Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Mendapatkan Kejutan


__ADS_3

Sebelum membaca boleh berikan vote nya dulu, terima kasih dan selamat membaca.


Ketenaran H Art company semakin menjadi, dan selamat menjadi perbincangan oleh orang-orang entah itu kalangan biasa atau kalangan atas. Tidak ada yang tau pemilik perusahaan itu, karena kerahasiaan nya. Banyak perusahaan lain yang ingin berkerja sama, tapi pemiliknya menseleksi dengan ketat.


"Big T, apa anda tetap di sini?"


"Iya, aku tidak akan pergi. Semuanya sudah lengkap, aku ingin menghabiskan waktu di sini tempat di mana Little ku berakhir."


"Saya dengar, ada perusahaan yang memakai bunga sakura sebagai lambangnya."


"Bunga sakura?" Ulang Big T


"Iya." Terlihat Paman membawakan sesuatu di hadapan Big T.


"Ini salah satu produk yang ada di perusahaan itu." Big T perlahan membukanya dan ia terdiam melihat hal yang ada di kotak itu.


"Ini adalah kesukaan ku!" Terlihat gadis kecil dengan baju hangat di tubuhnya menunjuk sebuah foto di laptop ayahnya.


"Sebanyak itu bunga dan hal yang lainnya, kenapa begitu suka dengannya?" Ujar sang pria remaja.


"Karena, aku tidak mau mengatakannya! Hahahaha."


"Siapa pemiliknya?"


"Itu yang tidak diketahui T. Seolah ia tidak ingin menunjukkan wajahnya, tapi ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa ia berasal dari sini dan mungkin akan menampakkan diri saat pesta kalangan pengusaha."


"Cari tau dengan cara kita! Aku ingin tau siapa dia." Perintah Big T


"Baik."


Hero terlihat bersantai dengan kekayaannya saat ini yang luar biasa. Orang-orang di luar sibuk dengan mencari identitas nya, tapi ia tidak peduli karena baginya ini bukan waktu yang tepat. "Begini rasanya menjadi orang kaya! Hanya menjentikkan jari dan ... Wuh! Apapun datang dan muncul."


"Undangan perkumpulan pengusaha besar tuanku." Sistem Hero menyampaikan pesan yang seperti what*app dengan suara.


"Ah, aku rasa ini waktu yang tepat bukan begitu?"


"Benar Tuan."

__ADS_1


"Satu bulan lagi, tidak masalah. Aku jadi rindu dengan kontrakan ku, apa dia mengurusnya dengan baik?"


Kediaman Hero bak istana, meskipun terlihat dari luar seperti kediaman mewah pada umumnya, tapi jika dimasuki begitu banyak ruangan di bawahnya seperti ruangan bawah tanah yang megah. Hero merancang kediamannya dengan baik, selain suka dengan kejutan ia tidak suka perhatian dari orang sekitar sebelum waktunya.


Hero keluar dengan motornya, dengan berbagai mobil mewah yang telah terparkir di sana, ia memilih motor untuk mempersingkat perjalanan agar bisa menyalip serta hanya menggunakan mobil sesuai acara. "Mari kita pergi!" Gerbang itu tertutup otomatis setelah Hero pergi. Jika dilihat kediaman itu hanya diisi oleh Hero, ia belum menemukan orang yang bisa dipercaya.


Ketukan pintu membuat sosok tua itu membukanya dan terlihat senyum Hero menyambutnya. "Selamat siang, bagaimana kabar Paman?" Hero masuk dengan makanan di tangannya.


"Baik, sangat baik. Ayo duduklah nak." Ujarnya.


"Ini untukmu."


"Sudah aku bilang, tidak perlu dan jangan panggil Paman. Aku sudah tua seperti kakek!"


"Aku suka panggilan Paman. Karena aku tidak punya Paman."


"Sulit bicara dengan mu nak." Hero tidak menanggapi lagi.


"Paman senang di sini? Nyaman?"


"Tidak masalah, aku senang melakukan nya."


"Bahkan, ini lebih dari cukup. Sangat lebih!" Hero hanya tertawa kecil.


"Jika dilihat, kau sudah punya segalanya, kapan memiliki pendamping?" Hero terhenti minum saat mendengarnya.


"Entahlah." Jawab Hero.


"Nak, hidup dalam kesendirian tidak menyenangkan, contohnya aku. Setelah kepergian istriku tidak ada anak yang mendampingi ku ataupun keluarga. Meskipun banyak harta, tapi tidak ada cinta untuk apa? Memang cinta saja tidak cukup untuk hidup, tapi hidup dengan cinta memiliki kelebihan tersendiri apalagi seorang anak. Kau pasti merasakannya saat dengan orang tuamu bukan?"


"Ya, tapi.... Aku belum menemukannya, menikah bukan hanya masalah cinta atau keuangan tapi kesiapan."


"Kau sudah punya seseorang, kenapa tidak mencobanya?" Hero mengerutkan keningnya.


"Siapa?"


"Gadis itu, yang menggendong kucing itu. Kalian pergi bersama saat datang ke toko ku."

__ADS_1


"Dia hanya teman, tidak lebih." Jawab Hero


"Tapi .... Kalian terlihat cocok. Ngomong-ngomong aku tidak melihatnya lagi. Kalian bertengkar?"


"Tidak, dia sibuk begitupun denganku. Kehidupan dewasa tidak seperti anak-anak yang memiliki waktu luang lagi."


"Begitu rupanya." Hero menjadi kepikiran dengan Jill, sudah hampir satu bulan tidak ada kabar.


"Apa dia baik-baik saja?" Hero sudah berada dikediamannya emasnya. Meksipun tangannya asyik melukis, tapi pikirannya tertuju pada Jill.


"Apa aku kerumahnya saja?" Hero yang entah kenapa jadi galau, tiba-tiba pergi meninggalkan lukisannya yang baru saja mengeluarkan hadiah.


"Selamat tuanku, hadiah .....


Hero tidak mendengar lagi, kekayaan yang sudah menumpuk membuat Hero tidak perduli saat ini. Langkah kakinya menuju motornya yang melaju ke kediaman Jill, saat sampai di sana ia melihat ada beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah Jill.


"Apa keluarga nya berkumpul?" Hero belum masuk, ia masih celingukan dan hal itu menarik perhatian penjaga yang mengenalinya.


"Temannya Nona Jill kan?" Hero yang mendengarnya mengangguk.


"Iya, ngomong-ngomong ada pertemuan keluarga besar ya?" Ujar Hero membuat senyum penjaga itu keluar.


"Benar, tapi lebih tepatnya. Persatuan dua keluarga. Nona Jill akan segera bertunangan, nona Jill belum beritahu mas ya? Oh, saya tau. Pasti nona Jill berikan kejutan untuk mas nya." Hero yang mendengarnya entah kenapa merasa aneh pada dirinya.


"Tunangan?" Beo Hero, percakapan keduanya terhenti saat melihat sosok yang dikenali Hero dan ia yakini calon Jill tengah berbincang.


"Nah itu calonnya." Ujar penjaga, sedangkan Hero melihat dengan perasaan aneh.


"Pasti dari keluarga yang berada, terlihat sekali. Cocok dengan Jill, ada apa denganku? Jill pasti sibuk." Hero bahkan lupa ia juga orang kaya yang mungkin melebihi mereka, tapi perasaan yang tak karuan membuat ia merasa orang miskin di sana.


"Kalau begitu saya pergi, mau beli sesuatu. Terimakasih ya."Hero segera tancap gas meninggalkan kediaman Jill. Jill yang mengenali suara motor Hero langsung menoleh ke gerbang dan memanggil Hero.


"Hero." Sontak saja membuat semuanya melihat ke arah Jill.


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2