Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Rizky yang panik


__ADS_3

"Tuan Rizky. Hari ini ada rapat anda dengan pemerintah pusat. Apakah anda keberatan untuk hadir?" Tanya Ilham hati-hati


"Keberatan? Mana mungkin aku menolak rapat dengan pemerintah pusat. Katakan berapa jumlah orang yang akan datang dan membahasannya apa?" Tanya Rizky pura-pura hebat.


Rizky merasa terjebak dalam situasi yang tidak pernah ia harapkan.


'Balqis. Bantu diriku' kata rizky


[Tuan. Maafkan saya. Sisa Permintaan Anda Adalah 0. anda dapat meminta bantuan saya tepat ditengah malam] kata Balqis


Rizky menelan saliva nya


'aku mohon. apakah ada mengecualian ?' kata rizky


[Tidak ada Tuan] kata Balqis


"Tuan rizky. Rapat akan di hadirkan besok hari. Dan saya sangat harap anda dapat hadir. dari perwakilan pemerintah pusat adalah kementrian keuangan dan mentri BUMN" kata Ilham


Rizky mendengar itu pun langsung bersyukur hikmah


"oh-- ya baik. saya tentu datang" kata rizky dengan berusaha normal.


"Teh ini enak. Ilham" kata Rizky mengalihkan topik


"Apakah anda menyukai sebuah teh. Tuan? Jika anda menyukai teh. Saya akan memberikan salah satu teh yang sangat berharga untuk anda" kata Ilham


"Terimakasih. Tapi teh bersama Orang akan lebih nikmat. Haha" kata rizky mencairkan suasana


"Haha Anda benar. Tuan. Teh akan selalu enak dinikmati bersama orang atau yang disayang" kata Ilham setuju.


"Baiklah saya akan pamit. Ada urusan yang perlu saya urus terlebih dahulu. Senang bertemu dengan mu. Ilham" kata Rizky sambil menaruh Gelas berisi Teh.

__ADS_1


"Tidak-Tidak Tuan. Saya lah yang merasa terhomat dapat bertemu dengan anda" kata Ilham


Rizky hanya tersenyum


"Mari saya antar. Tuan" kata Ilham.


Pintu ruangan direktur terbuka dan mata karyawan/ti sebelumnya telah kembali melihat sosok rizky.


"Bukankah sekarang. Saya harus dikenalkan?" Kode Rizky.


"Ahem. Baik. Tuan Rizky" kata Ilham menunduk sedikit.


"hei kalian. Cepat kesini!" kata Ilham kepada karyawan/ti nya


"Dengar dan pasang mata kalian. Pria ini adalah sosok penting untuk perusahaan ini. nama beliau adalah Rizky Maulana. Kalian harus hormat dan patuh kepada Tuan Rizky. diantara kalian tidak menghormati Tuan Rizky. Bersiaplah untuk dipecat !" kata Ilham lantang untuk memperkenalkan rizky.


Salah satu pria karyawan mengangkat tangan


"Pak Ilham. Kontribusi apa dengan Tuan Rizky yang membuat kami hormat?" Tanya salah satu karyawan.


"jelaskan secara lembut" kata rizky.


"Ahemm. Baik. Pertanyaan bagus. Beliau ini akan dan harus kalian hormati karena beliau ini adalah pemegang saha--" ingin Ilham Menyelsaikan kata-katanya tapi dirinya dibisikkan sesuatu oleh rizky


"Sebut saja saya sebagai salah satu pemegang saham sekala keci. Agar tidak dapat pemberitaan dari publik" bisik rizky


"maksud saya. Beliau ini adalah pemegang Saham 2.5% persen perusahaan ini. bagaimanpun itu harus dihargai dengan baik!" kata Ilham lantang


"baik. Pak Ilham" kata semua karyawan/ti.


Ilham & Rizky pun kembali berjalan seiring dengan para karyawan/ti menunduk hormat.

__ADS_1


TING


Rizky & Ilham masuk ke lift dan menekan tombol basement.


"Jadi Ilham. Apa yang akan menjadi pembahasan di rapat besok?" Tanya Rizky


"Maaf Tuan. Saat ini saya belum mendapatkan informasi dari pusat" kata Ilham menunduk menyesal


"Baiklah. saya tak masalahkan. Tapi apakah bisa saya dapat informasi dari pusat di malam hari? Saya tidak ingin nama pribadi atau nama perusahaan jadi buruk. Anda paham?" Tanya rizky.


"Tentu Tuan" kata Ilham


TING!


Pintu lift telah terbuka di lantai basement.


KLING!


Suara bunyi mobil milik rizky.


"Saya harap saya dapat memiliki citra baik di mata pusat nantinya" kata rizky sambil membuka pintu.


"Tentu Tuan. Saya harap anda selamat dalam berjalan anda" kata Ilham sambil menunduk.


mobil rizky berjalan meninggalkan Ilham yang menunduk dan pergi.


"mari pak" kata Rizky sambil melabaikan tangan kepada sekuriti 1.


Rizky perlahan-lahan masuk ke jalan raya yang kini mulai rame karena jam pulang kerja.


...----------------...

__ADS_1


...BYE...


...----------------...


__ADS_2