Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Makanan


__ADS_3

Rizky turun dan langsung menghirup udara yang bersih dan belum ia rasakan sebelumnya


"baiklah. Selanjutnya?" Tanya Rizky dengan senyum mengembang


Udara segar dan sejuk ini belum ia rasakan sewaktu di indonesia tapi entah kenapa tubuhnya merasakan nyaman saat pertama kali menginjakkan kaki


"kita akan ke rumah baru anda. Kebetulan Salah satu Rumah Tuan Jonathan berada disini dan beliau mengizinkan anda untuk ditempati sebagai tempat tinggal" kata Melisa menjawab


Rizky pun mengangguk


'terimakasih. Mr.Jonathan' gumam Rizky..


"lalu dengan apa kita naik?" Tanya Rizky


Melisa & Ode terdiam dan secara tiba-tiba menunduk dengan rasa menyesal


"mohon maaf. Tuan Rizky. Mobil yang membawa anda kerumah seharusnya berada disini sebelum kita mendarat tapi saya ternyata salah. mobil itu lebih telat setelah kita sudah mendarat" kata ode


Rizky mendengar itu terdiam sejenak.


"Hahahaha" kata Rizky tertawa kemudian.


"baiklah. Tak masalah.. Bagaimana kita berkeliling dulu? Biarkan semua barang menggunakan jasa pengiriman. oh ya. kita berada di ibu kota bukan? Apa namanya?" Tanya Rizky lanjut


"Stockholm. Ibu kota Swedia" Kata Melisa


"Ya benar. Stockholm. baiklah. Kita keluar dari bandara lalu mengambil taksi untuk berkeliling" kata Rizky


"T--Tapi Tuan. anda perlu istirahat setelah anda sampai" kata melisa mencegah

__ADS_1


Tangan rizky menunjuk ke arah matanya sendiri


"lihat mata ku. Sudah tidur hampir 20 jam lamanya di private jet itu dan kamu mau bilang aku istirahat lalu tidur lagi? Apakah kamu gila!. Aku mau jalan-jalan. Tolong jangan dibantah!" kata Rizky menolak usulan Melisa


Melisa hanya menunduk patuh dan kembali keposisi belakang(bersama ode)..


3 jam kemudian.


Rizky mengeluh tentang sulitnya hanya untuk keluar dari bandara. Perlu pengecekkan setiap 3 kali sebelum keluar. Dari passport. Tujuan ke swedia. Dan lain sebagainya


"Mohon bersabar. Tuan Rizky. Saya tahu anda mengalami hal ini yang kedua kalinya setelah pertama anda berada di amerika dan di cek sebelum keluar dari bandara dan saya ingat itu" kata ode


Rizky pun mengangguk.


pada akhirnya mereka keluar dan bertiga pun menghirup udara yang sejuk dan tenang...


Krryyuuk


Lapar. Ya itu yang diprotes oleh rizky.


"aku lapar. Apa dari kalian tahu dimana resturant yang terdekat?" Tanya Rizky


"Dan Resturant apa yang enak untuk makan? Ya hmmm" kata Rizku bertanya-tanya


"Tuan--" ingin Melisa berbicara tapi tercegah oleh Rizky


"dari kalian ada yang bisa bahasa Swedia?" tanya Rizky


PAK!

__ADS_1


Melisa & Ode menepuk jidat bersamaan dan lalu tertawa


"Tentu Tuan. Kita menguasai hampir seluruh bahasa. kecuali Jerman dan Russia. Kedua bahasa amat sulit di pronnounce nya" kata Melisa dengan bangga


"well. Bagaimana kita bertanya orang sekitar aja. Siapa tahu mereka punya rekomendasi makanan baru


" Tak perlu Tuan. Saya tahu apa yang membuat anda ketagihan tentang makanan Swedia " kata Melisa dengan senyuman mengembang


Rizky melihat senyuman itu seperti teringat sebuah perkataan Ode


"Melisa adalah anak yang periang dan baik. walaupun terhadap musuh itu seperti melihat cacing yang ditanah pasti dia akan musnahkan" kata ode


"dan Tuan. Apakah anda Tahu hal yang membuat Melisa tersenyum?" Tanya Ode


Rizky menggeleng kepalanya karena ia tidak tahu


"Makanan. Dia suka makanan. Jika anda bertanya makanan kepada Melisa. Dia itu bagaikan robot secara tiba-tiba. Semua atau bahkan seluruh makanan hampir dia coba. Mulai yang pahit hingga yang enak. Yang terkenal hingga tak dikenal. Dia itu bagaikan mesin makanan uang mengetahui apapun jenis makanan dan darimana makanan itu berasal" kata ode


Dan itulah yang rizky ingat terhadap melisa dari ode. rizky senang jika ode & melisa bukanlah manusia kaku yang hanya fokus sebagai pengawalnya. Setidaknya dia memiliki ekpresi


"Tuan? Tuan? Apakah anda mendengar saya?" Kata Melisa


"Ap-apa? Makanan ya? Yudah ayok" kata Rizky ketika kembali sadar


...----------------...


...BYE...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2