
Rana perpikir keras bagaimana caranya mempertahankan kekayaan tanpa mengkorban apapun dalam hidup nya maupun istrinya
"Beri aku ide. Vanda. Jangan hanya diam saja" Kata Rana dengan frustasi
Vanda berpikir keras dalam otaknya dan pada akhirnya dirinya menemukan suatu ide cermilang
"Kita tahu bahwa kita sama-sama mencintai & mempertahankan apa yang telah kita hasilkan selama bertahun-tahun. rana" kata Vanda
Rana setuju dengan perkataan Vanda dan lanjut fokus mendengarkan
"semua masalah ini terjadi karena anak kita. Kita memiliki 2 opsi. Kita melihat anak kita disakiti oleh orang lain didepan mata kita atau kita lebih dulu pembunuhnya dan menyerahkan kepada Rizky" kata Vanda
Rana tidak terkejut mendengar itu dan menurutnya itu adalah salah satu..
-- disebuah kamar
'anak sialan itu ternyata punya orang kuat dibelakangnya' gumam Stefanos dengan sedikit kesakitan
Stefanos perpikir lebih baik keluar dari rumah untuk mencari udara segar daripada terperangkap dan diceramahi oleh kedua orang tuanya nanti..
"Tuan Muda! Tolong jangan keluar terlebih dahulu. Saya takut anda dimarahi oleh tuan besar Rana & Nyonya Vanda" kata Pelayan perempuan itu dengan tidak berdaya
BRAK!!
Stefanos mendorong pelayan itu dengan cukup keras tetapi tidak ada satupun berani mendekati suara kerusakkan tersebut
"mau gua lakuin apapun itu bukan masalah. Kalau lu dimarahi ya itu resiko lu dan jangan menyentuh gua. Dasar pelayan rendahan menjijikkan" kata Stefanos dengan sombong..
Saat melewati kamar orang tuanya. Stefanos tidak sengaja mendengar dari balik pintu
"Rana. Kamu harus cepat memutuskan. Bunuh anak itu agar kita bisa pindah dan tidak mengalami masalah lain! biarpun dia bukan anakKu tapi aku sebagai seorang ibu yang telah merawatnya tidak ingin melihat dirinya mati ditangan orang lain bahkan dimata ku sendiri. Hanya aku. Yang boleh membunuhnya" kata Vanda berteriak.
__ADS_1
Stefanos terkejut mendengar hal tersebut dan seketika membeku seketika
sebuah hawa tiba-tiba muncul dari belakang ketika stefanos melihatnya
BUGH!
Ternyata itu adalah pelayan perempuan yang stefanos dorong hingga pingsan dan kini stefanos pingsan
Vanda & Rana mendengar itu langsung keluar
"ada apa ?" Tanya Vanda dengan tenang
dengan tersantai Pelayan itu menceritakan kejadiannya tersebut tanpa ragu
"baiklah. Sofia. lebih baik kita bawa ke gudang aja" kata Rana
Vanda yang melihat sang suami itu tersenyum karena suaminya telah mengambil keputusan
"D--Dimana aku?" Tanya Stefanos dengan sedikit pusing
"Finally. You woke up!" kata Sofia yang masih berseragam pelayan
Stefanos mulai mengingat terakhir kali dirinya pingsan dan langsung memberontak
"berani-beraninya lu ngiket gua anak orang terkaya di negeri ini? Lepasin!" teriak Stefanos
Sofia yang mendengar itu tertawa
"anak terkaya?" Tanya Sofia dengan dingin
"Hahaha bodoh sekali kamu. apakah pingsan mu melupakan sesuatu?" Tanya Sofia dengan dingin menatap Stefanos
__ADS_1
"kamu hanya anak angkat yang lahir dari rahim ibu diluar nikah" kata Sofia
TAK
TAK
TAK
Sebuah langkah kaki menuruni tangga dan itu membuat stefanos tersenyum
"mati lu! bu!! Bu!! Tolong lepasin aku! Pelayan bodoh ini mengikatku!" Kata Stefanos.
Vanda tidak lah menjawab dan mengambil pisau menuju stefanos
Stefanos full senyum dengan melihat ibunya seperti membantunya
Tetapi hal di luar dugaan Stefanos adalah
"Aaaaaargggghhh!!!" Teriak Kencang stefanos
Vanda dengan tersenyum menancapkan pisau tersebut di salah satu kaki milik Stefanos
Darah berlumuran dan membuat sofia. Sang pelayan tersebut tersenyum
"Ibunda. Seharusnya anda meninggalkan dia untuk saya" kata Sofia dengan sopan menggelap darah di tangan vanda
"I--Ibunda!?" tanya stefanos dengan rasa sakitnya
...----------------...
...BYE...
__ADS_1
...----------------...