Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Bima


__ADS_3

Sementara itu di Posisi Eva.


Bugghh


Baaaggghh


Som & Manto telah memukuli Orang yang selalu membully Eva. Eva adalah orang yang pendendam ketika dirinya disakiti maka ia harus memenuhi sakit itu kembali kepada mereka yang memulai.


"Cukup" Titah Eva


Eva melihat pria yang setengah bonyok. area pipinya telah membiru


"Lo Bully gua pas gua lemah. Dan sekarang lu rasain kan apa yang gua rasain?. Gua hari ini berbaik hati karena gua masih inget orang tua lu itu sering ngasih pekerjaan buat gua. Kalau gak. Lu udah gua habisin hari ini. dan inget mulai besok jangan pernah ganggu gua atau lu yang berususan dengan mereka berdua(menunjuk som & manto)" kata Eva dengan mempegang dagu sang pria.


"Ayo Kita pergi" kata Eva.


Som & Manto hanya bisa patuh kepada Perintah Eva yang ditugas untuk menjaganya tapi ia belum pernah melihat ada orang sedendam selain ketua mereka. Pasi.


"Nona Eva. Selanjutnya?" Tanya Manto


"aku ada jam kuliah sore ini. Jadi lakukan aja seperti biasa" kata Eva


Som & Manto Hanya bisa mengangguk dan mereka berdua ditinggal oleh Eva.


Eva Berjalan cantik dengan style ala kantoran klasik tapi tetap memukau



ini Visual pakaianya)


Eva menggunakan baju hitam yang dilapisi dengan jas putih dan sepatu putih dan Jam Tangan Rolex(pemberian rizky) dan tak lupa tas yang berisikan buku-buku materi yang akan dicatat nya nanti.


Eva berkuliah di salah satu universitas termahal. Ter-elit dan ter apalagi? Semua lengkap. Nama universitas itu adalah Universitas Binus yang berada di jakarta.


Bugggh!


"Maaf saya tak--" ingin eva melanjutnya tapi ia terkejut


"pa---papa!?" Eva Terkejut


pria berusia 76 tahun itu juga ikut terkejut tak kala dirinya disebut ' papa ' oleh orang tak dikenal


"S--Siapa kamu?!" Tanya Pria itu


Penampilan pria itu sangat kotor dan seperti tampilan orang gila umumnya


"papah? Ini aku. Eva!. Anak papa. papah kenapa penampilan nya seperti ini?" Tanya Eva


'E--Eva? Ap--apa benar itu eva?-- Tidak eva sudah mati. Istri kedua ku sudah mengatakan hal tersebut' gumam pria itu tak mempercayai apa yang dikatakan eva


"S--Siapa kamu? Kamu bukan anak saya. Anak saya telah lama meninggal!" kata Pria itu menjawab


"Demi Bapak kudus. Pah! Aku anak mu. Lihatlah Kalung salib emas yang ditengah kristal putih ini pah! Ini pemberian papah waktu ketika aku lulus SMP!" kata Eva Menunjukkannya untuk menyakinkan pria itu adalah papahnya.



visualnya)


Walaupun berbeda tampilan atau seburuk apapun tampilannya. Eva adalah orang peka kepada mereka yang telah menyayangi dirinya


Pria pernampilan itu terkejut takkala melihat kalung salib emas yang ditengahnya ada kristal putih


"A--Anakku? Apa kau anak ku? Yang sudah menghilang selama 5 tahun lama nya?" Tanya Pria Tua itu tergugup


"Benar Pa--Papah. Aku anak mu. Eva Bima Kaize" kata Eva


Pria itu terkejut dan langsung memeluk Eva


"kau benar. Kau adalah anak ku. Maafkan papah yang bodoh selama 5 tahun ini. papah lebih percaya dengan mamah tiri mu daripada kamu. Maafkan papah yang bodoh ini" kata Bima. Sang Papah Eva.


"Papah. Ada apa dengan papah?" Tanya Eva


Bima yang mendengar kan hal itu hanya bisa menunduk lalu memulai ceritanya pada 5 tahun lalu


~ Flashback ~

__ADS_1


Tahun 2012.


"cepat cuci baju dan bersihkan rumah ini!" seorang ibu berusia 30 tahun itu berkata.


"B--Bu tapi kan kita punya membantu. Kenapa aku yang melakukannya?" ujar perempuan itu.


