Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Lubang siapa yang digali?


__ADS_3

Satu persatu tamu sudah menebak dan mereka tidak ada yang berhasil. Bukan berarti para tamu menyerah begitu saja, bagi kalangan berduit uang lima belas juta bukanlah uang yang seberapa. Saat Hero akan menebak, ia dipertemukan dengan sosok tikus yang menganggu dirinya.


"Wah, lihat. Siapa ini?" Tanyanya dengan gaya congkak.


"Siapa dia nak?" Tanya ayahnya.


"Ia itu si ganda ayah!" Ujar putranya dan membuat pria itu langsung menatap Hero lekat.


"Kenapa dia bisa disini?" Tanyanya dengan gaya angkuh.


"Pasti ia mencuri seperti kebiasaannya Ayah atau mungkin ia melakukan pelayanan di bawah kaki kalangan atas." Ujarnya dengan remeh, tapi tetap saja Hero tidak bergeming. Ia sudah terbiasa akan hal itu, dan tentunya itu membuat wajah Lucas serasa meledak.


"Kau ini tuli ya?" Ujarnya mendekati Hero dan melihat wajah serta penampilan Hero dengan setelan tuxedo yang tentunya tidak murah.


'Bagaimana si ganda ini memiliki setelan mahal seperti ini?' Batin Lucas bertanya tanya.


"Kenapa? Kagum dengan setelan mahalnya ku? Lucas Moura?" Balas Hero dengan santainya.


"Siapa yang iri atau kagum dengan pencuri seperti mu?" Balas Lucas membuat Hero terkekeh.


"Kalau aku pencuri lalu bagaimana dengan mu dan juga Papa mu itu? Bukankah juga mencuri? Bedanya aku mungkin mencuri undangan serta perhatian orang-orang sedangkan papamu mencuri uang bawahannya." Sontak saja tak hanya membuat Lucas marah tapi juga Papanya. Mata pria paruh baya itu melayangkan tatapan pertempuran.


"Beraninya kau! Kau pikir siapa kau ini? Hanya karena berada di sini bukan berarti kau layak di sini!" Balas Papa Lucas.

__ADS_1


"Kenapa harus marah Tuan Moura? Jika tidak benar, anda tinggal perlu begitu. Santai saja seperti aku." Balas Hero sambil tersenyum kecil.


"Kau!" Belum sempat Lucas melayangkan genggaman tangannya ia terhenti saat melihat kedatangan gadis berbaju navy yang begitu anggun.


"Hero!" Panggil Jill yang langsung bergelayut di lengan Jero membuat tatapan mata Lucas semakin menjadi.


'Si ganda ini, kenapa bisa bersama?' Sungguh Lucas sangat kacau dan ingin melayangkan tinjunya karena kesal.


"Kau ini, aku mencarimu tau! Aku baru saja ke toilet sebentar dan kau sudah pergi saja." Celoteh Jill.


"Aku kan ingin bermain juga, jadi aku ke sini beberapa langkah di belakang darimu. Yang penting, sudah bertemu kan?" Hero tentu mengerti tatapan sepasang ayah dan anak itu.


"Nona Jill. Senang bertemu dengan anda." Ujar Tuan Moura membuat Jill langsung menoleh kepada sepasang ayah dan anak itu.


"Hmm, kita pernah bertemu?" Tanya Jill dengan pelan.


"Saya salah satu kolega Daddy anda." Ujar Moura dan Jill hanya membalas dengan anggukan.


"Maaf, aku tidak terlalu tau mengenai itu." Balas Jill sopan dan Moura tersenyum mengerti.


"Dia adalah Lucas, putraku sepertinya usia Nona dengan Lucas tidak jauh." Ujar Moura memperkenalkan Lucas yang tentunya Jill langsung teringat akan Lucas.


'Ternyata pria menyebalkan itu.' Sedangkan Lucas sebaik mungkin menetralkan perasaannya karena ia tentu ingat bahwa Jill adalah gadis yang ia temui di restoran.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan anda Nona Jill." Lucas berujar dengan tersenyum dan Jill hebat membalas dengan anggukan.


"Hmmmm ya." Jill tidak mau mengungkap permasalahan yang sudah lewat atau mengingatnya, itu hanya membuang-buang waktunya saja.


"Ayo Hero, katanya mau bermain?" Ajak Jill yang langsung dibalas Hero dengan senyuman memikat nya.


"Iya, tentu saja." Lagi-lagi langkah keduanya terhenti saat Lucas ikut nimbrung.


"Aku juga ingin bermain Nona." Ujar Lucas tidak mau kalah dengan Hero.


"Lalu?" Tanya Jill.


"Bagaimana kalau kita adakan pertandingan antara aku dengan Hero? Bukankah akan lebih menarik?" Tawar Lucas yang ia pikir Hero akan takut padanya.


"Ti ...."


"Tentu saja! Itu akan sangat menyenangkan." Balas Hero dengan cepat membuat Jill tidak membalas.


"Baiklah kalau begitu. Mari." Ajak Lucas dengan perasaan senang dan rencananya dibaliknya.


'Kau menggali lubang mu sendiri ganda. Akan ku buat kau malu di sini dan tentunya dihadapan jill.' Lucas memainkan matanya pada Papanya dari langsung dibalas.


"Sepertinya akan ada tontonan yang menarik!" Ujar Matthew dengan tatapan yang tidak lepas dari keempat orang itu termasuk putrinya.

__ADS_1


Bersambung .....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2