
Hero langsung melirik jarinya, apalagi cincin batu giok nya terus mengeluarkan sinar, membuat Heri jadi penasaran sedangkan Jill yang awalnya bersih membuat ikut penasaran dengan reaksi tubuh Hero. "Apa terjadi sesuatu?" Tanya Jill pada Hero.
"Tidak ada, hanya saja aku ingin ke toilet." Ujar Hero yang langsung membuat Jill paham.
"Maaf, silahkan. Aku tunggu di sini." Ujar Jill yang telah melepaskan pelukannya.
"Tunggu sebentar ya. Aku segera kembali, jangan kemana-mana!" Terdengar penekanan di kata terakhir Hero.
"Iya, jangan khawatir. Aku sudah besar." Balas Jill, setelah itu Hero langsung melangkah CEO menuju toilet. Saat Hero sampai di sana, terlihat toilet yang sedang diisi oleh orang lain, hingga ia melangkah mendekati belakang bangunan.
"Sinarnya menuju sini. Tapi ....." Tentu Hero menjeda ucapannya karena ia berada di tempatnya perkumpulan sampah saat ini.
"Yang benar saja, aku tidak dipermainkan bukan??" Pikir Hero pada cincin giok putih nya. Seolah mengerti ucapan pemiliknya cincin itu semakin bersinar terang.
__ADS_1
"Aku sudah rapi begini, tapi ia terus mengarahkan ku menjadi pemulung?" Karena tak ingin berlama-lama. Hero langsung saja mengeluarkan pisau yang berbentuk S miliknya dan mencogkel tanah serta sampah di sana. Sesekali ia melirik sekeliling untuk berjaga-jaga.
"Awas saja kalau bohong, aku buang langsung!" Ujar Hero kesal.
Sedangkan di sisi Jill, sekarang terlihat ia tengah duduk manis sambil melamun. Entah apa yang ia lamun kan, tapi tak lama ia tersadar akan gangguan sosok wanita dengan anaknya. "Permisi, boleh duduk di sini? Anakku ingin dibawah pohon ini." Ujarnya membuat Jill tersenyum manis sambil mengangguk.
"Tidak masalah, silahkan."
"Terima kasih." Tatapan Jill sekarang tertuju pada interaksi ibu dan anak itu. Sekarang lamunan nya mengarah pada masa depannya, bagaimana nanti ia menikah dalam memiliki anak yaitu manis seperti itu, lalu suaminya akan mendampingi dia sambutan membawakan pudding coklat yang dingin.
"Apa yang terjadi? Kenapa lama sekali?" Sambung melangkah ia terus menggerutu dengan mimik wajahnya.
Kembali lagi dengan Hero yang masih asyik menggali sesuai dengan arahan cincin giok putih nya dan tentunya tubuhnya sudah terkena tanah. "Si*l! Kenapa belum juga? Aku sudah sangat kotor!" Hero mulai kesal sekarang, tapi saat akan menarik tangannya seolah pisau miliknya tidak mau berkerja sama justru berpihak pada cincin nya. Karena desakan itu, Hero melanjutkan galiannya dan tak lama sebuah kantong bewarna hitam gelap muncul dan langsung saja berikut menariknya.
__ADS_1
Saat akan membuka seger kantong itu matanya bersinar bersamaan dengan sinar dari benda yang bersembunyi di kantong itu. "Bongkahan emas!" Ujar Hero saat masih terlena dengan pemandangan itu, ia dikejutkan dengan suara panggilan Jill.
"Jill! Astaga! Aku lupa, bagaimana ini?" Hero langsung panik dan kalang kabut bak akan terpergok selingkuh, tentunya selingkuh dengan tanah dan kotoran lainnya serta bau sampah seperti bau pelakor.
"Aku tidak bisa bersih secepat itu! Bagaimana ini? Tidak ada kuas ku? Bagaimana aku bisa bersih?" Hero bersembunyi di balik dinding yang cukup besar, tapi sepertinya Jill terus mendekat, karena .....
"Hero ada di balik dinding itu, kenapa ia bersembunyi?" Tentu saja dengan penglihatan ajaibnya.
Bersambung ......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author.
__ADS_1