Perempuan itu adalah Eva yang berusia 18 tahun. Lahir pada 2 Februari 1994. Lahir dari kalangan sendok emas membuatnya Hidupnya bergelimang harta tapi semua itu tak lama ketika ibu kandung Eva Meninggal Dunia tapi tak sebulan ibunya di kubur. papahnya Eva telah menikahi seorang perempuan janda berumur 30 tahun yang kini menjadi ibu tirinya. Semenjak itu menderitaanya dimulai


"Ibu? menjijikkan aku bukan ibu kamu. Sekarang kerjakan atau kamu tidak ada jatah makan malam!" kata Ibu tiri tersebut.


Eva tetap menghormati ibu tirinya tapi menghormatan itu tak diterima


"Eva. Belline. Aku pulang!" Seru Pria Itu.


Belline adalah Ibu tirinya. Dan ketika mendengar. Belline langsung mengambil gagang pel yang sedari tadi pegang oleh Eva.


"Wah rajinnya istriku. Eva. Sini papah belikan kamu Makanan. Ayo makan" kata Bima. Papah Eva


Eva hanya bisa terdiam melihat sikap ibu tirinya berubah ketika sang ayah datang dan menjadi baik.


-Di meja makan.


"bagaimana sekolah kamu. Eva?" Tanya Papah Ramah


"Ba--baik pah" kata Eva gugup dan takut


gugup dan takut karena ibu tirinya bersama dirinya.


"Gimana keadaan kamu dirumah? bel. Apa betah disini? oh ya dimana Alina" Tanya Bima.


"An--anu ittu. Ya alina lagi kerja kelompok bersama teman-temannya" kata Belina. Ibu Tiri Eva.


Eva hanya senyum kecut ketika ibu tirinya melontarkan kebohongan padahal eva yakin saat ini saudara tirinya itu sedang bermain bersama pacarnya.


"Eva sayang. Papah mulai besok ada bisnis luar kota selama 2 minggu. Gapapakan kamu papah tinggal?" tanya Bima. Papah Eva.


"P--papah tidak bisa tinggal menemani Eva? Eva takut" kata Eva sedikit ketakutan jika ditinggal terlalu lama


Deghh!


Belina menginjak kaki eva dibawah meja dengan tampilan tersenyum dan eva hanya bisa menahan..


"Benar kata mamah kamu. eva. Papah janji setelah bisnis selesai. Papah akan ajak kamu keliling² jakarta" kata Bima. Papah Eva.


Eva hanya bisa mengangguk dengan senyuman yang begitu palsu untuk ditampilkan.


~ 2 hari kemudian ~


Papah Eva Telah pergi.


Malam harinya-


"HmAhhhmp--maas" Suara dangdutan


Eva takkala itu baru selesai mencuci piring pun mendengar suara aneh tersebut


'itu suara apa? Apakah ibu tiriku kesakitan?' gumam Eva penasaran.


Eva pun mengikuti suara nya dan itu berasal dari Kamar ibu tirinya


Kreeek


"Perlahan Eva Membuka mata dan alangkah terkejutnya matanya melihat ibu tirinya sedang bermain dangdutan panas di ranjang tempat bekas ranjang ibu kandungnya


BRAK


Eva Terjatuh karena ia terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang dia lihatt


" Siapa itu?" Tanya Belina yang memberhentikan goyang dangdutnya


Eva pun berlari sekuat tenaga hingga ia lupa dengan sendal yang biasa ia gunakan saat mencuci piring.


Belina Turun dari ranjangnya menuju pintu masuk kamar yang tak melihat siapapun kecuali melihat sebuah sendal


'anak sialan itu pasti sudah melihat semuanya' gumam Belina dengan wajah kesalnya

__ADS_1


-esokkan hari-


tok


toook


toook


"Buka pintunya sialan!" kata Belina berteriak


Eva tak mendengar karena ia kelelahan menangis melihat semalam yang ia lihat


"Mas Dima. dobrak pintu ini" kata Belina


"siap sayangku!" kata Dima


BRAK


Pria Bernama Dima itu berhasil mendobrak pintu kamar eva


"A--apa itu!" terkejut langsung eva


"Bangun anak sialan. sudah hebat kamu pagi-pagi tidur? Cepat bangun dan buat sarapan sekarang!" kata Belina


