terjadi apa-apa akibat ulahnya pada Jill.


"Hero." Panggil Jill pelan dengan wajah yang sudah bersemu merah tapi tidak terlihat oleh Hero yang asyik menikmati barisan hadiah.


"Iya?" Jawab Hero dengan posisinya yang masih sama.


"Kalau kau mau hadiah yang mana?" Tanya Jill membuat Hero menatap dirinya.


"Ingin tau?" Tanya Hero yang langsung diangguki oleh Jill.


"Aku mau yang itu!" Tunjuk Hero yang langsung disambut pandangan Jill ke sana yang membuat dirinya terdiam sejenak.


"Yakin?" Tanya Jill memastikan.


"Itu hanya benda lama pra sejarah. Bukankah itu lebih baik untuk pajangan saja? Ada begitu banyak hadiah, kenapa memilih yang itu?" Tanya Jill lagi membuat Hero menatap lekat manik matanya membuat ia salah tingkah.


"Apa?" Tanya Jill grogi.


Tek! Tek!


Hero melayangkan jarinya ke dahi Jill membuat sang empunya meringis kaget. "Hero!" Panggil Jill dengan wajah kesal.


"Aku sudah bilang Tuan putri seperti mu tidak akan tau atau mengerti." Jill memusatkan perhatiannya kepada permainan yang akan segera dimulai begitu juga dengan Hero.


"Baiklah, silahkan tuan! Pilihlah dan tebaklah angka yang benar!" Ujar pria itu yang membuat di buncit langsung menebak tiga angka sekaligus.

__ADS_1


"Angka 13, 25 dan juga 40!" Ujarnya cepat membuat semua orang penasaran dengan hasilnya.


"Kita langsung saja buka! Satu, dua tiga! Dan!" Semuanya begitu antusias sehingga membuat ruangan terdiam karenanya sedangkan Jill tersenyum geli melihat kepercayaan diri itu akan segera runtuh.


"Sayang sekali tidak berhasil!" Penonton bersorak ria dan sang pria buncit begitu kesal melihat kekalahannya.


"Boleh dilihat lagi, tidak ada kecurangan!" Sang pemandu membalikkan benda berbentuk lingkaran itu agar terlihat sangat real dan tidak ada kecurangan.


"Sayang sekali, kasihan." Ujar Jill yang terdengar oleh Hero.


"Itu hal yang biasa. Aku yakin akan mendapatkan nya." Ujar Hero berapi-api.


"Yakin? Di sana banyak jebakan loh!" Ujar Jill dengan terkekeh.


"Aku tau, tapi jangan ragukan keahlian ku Tuan putri." Balas Hero.


"Kalau gagal bagaimana?"


"Aku akan menuruti satu permintaan mu." Entah mengapa Jill yang mendengarnya langsung merasa ada kesempatan tentu tidak bisa ia lewatkan begitu saja.


"Sungguh?" Tanya Jill memastikan.


"Tentu saja, pria sejati tidak akan mengingkari kata-katanya." Balas Hero.


"Baiklah, tapi kalau aku menebak dengan benar, aku mau tambahan permintaan. Bagaimana?" Tawar Jill.


"Baik, siapa takut!" Jill bersorak ria dalam hatinya melihat kesempatan yang diberikan Hero padanya.


'Dan itu akan segera terjadi tuan pelukis!' Jill tak henti-hentinya menatap Hero dengan sejuta pesonanya.


'Aku akan mendapatkan barang itu, karena sungguh sangat bernilai dibalik penampilan nya.'

__ADS_1


Bersambung .....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2