Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Pagi Baru


__ADS_3

Ruangan kaca itu memperlihatkan sosok tampan dengan tubuh toples nya, punggung kekar itu tengah bersandar di kursi yang kokoh namun lembut. Sementara pikirannya tengah terbang menuju obrolan Jill malam itu. "Apa kau pernah datang ke rumah ku setelah pertemuan terakhir kita?"


"Kenapa?" Hero tidak menjawab, melainkan bertanya membuat Jill tersenyum pahit.


"Selalu begitu, tidak bisakah menjawab saja? Apakah begitu sulit?"


"Tergantung....


"Baiklah, ngomong-ngomong terima kasih atas design cincin nya dan kedatangan mu."


"Hmmmm, semoga kau bahagia. Aku hanya menjalankan tugasku dan tidak peduli siapapun itu."


"Kalau bisa, datanglah dengan seseorang di pernikahan ku."


"Kau tidak perlu repot memikirkannya tuan putri. Aku yakin, banyak wanita dan gadis yang mengantri setelah ini."


"Tentu saja, mata mereka tau hal yang langka. Tapi, tergantung orangnya menerima atau tidak. Kau tau maksudnya kan, Tuan pelukis?"


"Oh ya, karena aku akan sibuk dan kau juga begitu. Aku itu menyampaikan terima kasih atas pengalaman yang baru darimu. Sungguh aku tidak pernah membayangkan nya.


'Bahkan jatuh cinta padamu.'


"Aku senang melakukan nya, kau orang dari kalangan atas yang mau berteman denganku tanpa melihat statusku."


"Sama-sama, Tuan pelukis."

__ADS_1


"Kau tidak masuk? Tunangan mu mungkin aku mencari."


"Boleh aku memeluk mu? Sebagai teman yang akan berpisah."


"Kenapa? Kau akan pergi?"


"Begitulah. Jadi?" Hero tidak menjawab dengan membuat Jill semakin kacau, waktu dan tempat yang tidak tepat membuat ia segera mengambil keputusan sendiri.


Hero hanya terdiam merasakan wanita cantik itu memeluk dirinya, dia pun tak mengerti apa yang terjadi dengannya. "Aku anggap persetujuan." Bisik Jill ditelinganya membuat ia sadar sesaat, cukup lama keduanya dalam posisi seperti itu. Ditemani malam yang mulai larut dan bintang yang tidak menghuni langit seolah tengah bersembunyi entah dimana.


"Sampai jumpa lagi Hero, aku harap bukan pertemuan kita yang terakhir." Jill langsung pergi meninggalkan Hero yang masih mematung, detak jantungnya berdegup kencang, darahnya seolah berhenti mengalir. Ada perasaan yang berbeda di sesi pelukan tadi, netra Hero menyangka Jill yang perlahan menghilang dari pandangannya.


"Ada apa dengan ku? Tuan putri itu benar-benar...


Keesokan harinya, telah terlihat para wanita menunggu di gerbang rumah Hero, matanya langsung terbelah melihat begitu banyak wanita yang seperti antri sembako. "Entah bagaimana mereka bisa tau kediaman ku? Orang-orang sudah seperti detektif Conan!" Hero yang akan bersiap ke perusahaannya menjadi berpikir untuk keluar. Teriakkan wanita itu membuat telinganya terganggu dan tidak nyaman, apalagi Hero belum memperkerjakan penjaga di kediamannya dan hanya ditutupi oleh pagar canggih nya saja.


"Aku rasa aku butuh penjaga."


"Hero! Tuan Hero tampan!"


"Will you marry me?" Semuanya bersorak seperti itu, sungguh Hero jengah karenanya. Belum lagi wartawan yang mulai menyoroti dirinya.


Sistemnya bak pelayan itu, mengeluarkan suara dan membuat Hero sedikit tenang kembali. "Selamat pagi Tuan. Semoga hari anda menyenangkan."


"Menyenangkan apanya? Pagi-pagi sudah begini!" Gerutu Hero kesal yang tidak mengurangi ketampanannya itu.

__ADS_1


"Aku bisa gila, kalau begini!" Tampak tubuhnya masih berbalut handuk mondar-mandir di kediaman mewah miliknya. Untuk meminalisir keributan yang terdengar, Hero menekan tangga menuju ruang bawah tanah yang begitu besar dan indah.


"Pak, ada beberapa orang yang berasal dari Singapura ingin bertemu dengan Anda pak. Apa yang harus saya lakukan?" Terdengar suara pegawainya yang tengah menghubungi dirinya.


"Aku rasa aku tidak punya pilihan lain!" Hero memakai segera pakaiannya dan bersiap setelah itu dengan cepat tangannya menangkup kuas yang sudah berevolusi menjadi pena kecil. Dan kanvas miliknya yang suka mengecil itu, Hero melukis gambar ruangan miliknya di perusahaannya dan.....


"Tunggu! Sebaiknya dengan mobil saja!" Hero memperbaiki gambarnya dan melukis salah satu mobil mewahnya dan lukisan itu langsung bersinar dan menyedot Hero masuk kedalamnya dan dalam sekejap mata Hero sudah berada di dalam mobil mewah miliknya.


Langsung saja ia tancap gas, dan karena mendengar suara mobil yang berada di belakang mereka, para wanita itu histeris melihat sosok didalamnya dan mengejar mobil itu.


"Itu Tuan Hero!" Pekik mereka bersamaan.


"Ckckck!" Hero melirik kejadian dibelakangnya melalui kaca spionnya dan menikmati perjalanan dengan santai.


Melihat bos mereka datang, para karyawan langsung menunduk sambil mengucapkan selamat pagi. Hero dengan senyum nya langsung membalas, dapat Heri lihat beberapa wartawan meliput perusahaannya serta dirinya tapi karena ada penjagaan membuat mereka berada dalam posisi cukup jauh.


Saat di dalam terlihat orang-orang yang dimaksud oleh karyawannya dan Hero langsung menyambut dengan baik. " Selamat pagi, maaf sedikit menunggu." Ujar Hero yang langsung dibalas oleh para pengusaha itu.


"Tidak apa, kami senang anda sudah datang." Tak lama terjadi pembicaraan yang tentunya mengarah pada kerjasama yang begitu menguntungkan. Hero tersenyum bahagia dengan apa yang terjadi, Sistem kekayaannya yang tidak pernah berhenti menimbunnya dengan emas, berlian serta yang lainnya tapi juga keahliannya bersama dengan sistemnya itu yang membuat ia semakin bertambah kaya dan terkenal.


Lain dengan Hero yang bertambah sukses, terlihat Lucas mengamuk tak karuan, ia tidak terima dengan kesuksesan Hero dan apa yang ia dapatkan. Berbagai pikiran dan rencana jahat datang dan membuat senyum seringai muncul di sana. "Aku pastikan! Kau tidak akan bertahan lama di atas seperti ini ganda! Kita lihat, kau lolos dengan rencana ku kali ini atau tidak."


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2