Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Penolakan Jill


__ADS_3

Lucas terlihat masih mengamuk karena tidak bisa mendekati Jill meksipun ayahnya sudah mencoba datang dan menyampaikan maksudnya pada Axton. "Sudahlah Lucas, setidaknya kita bisa bekerjasama dengan perusahaan besar itu. Nanti kita pikirkan lagi." Ujar Moura memenangkan putranya itu.


"Iya Pa, itu artinya si ganda itu tidak bisa mendekati Jill juga. Mana mungkin tuan Axton membiarkan pria miskin dan pembawa si*l sepertinya akan bisa menjadi bagian keluarga besar seperti itu." Lucas berpikir dan merasa menang karena Hero tidak bisa menjadi bagian keluarga itu.


"Oh ya, apa Papa tau."


"Mengenai apa?" Tanya Moura yang menjadi penasaran.


"H. Art Company yang tengah menjadi perbincangan saat ini Pa." Jawab Lucas.


"Hmmm, benar. Papa juga penasaran siapa pemiliknya, belum genap setengah tahun. Hanya beberapa bulan, ia membuat semuanya gempar. Dan ditambah seni serta barang yang diproduksi di sana begitu memukau dan memiliki seni yang tinggi." Jelas Moura yang penyuka barang antik atau yang memiliki seni yang tinggi.


"Kita bisa mengajukan kerjasama dengan perusahaan itu pa. Bagaimana?" Lucas memiliki ide.


"Bagus, tapi......


"Tapi apa?" Tanya Lucas


"Tidak ada yang tau mengenai pemilik perusahaan itu. Entahlah, Papa tidak tau juga."


"Tidak masalah pa, yang jelas kita buat proposal saja dulu. Urusan pemiliknya bisa diatur nanti."


"Benar, kau benar sekali Lucas. Papa bangga padamu." Keduanya tertawa, tanpa mereka tau perusahaan yang menjadi target mereka adalah milik orang yang mereka benci hingga ke akarnya.


Semangkuk mie tersaji di meja, di mana tak lama terlihat sepasang sendok yang dibawa oleh tangan kekar. Tampak mie itu perlahan diambil dan saat akan dimasukkan ke mulut, gerakan sendok itu terhenti. "Kenapa aku jadi ingat Jill?" Dia adalah Hero yang tengah berada di istana nya saat ini, bukan ruangan yang kecil serta meja yang sederhana lagi tapi besar dan terbuat dari kaca.


"Ngomong-ngomong, aku belum mendapatkan kabar darinya. Sejak kami menghabiskan waktu bersama saat itu. Apa ada masalah? Tidak mungkin! Jill pasti memberitahu padaku, gadis itu pasti sedang liburan di ranjang emasnya dengan sweety." Hero tampak bicara panjang lebar membiarkan semangkuk mie yang hangat itu perlahan dingin karena dianggurkan.


Sedangkan sosok yang dibahas dan dipikirkan tengah berada di kamarnya hanya mengurung diri setelah diantar oleh Lim. "Jill." Terdengar suara Daddy nya, namun Jill seolah tuli dan tetap berbaring malas.


Pintu kamar itu terbuka dan Axton dapat melihat putrinya yang berbaring dan bergelung dengan selimutnya. " Kau sakit sayang?" Axton bertanya tapi tampak Jill diam saja.

__ADS_1


"Jill." Wajah cantik Jill tampak menyeringit, ia tau dan paham jika sudah panggilan ketiga Daddy nya tidak main-main.


"Aku mau tidur Daddy." Jawab Jill.


"Turun dan makanlah. Daddy tunggu di bawah!" Setelah pintu itu kembali tertutup, Jill perlahan keluar dari selimutnya dan mengambil pakaian tidurnya setelah itu ia keluar.


Saat kaki itu turun menapaki tangga terlihat Axton dengan Jessy sudah duduk menunggu kedatangan putri mereka. Jill langsung duduk dan terlihat pelayan langsung mengambil piring serta mengisinya. "Ayo makan dan jangan ada yang bicara." Jill terlihat menyendok nasi serta lauk yang nikmat itu kedalam mulutnya begitu juga dengan Axton dan Jessy. Di keluarga ini, mereka begitu menjujung nilai dan adab, dan salah satu contohnya tidak ada yang bicara ketika makan.


Pelayan langsung membersihkan peralatan makan setelah keluarga itu selesai. Axton tampak bangkit dan diikuti oleh Jessy, melihat putrinya masih diam di meja makan, Axton tampak berdehem.


"Jill duduk di sofa, ada yang ingin Daddy sampaikan." Jill mematuhi Daddy nya dan ia duduk berhadapan dengan Daddy nya. Cukup lama keheningan melanda, hingga Axton akhirnya bicara.


"Bagaimana Lim menurut mu?"


"Baik, ia baik dan menyenangkan." Jawab Jill apa adanya membuat Axton tersenyum.


"Baguslah! Daddy senang mendengar nya. Berarti pilihan Daddy tidak salah. Kalian akan segera bertunangan!" Jill kaget bukan main, mendengar ucapan Daddy nya.


"Itu keputusan Daddy. Daddy memilihkannya yang baik untukmu! Pokoknya Daddy tidak ingin mendengar penolakan!" Axton langsung pergi meninggalkan Jill yang tidak terima.


"Daddy jahat! Aku tidak mau! Aghhhh!" Jill langsung naik ke kamarnya sedangkan Jessi tengah berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi.


"Apa tidak terkesan terburu-buru?" Jessy akhirnya bersuara.


"Tidak! Jangan mencoba membujuk ku."


"Aku tidak menolak, tapi berikan Jill waktu. Ia baru saja bertemu dan belum mengenal satu sama lain, setidaknya berikan waktu. Ini masalah hati, mereka yang menjalani nya."


"Kau terlalu keras pada Jill."


"Pertunangan mereka akan segera dilakukan, dan aku tidak ingin ada masalah nanti mengenai Hero lagi."

__ADS_1


"Kenapa? Ia pemuda yang baik."


"Memang, tapi ia tidak baik untuk Jill. Jangan mencoba membantu Jill bertemu dengan dia. Aku tidak ingin kesalahan, aku menekankan itu padamu Jessy." Sekar Jessy mendapatkan ultimatum dari suaminya.


"Aku tau, hanya saja setidaknya biarkan mereka berteman....


"Tidak ada pertemanan antara pria dan wanita! Aku akan mempertemukan mereka saat pertunangan Jill."


"Sudah! Aku tidak mau ada perdebatan lagi." Jessy hanya diam agar tidak ada perdebatan lagi dengan suaminya yang memiliki keputusan mutlak.


Minggu mungkin menjadi hari libur bagi kebanyakan bahkan hampir untuk semua perusahaan. Tapi, bagi H. Art Company mereka sibuk untuk melakukan meeting dengan Boss mereka.


Saat di ruangan rapat terlihat sosok dengan berbagai posisi yang sudah duduk dengan berbagai obrolan serta file yang berisi materi yang akan di sampaikan nanti. "Aku bahkan rela berkerja setiap hari. Selain pekerjaan yang menyenangkan tidak membebani meksipun begitu banyak pekerjaan. Gaji pun sangat besar!" Ujar salah seorang.


"Benar! Pemimpin perusahaan kita luar biasa. Bahkan ia tidak membedakan posisi di perusahaan, kita semua diajak rapat." Ujar yang lainnya dan tak lama terlihat notifikasi dari layar besar dihadapan mereka pertanda rapat dimulai.


"Selamat pagi semuanya!" Terdengar suara dibalik topeng bunga sakura itu.


"Selamat pagi Boss!" Jawab semuanya serempak. Sungguh semuanya sangat penasaran dengan wajah dibalik topeng bunga sakura itu.


"Baiklah, kita langsung mulai saja rapatnya." Tak lama satu persatu dokumen dibuka dan pembicaraan dimulai, tampak sang pemimpin mendengarkan dan seksama. Rapat berjalan dengan baik, setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik. Tidak ada yang tidak setuju, merasa merasa puas dan senang akan hasil rapat.


"Kalau begitu, rapat kita akhiri. Sampai jumpa dan semangat bekerja!"


"Semangat!" Sambungan video terputus dan terlihat topeng bunga sakura itu terjatuh di ranjang dengan senyuman mempesona di wajahnya.


"Ahh, cukup gerah! Tapi, tak masalah. Ketika sudah waktunya para penji*at itu akan kaget serangan jantung!"


"Ayah, Ibu lihat. Aku berhasil!" Hero menatap lukisan kedua orang tuanya.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2