
Sebelum membaca boleh berikan vote nya, biar author makin semangat ya. Terimakasih banyak dan selamat membaca 🔥🔥🔥🔥🔥
Sedangkan di sisi lain, Jill baru saja sampai di kediaman mewah miliknya. Baru saja menutup pintu mobilnya bersama sweety di gendongan Nya. Ia melihat Lucas yang baru saja keluar dengan senyuman penuh artinya menatap Jill. "Selamat malam Jill." Ujar Lucas namun Jill masih terdiam dan tak berminat menjawab Lucas.
"Jill, beri salam dan masuk segera." Terdengar suara Daddy nya yang membuat Jill harus menyampaikan salam kepada Lucas dan Papanya.
"Selama malam Lucas dan Tuan Moura." Setelah itu ia langsung masuk ke dalam.
"Tidak baik seorang gadis pulang jam begini tuan Axton. Kecuali, jika ia sudah menikah." Ujar Moura dengan senyum nya.
"Terima kasih atas perhatiannya. Selamat malam."
"Selamat malam Tuan Axton." Mata Axton masih menatap mobil yang keluar dari kediamannya dan ia langsung memberikan kode pada penjaganya untuk menutup gerbang.
"Darimana saja?" Jill yang masih duduk di sofa seraya bermain dengan sweety langsung menoleh pada Daddy nya.
"Hanya keluar sebentar Daddy, lagipula aku sudah mengabari Mommy." Jawab Jill, ternyata Axton melihat bola berbulu yang tengah mengitari putrinya.
"Darimana kau dapatkan ia?"
"Memangnya kenapa Daddy?"
"Buang!" Satu kata itu tentu saja membuat Jill langsung memeluk sweety erat.
__ADS_1
"Tidak, apa salahnya? Aku ingin memelihara nya!" Jawaban Jill yang tidak takut dengan tatapan Daddy nya.
"Kenapa mengambil kucing jalanan? Daddy bisa membeli yang banyak untukmu dan tentunya steril."
"Tidak mau, aku mau sweety. Lagipula ia tidak kotor atau berpenyakit aku sudah memeriksanya tadi."
"Masuk ke kamar mu! Kau tidak Daddy izinkan keluar selama tiga hari! Jangan membantah, atau Daddy tambah!" Jill langsung menyerungut kesal dan menaiki tangga segera.
"Ada apa suamiku?" Tanya Jessy yang baru saja datang dari dapur.
"Apa Jill mengirimkan pesan padamu?" Tanya Axton yang diangguki oleh istrinya.
"Iya, benar. Kenapa?"
"Dia hanya pergi ke tempat Hero saja. Apa ada masalah?" Tanya Jessi setelah menjelaskan.
"Masalah? Ini sudah masalah Jess! Kau membiarkan Jill menemui seorang pria hingga malam? Kita tidak tau apa yang terjadi?"
"Apa kau meragukan Putri mu sendiri? Ia hanya pergi, aku yakin tidak ada yang aneh, bahkan aku jamin itu! Kenapa kau bisa berkata begitu? Lagipula Jill pulang sebelum jam 9 malam!" Tunjuk Jess pada jam yang tergantung.
"Aku tidak mengizinkan Jill pergi untuk hal yang tidak penting!" Setelah mengatakan itu, Axton segera pergi meninggalkan istrinya yang masih termangu di sofa.
Jill langsung duduk di ranjangnya dan mengeluarkan ponselnya untuk mengabari Hero bahwa ia sudah sampai, namun ia begitu terkejut melihat begitu banyak panggilan dari Hero dan pesan. "Kenapa baru menghubungi ku?" Pesan Hero.
__ADS_1
"Aku baru sampai." Balas Jill.
"Kau sudah sampai setidaknya 15 menit yang lalu, terjadi sesuatu?" Jill sedikit terhenyak karena pesan Hero yang seolah tau.
"Aku keasikan bermain dengan sweety, jadi lupa." Balas Jill tak ingin membuat Hero curiga.
"Tidurlah, sudah malam. Selamat malam Tuan putri."
"Selamat malam juga Tuan pelukis, semangat untuk besok dan ya, aku lupa mengatakan kalau selama tiga hari aku ikut Mommy ke butik miliknya dan akan cukup sibuk di sana."
"Baiklah, terima kasih dan dan semangat juga untukmu." Tidak ada percakapan lagi dan Jill langsung berganti pakaian dan setelah memastikan sweety tertidur di tempatnya. Jill ikut terlelap dengan sunyinya malam dan gelapnya langit.
Keesokan harinya, Hero langsung bergegas dan tancap gas menuju kediaman Big T. Mata Hero menyelidik kediaman mewah nan besar tak jauh berbeda dengan kediaman Jill hanya saja terlihat perbedaan yang kentara antara keduanya. Jika kediaman Jill bergaya Eropa, maka Big T bergaya Jepang.
"Kau sudah datang, langsung masuk. Big T sudah menunggu." Hero langsung disambut oleh penjaga yang berbadan besar itu dan ia langsung menginjakkan kakinya di lantai kayu itu.
Hero dapat melihat berbagai ornamen dan juga hiasan serta foto yang menghiasi ruang tamu yang ia tempati. "Aku yakin, orang ini bukan sekedar kalangan atas."
Saat Hero tengah asyik memandangi ruangan, sosok pria yang cukup tua datang mendekati dirinya saat sosok itu memanggil Hero langsung melihat dan membalas dengan baik, Hero tentu saja mengetahui bahwa itu bukanlah Big T dan seperti kaki tangan Big T.
Senyuman dan sapa Hero tidak dibalas oleh pria itu namun Hero justru mendapat tatapan tajam dan penuh menyelidik membuat ia terpaku dan kebingungan.
Bersambung .....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.