
Hero tiba di toko antik itu, langkah kaki itu terlihat melangkah dengan cepat dan saat pintu berlonceng itu berbunyi, langsung saja ia di sambut oleh pemilik toko. "Akhirnya kau datang juga. Aku senang sekali, aku sudah menunggu mu." Ujarnya dengan raut senang membuat Hero tersenyum.
"Duduklah." Ujarnya pada Hero dan langsung saja Hero mendudukkan bokongnya di kursi yang tersedia di sana.
"Terima kasih Paman." Ujar Hero yang melihat pria tua itu mengambil sebuah kunci.
"Ini adalah abu istriku. Aku menyimpan nya di sana karena aku selalu ingin bersamanya." Hero mendengarkan cerita tua itu tak lama fokusnya terganggu dengan kilauan cincin giok miliknya.
Melihat Hero yang teralihkan oleh hal lain, pria itu beranjak dan menuju lemari dan mengambil sesuatu yang berbentuk kotak.
"Ini adalah gelang seablue." Mata Hero langsung terlihat berbinar melihat kilauan dari gelang mutiara itu.
"Milik istri Paman?" Tanya Hero seraya matanya masih belum beranjak dari gelang mutiara itu.
"Tidak, istriku menemukannya saat kami tinggal di pesisir." Jelasnya.
"Kau sepertinya tertarik. Aku ingat, kau pernah ke sini seperti mencari sesuatu. Ambillah! Aku rasa kau bisa memberikannya pada seseorang nanti yang akan menjadi istrimu." Hero cukup kaget tak percaya, ada sedikit ragu di sana dan melihat keraguan itu, pria tua itu meletakkannya gelangnya ke tangan Hero.
__ADS_1
"Paman yakin?" Tanya Hero.
"Iya, tentu saja. Aku yakin kau sudah berhasil karena berhasil datang kemari."
"Terimakasih Paman." Hero tidak mungkin mengatakan tujuan yang sebenarnya.
Dengan perasaan yang begitu bahagia, Hero meninggalkan toko antik itu tentunya setelah perbincangan hangat. Sesampainya di rumah kontrakannya ia langsung masuk dan meletakkan gelang mutiara itu di sebelah kuas dan kanvas nya tak lama kuasnya menyala dan mengalami proses pembaharuan.
"Item kedua ditemukan, harap menjaga jarak supaya proses pembaharuan tidak terganggu." Hero melihat dengan mata telanjang proses pembaharuan sistem kuas dan kanvas nya. Terlihat cahaya dari gelang mutiara itu terserap dan berpindah ke kuas.
"Wah, ini seperti transfer uang." Ujar Hero
"80%"
"95%"
"100%" Hero takjub dengan perubahan kanvasnya yang besar sekarang menjadi kecil sebesar ponsel.
__ADS_1
"Wow! Sungguh seperti ponsel apa bekerja seperti ponsel juga ? Tentu saja, inikan sistem ajaib ku!" Ujar Hero yang tak lama terdengar suara balasan dari sistemnya.
"Temukan satu item lagi tuanku, maka kanvas akan berkerja seperti ponsel dengan kelebihan yang Tuan ku inginkan."
"Baiklah, setidaknya sekarang ia bisa ku bawa kemanapun tidak perlu di simpan bak barang antik lagi di rumah!" Hero merasa senang dengan hal ini.
Ponselnya tak lama berdering. "Halo."
"Maaf menganggu tuan, proyek yang dikerjakan setelah selesai dan anda bisa melihatnya."
"Bagus, aku akan segera kesana." Beberapa saat panggilan terputus Hero langsung bangkit dan berkaca.
"Hero akan segera meluncur beserta pasukannya. Kita buat semua orang terpukau dan terpesona dengan lukisan kita sistem kekayaan ku."
Hari berikutnya semua orang dikejutkan dengan H Art Company yang baru saja menyajikan begitu banyak lukisan yang indah, unik serta memukau dan tentunya berharga fantastis. selain lukisan, di sana juga terdaftar barang yang unik, perhiasan yang limited edition yang hanya bisa ditemukan di sini.
Semua orang kalangan atas berbondong-bondong ke sana untuk melihat serta memesan barang yang mereka inginkan. Tapi, dibalik semua itu mereka dibuat bertanya-tanya siapa pemilik company itu.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak