Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Upgrade


__ADS_3

Mobil mewah itu baru saja terhenti di halaman istana besar itu. Tampak Hero segera melihat ke arah Jill yang tengah tertidur pulas, ia memandangi wajah cantik itu sesaat, entah apa yang ia pikirkan. Yang jelas terlihat senyum kecil di bibirnya, Hero tampak menatap sejenak ke arah pintu istana itu yang terlihat terbuka dengan pelayan yang berdiri di sana.


"Jika tidur kau terlihat begitu kalem tuan putri." Ujar Hero sambil melepaskan sabuk pengaman yang menempel di tubuh ramping itu, dengan hati-hati ia lepaskan.


Sekarang ada keraguan dalam benak Hero, apakah ia harus menggendong Jill atau membangunkan dia? "Kalau aku bangunkan kasihan juga. Tapi kalau tidak, bagaimana ya? Aku belum pernah bertindak seperti itu." Hero sekarang tengah berpikir. Jujur saja, ia belum pernah menyentuh wanita manapun juga, karena ia begitu menghormati wanita. Meskipun terkadang Jill melakukan tindakan yang membuat ia terguncang.


Di tengah dilemanya, terdengar suara langkah kaki yang mendekat dan membuat sepasang mata Hero langsung tertuju ke sana. Terlihat tubuh tegap dengan mata elang mendekati mobilnya dengan pakaian tidur yang sederhana dengan harga fantastis.


"Dia tertidur." Ujar Hero melihat sekarang tubuh Jill sudah berada pada Daddy nya.


"Aku tau, aku tidak buta." Balas Axton seraya melangkah membawa putrinya masuk.


"Nak Hero menginap di sini saja bagaimana?" Tawar Jessi padanya. Belum sempat Hero menjawab terdengar suara Axton.


"Dia itu seorang pria, apa yang ia takutkan?" Ujar Axton membuat Hero hanya diam.


"Tak apa bibi, saya langsung pulang saja. Lagipula rumahku tidak begitu jauh." Balas Hero pada Jessi.

__ADS_1


"Iya, kalau begitu hati-hati ya. Dan terima kasih sudah mengantarkan Jill."


"Sama-sama dan maaf sudah larut begini." Hero memberikan senyum dan tak lama ia langsung menuju keluar dari istana itu.


"Kau ini, Kenapa berbicara seperti itu?" Tanya Jessica pada suaminya.


"Apa? Aku hanya mengatakan ya benar. Lagipula memang begitu seharusnya bukan?"


"Aku mau tidur saja, ishh!" Axton hanya memandangi kepergian istrinya dan ia kembali melangkah menuju kamar putrinya. Berat Jill tentu tidak ada apa-apa bagi dirinya, karena bagi seorang Daddy, anaknya perempuannya akan selalu kecil di matanya.


"Selamat malam putri kecilku." Axton mengelus rambut putrinya yang tebal.


Di sisi lain, Hero mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi, ia harus segera sampai di rumahnya. Karena ia sangat penasaran dengan sinar yang keluar dari pedang itu. "Aku harus buktikan, apa aku salah lihat atau tidak." Setelah berkendara di tengah jalan yang lengang. Hero akhirnya sampai di kediaman mewah misterius nya. Dengan segera ia memakirkan mobilnya di tempat seharusnya dan kanvas memindahkan pedang itu ke dalam ranselnya dan membawanya ke rumah kontrakan dengan motor seperti biasa.


Tentu saja warga sudah pada tidur, Hero segera masuk dengan perlahan dan langsung mengunci pintunya kilauan pedang itu begitu terlihat di manik Hero. Tangannya begitu cekatan membuka pintu kamar di mana kuas dan kanvas miliknya tersimpan dengan rapi.


"Mari kita lihat!" Jari Hero dengan lincah langsung membuka sistem miliknya. Seperti biasa, ia disambut dengan kata-kata selamat datang di sistem.

__ADS_1


Saat akan ingin memeriksa sistem kekayaan berbasis kuas dan kanvas itu, Hero dikejutkan dengan tulisan upgrade sistem untuk mendapatkan sistem dengan misi serta aplikasi yang terbaru!


"Macam play s*ore saja! Apa perlu paket seperti ponsel? Atau jaringan WiFi?" Hero sedikit kebingungan karena tidak ada perintah atau petunjuk apapun lagi.


"Aduh! Harus ku apakan ini?" Karena bingung, tanpa sadar pedang yang ia bawa terbuka karena plastik yang menutupinya sudah turun ke bawah karena tarikan.


Upgrade sedang berjalan ........


Mohon kilauan warna di tambah untuk mempercepat proses upgrade.


Hero terdiam sambil membaca tulisan yang tertera di sana. "Apa karena pedang ini? Kilauan warna?" Hero seakan menjadi anak yang polos sedang mencerna apa yang terjadi. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Hero mendekatkan pedang hadiahnya ke arah sistem kuas dan kanvas miliknya dan .....


Mohon pastikan kilauan warna tidak bergerak atau menjauh dari titik jangkauan ketika upgrade sedang berjalan.


"Gila!" Hanya itu yang keluar dari bibirnya.


Bersambung ......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2