
Sebuah gedung besar yang sudah dihias sedemikian rupa, mulai dipenuhi oleh orang-orang dengan pakaian indah serta memanjakan mata. Bukan hanya kalangan biasa tapi juga kalangan atas serta para wartawan. Terlihat di aula yang didesain dengan konsep gold terdapat sosok dengan gaun panjang berwarna gold dan tatanan rambut yang dihiasi aksesoris indah seperti mahkota di kepalanya.
Tak lama terlihat sosok tampan yang disorot oleh kamera serta tatapan dan pujian orang-orang. Perlahan tapi pasti, sosok tampan tersebut menggenggam tangan wanita cantik di sebelahnya dan keduanya berjalan seirama dan terlihat serasi. "Dengan ini, kalian resmi menjadi suami istri." Suara tepukan tangan muncul setelah ucapan tersebut. Senyum cantik nan manis terpancar dari pasangan pengantin.
"Mr Hero dan Mrs Hero." Ucapan itu membuat wajah cantik itu memerah.
"Terima kasih, kau menerima ku dan...."
"Aku tidak ingin ada air mata sedikitpun meksipun itu air mata kebahagiaan Jill. Aku tau kau ingat pada Daddy dan Mommy mu, tapi sekarang mereka sudah tenang dan bahagia melihat dirimu." Hero memeluk tubuh Jill lebih dekat dan tak lama sorak tamu semakin riuh disertai kilatan cahaya yang mengambil momen tersebut.
Hari ini adalah hari pernikahan Hero Armand Sastroamidjojo sang pengusaha dan perancang terkenal dengan wanita cantik keturunan Eropa yang membuat mereka menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Bukan hanya senyum dari pasangan pengantin, terlihat Tama juga tersenyum dengan Neeu disampingnya.
"Sekarang Nona kecil sudah bahagia."
"Iya, Hana pasti bahagia melihat putranya sudah berhasil."
__ADS_1
Kelopak bunga mawar telah menghuni kamar pengantin tersebut, jendela yang terbuka tengah diperhatikan oleh Jill dengan pemikiran tersendiri. Saat asyik melamun ia dikejutkan dengan kedatangan Hero dibelakangnya. "Semuanya sudah berakhir, apa kau tidak bahagia? Atau masih ada yang mengganjal?" Jill berbalik dan menatap Hero dengan lembut.
"Tidak ada, aku sangat senang. Semuanya sudah berakhir, aku tidak menyangka kau menunggu ku karena keadaan ku. Sekarang penantian tersebut sudah berakhir, aku mencintaimu Hero tuan pelukis ku."
"Tuan putri, kau ternyata romantis juga. Hmmmm...." Jill memukul pelan dada bidang Hero dan dibalas gelak tawa Hero. Sekarang keduanya semakin mendekat dan ditemani sinar bulan keduanya menyatu dalam ikatan sah setelah perjalanan yang tidak disangka dan takdir yang menyatukan mereka.
Hero membuka matanya perlahan dari melihat sosok Jill yang tertidur pulas di dekapannya, malam indah yang mereka lewati membuat Jill kelelahan. Senyum mengisi wajah tampan Hero. " Ternyata pernikahan begitu indah. Sekarang aku tau kenapa ayah sangat bahagia karena ibu adalah kebahagiaan nya. Jika rasaku baru tumbuh, maka Jill akan terus menyiraminya dan aku merasakan hal itu."
Hero perlahan bangkit dan disambut oleh sistemnya seperti biasa, ia segera mandi dan turun ke dapur. Dengan cekatan Hero berkutat dengan pisau dan yang lainnya membuat aroma yang menggoda mulai tercium. "Biar bibi saja." Hero menggeleng cepat dan tersenyum.
Mulai sekarang, rumah mewah Hero tidak hanya ditinggali oleh dirinya saja, sekarang sudah ada Jill istrinya. Dan jika sistemnya yang menemani dirinya sebelum tidur dan bangun sekarang sudah ada istrinya. Keduanya menjalani bahtera rumah tangga dengan baik dan harmonis meskipun cinta di hati Hero terus menerus disirami orang Jill yang membuat hubungan keduanya semakin erat.
Jill yang sudah terbiasa dengan kemewahan dan pekerjaan suaminya tidak membuat ia lupa diri. Jika Hero dirumah, maka Jill akan membantu memberikan ide untuk design suaminya.
"Bagaimana? Apa terlihat bagus?" Tanya Hero sambil memerhatikan rancangan desain dihadapannya.
__ADS_1
"Bagus, akan lebih bagus lagi dengan tambahan pola bintang berwarna hitam mengkilat di sampingnya. Itu semakin menambah keindahan nya." Ujar Jill.
"Kau dengar, lakukanlah!" Hero memberikan perintah pada sistemnya yang langsung dikerjakan oleh sistemnya. Jill tidak kaget lagi akan hal itu, karena keduanya saling terbuka satu sama lain. Bahkan Hero juga tau mengenai keahlian mata Jill.
"Kau tau sayang, sepertinya jagung bakar ku sudah siap disantap." Ujar Jill sambil terkekeh melirik bawahan Hero.
"Dasar, Kalau begitu nikmatilah sayang!" Jill meronta kecil yang membuat keduanya bercanda bersama yang berakhir dengan perang keringat.
"Aku mencintaimu Hero tuan pelukis ku."
"Aku juga Tuan putri."
Waktu berjalan hingga setahun kemudian, sekarang Hero dan Jill tengah menanti kehadiran buah hati mereka. Kebahagiaan Hero tak terhingga, setelah menjalani kehidupan yang penuh dengan cemoohan dan hinaan akan julukan pembawa si*l nyatanya sekarang ia adalah sosok yang kaya raya, dihormati serta terkenal dengan karyanya yang tak luput dari ibu jari ganda nya yang pembawa keberuntungan bukan kesialan seperti yang orang katakan dan sekarang mereka sudah terdiam dan berbalik menyanjung Hero.
SELESAI
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya terhadap Novel sistem kuas dan kanvas ini. Mohon maaf jika ada kekurangan di Novel ini 😊 sampai jumpa dengan karya berikutnya 👋👋