Eva yang mendengar sekaligus melihat pria tak dirinya kenal


"pria ini siapa. Bu?" Kata Eva Bertanya


"siapapun itu bukan urusanmu! Dan ingat. Apa yang kamu lihat semalam jangan coba berani memberitahu papah mu atau aku bunuh kamu. Ingat itu!" kata Belina


"K--kenapa--kenapa ibu menduakan papah? apa salah papah bu!" kata Eva bertanya sambil menangis


"papah mu itu hanya pria tak berguna. stop manggil ku ' Ibu ' karena aku jijik mendengar dipanggil oleh mu. Dan perlu kamu tahu. Aku rela menikahi papah mu kalau bukan hartanya!. Ingat kamu! Dimata aku kamu hanyalah seorang pembantu!" kata Belina memaki-maki Eva


Eva yang mendengar itu langsung menangis dalam hatinya dan dirinya tak percaya dengan pilihan papahnya ini.


- 2 minggu kemudian -


"Mas Dima. Pria tak berguna itu akan pulang. Sebaiknya mas dima pergi dulu agar pria tak berguna itu tidak curiga" kata Belina dengan manja di dada bidang Dima. Selingkuhannya.


-FlashBack off-


"Lalu bagaimana ini semua bisa terjadi dengan papah?" Tanya Eva yang setelah mendengar kisah pelik dan rumit papahnya


"Semua ini memang berawal ketidakpercayaan papah waktu itu kamu mengadukan hal tersebut kepada papah bahwa mama tiri telah selingkuhi papah. Papah bodoh waktu itu karena dibutakan cinta dan kasihan kepada kamu saat itu kamu masih membutuhkan sosok figuran seorang ibu" kata Papah menundukkan kepala


"bagaimana papah bisa berakhir seperti ini? Papah ajak disebuah tempat oleh mama tiri--" bima ingin menlanjutkan tapi disergah oleh eva


"Panggil saja namanya jangan sebutan ' mama tiri ' karena seumur hidup ku. Aku tidak menganggap perempuan sialan itu adalah mama tiri ku. Elizabeth JL Az adalah Ibu yang sebenar-benarnya" kata Eva.


"Baiklah. Maafkan papah. belina mengajak papah kepada sebuah tempat yang tidak papah pernah kunjungi sebelumnya tapi setelah sampai di tempat itu papah melihat 5 orang berbadan kekar dan bugar menuju mobil yang kami naiki dan Papah mulai dipukuli sekeras sekerasnya dan papah berakhir pingsan. Bangun-bangun papah hanya memiliki baju kutang dan celana jeans pendek dan sebuah materai penceraian serta pengambil alihan harta milik papa dengan tanda tangan palsu menyertai" kata Papah Eva menceritakan awal mula dirinya begini.


Eva yang melihat itu sedikit mendidihkan darahnya dan rasanya ingin membalas dendam yang ia pernah lupakan itu kembali hingga memuncak kedalam otaknya


"Som & Manto!" Panggil Eva kepada kedua bawahan adik angkatnya.


Som & Manto muncul dari tempat gelap yang berada disekitaran Eva berdiri.


"Aku minta kalian mencari semua informasi dari Belina Velia Rosi. perempuan sialan itu harus mendapatkan penderitaan yang ayah ku alami!" Titah Eva dengan nafas yang marah layaknya naga yang bersiap menyemburkan api.


Bima yang takkala itu syok melihat dua orang kekar yang tunduk kepada putrinya


"S--Siapa mereka? Nak?" Tanya Bima


"Mereka adalah bawahan Adik Angkatku. Namanya Adalah Som & Manto. Kalian berdua perkenalkan diri kalian kepada ayahku!" kata Eva


"Mohon maaf kami terlambat memperkenalkan diri. Nama saya Adalah Som dan pria disamping saya adalah rekan sekaligus teman saya. namanya Manto. Kami berdua adalah bawahan dibawah naungan Tuan Rizky Maulana" kata Som menjawab


Bima hanya bisa mengangguk tanpa menjawab apapun.


"Papah. lebih baik ikutlah dengan ku. Aku akan perkenalkan orang yang baik selama ini menampung ku dan mencurahkan kasih sayannya kepada ku sebagai kakak angkatnya" kata Eva


Bima hanya bisa mengangguk untuk ikuti kemana sang anak membawanya pergi.


...----------------...

__ADS_1


...BYE...


...----------------...


__ADS_2