Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Terkuak


__ADS_3

Semuanya bertepuk tangan meriah, mereka menyambut ketua dari penyelanggara acara pertemuan pengusaha ini yang tak lain adalah Axton.


Hero yang masih belum menyangka tengah terpaku di tempatnya. Sedangkan Lucas dengan Papanya baru saja sampai karena entah gerangan apa. "Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah datang di hari yang bahagia ini yang menjadi dua kali lipat karena pertunangan putri saya Jill." Axton mengeluarkan senyum manisnya dan dibalas dengan Jill meskipun dengan hati yang tak bahagia.


"Baiklah, pertemuan kali ini. Saya akan menyambut tamu spesial yang tentunya juga akan menjawab rasa penasaran semua orang mengenai pemilik H. Art Company yang tengah menjadi viral belakangan ini hingga sekarang. Saya sudah memberikan undangannya dan untuk memastikan sosok tersebut. Tulisan pemilik H art Company akan bersinar dengan bantuan hologram ini."


Hero yang belum sadar, dan entah mengapa jadi linglung tidak merasakan getaran sistemnya dan juga undangan yang ia dapatkan perlahan mengeluarkan sinar ditengah rasa penasaran semua orang.


"Tunggu!" Semuanya terhenti dan menatap ke arah pria keturunan Jepang yang menghentikan acara beberapa saat.


"Ada apa Tuan Tama?" Tanya Axton yang kegiatannya terganggu.


"Bagaimana kalau kita menunggu inisatif atau keberanian sosok pemilik itu menampakkan dirinya sendiri, dihadapan semua orang dan memperlihatkan undangannya." Semua orang tampak setuju dengan saran itu, Hero yang akhirnya tersadar karena getaran tinggi di dadanya langsung berfikir cepat.


'Ayo Hero, bukankah ini saat yang tepat? Kau menunggu nya bukan? Ini akan membuat orang-orang yang merendahkannya mu akan terkena serangan jantung karena melihatnya. Sosok yang mereka hina ternyata pemilik dari barang yang mereka pakai sekarang. Ayo Hero! Inilah saatnya!'


"Dimana?"


"Mana orangnya?" Beberapa orang sudah tidak sabaran, begitu juga dengan Lim yang menyenggol Jill.

__ADS_1


"Menurutnya mu siapa?" Tanya Lim yang tidak diketahui oleh Jill.


"Entahlah." Ditengah ketidakfokusan Jill terdengar langkah kaki yang mendekat, semua orang melihat tak berkedip mengikutinya langkah kaki tersebut menuju hologram. Tidak ada yang bersuara seolah terhipnotis akan apa yang mereka lihat, lidah mereka terasa kelu. Bahkan Lucas pun berserta ayahnya tidak bisa bersuara.


"Selamat malam semuanya, saya merasa tersanjung atas undangan ini dan untuk menghilangkan rasa penasaran serta keraguan semua orang. Langsung saja saya perlihatkan buktinya."


CLING!


Hologram itu merespon undangan tersebut dan mengeluarkan tulisannya yang bersinar


YANG TERHORMAT PEMILIK H ART COMPANY. Yang mana tulisan tersebut membuat semua orang terkejut dan tidak menyangka.


"Tidak mungkin.....


"Pembawa si*l itu?" Bukan hanya orang yang ada di sana saja, tapi siaran yang tengah berlangsung itu tentu saja disaksikan oleh penonton yang tengah berada di berbagai tempat dan tentunya mengenal si ganda yang mereka hina selama ini.


Warga yang tinggal di tempat Hero dibesarkan serta tempat ia bekerja tidak menyangka akan semua ini. Tapi dibalik reaksi semuanya sosok Tama berdarah Jepang itu merasakan sesuatu.


"Aku Hero Armand. Adalah pria kalangan biasa yang dengan usaha serta doa orang tua ku dan pelajaran hidup membuat ku berhasil berada di posisi ini dan menjadi bagian dari pencipta barang dan karya yang digunakan oleh orang-orang dan mereka sukai. Aku sangat berterima kasih akan hal itu kepada semuanya, terutama kepada tuan Axton yang menjadi Tuan rumah."

__ADS_1


"Armand?"


"Papa, aku pasti bermimpi! Si ganda itu, bagaimana bisa? Ini...... Tidak mungkin.....


Lucas tidak menyangka, meskipun ia menyadari keahlian Hero yang pernah satu sekolah dengan nya. Tapi tetap saja, hatinya menolak akan hal itu.


"Tama.... Sebuah tangan terangkat menandakan pria paruh baya itu diam. Tanpa ada balasan, keturunan Jepang tersebut langsung pergi diikuti oleh jajarannya, sedangkan Axton berjalan mendekati Hero dan sekarang mereka saling berhadapan.


"Aku tidak menyangka, kau adalah tamu istimewa nya. Aku tidak meragukan itu, tapi kau ternyata penuh kejutan."


"Semua orang penuh dengan kejutan, bukan begitu?" Hero menatapnya Jill sejenak yang membuat wajah cantik itu menghindar seolah ia yang dimaksud.


"Setidaknya sebelum pergi, berilah pidato terlebih dahulu. Dan aku rasa, kau akan tahu apa yang terjadi setelah ini."


"Tentu saja, setiap tindakan ada resikonya dan aku harus terbiasa akan hal itu." Suasana kembali meriah seperti semula, banyak kekaguman yang dihadiahkan kepada Hero yang berparas tampan serta kaya raya itu yang membuat Jill tidak suka tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ternyata ia yang mendesain cincin pertunangan kita. Aku yang menyangka ia seusiaku." Mata Jill melebar mendengarnya.


"Hero yang mendesain nya?" Ujarnya sambil menatap Hero yang begitu gagah tengah berpidato serta menjadi sinar malam ini.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2