Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Balqis Group


__ADS_3

2 jam kemudian


Setelah bercerita dan sarapan. Kini Eva sudah siap untuk pergi tapi tiba-tiba ia mendapatkan pesan sebuah notifikasi dari bank berikut juga SmS dari Adik nya itu


Rizky:


Kak. Aku baru ingat bahwa Balqis's Group milik ku belum memiliki kantor pusat. Jadi aku baru saja mengirim 10.2 Triliun Rupiah sekiranya untuk dijadikan kantor pusat


Eva yang membaca sms dari rizky itu pun terkejut


"Anjjjiir!" kata Eva terkejut


"wuss. Gak boleh ngomong kotor depan ayah" kata Ayah bima menegur


"Maaf yah. Tapi lihat nih kelakuan putra mu ini" kata Eva memperlihatkan


Ayah Bima mengambil handphone milik eva


"ayah tidak heran lagi" kata Ayah Bima dengan datar


"Yasih yah. Tapi dia enteng banget sih ngasih uang miliaran hingga triliunan gitu. Eva heran lihatnya" kata Eva


"Ya mau bagaimana lagi. namanya rizky. Putra ayah. Dan adik kamu. dia udah kaya lewat. Ayah tadi udah lihat salah satu bisnisnya kan PT.Freeport jadi ayah gak heran" kata Ayah Bima dengan santai


Ayah pun memperlihatkan M-Bankingnya yang sudah tertera angka 0 nya hingga 9


"Lihat tuh. Kemarin Ayah dikasih 10 Miliar tapi adik kamu malah nambahin 10 Miliar lagi. Gimana ayah gak heran. Ayah mau heran tapi gimana. Itu keluarga kita. udah jangan bahas lagi yang penting kamu udah dipercaya jadi kamu harus jujur dan melaksanakan tugas darinya" kata Ayah Bima


Eva hanya mengangguk-angguk tanpa berbicara karena apa yang dikatakan ayahnya juga serupa dengan hal yang di alaminya


'kebaikan apa yang kamu berbuat hingga kaya raya seperti ini. Dek' gumam Eva

__ADS_1


Eva Pun membuka Sourch engine untuk melihat Gedung perkantoran yang di jual


"Ayah. tahu perkantoran yang lagi dijual di jakarta?" kata Eva berkata


Ayah bima sejenak perpikir dan ia pun mengingat sesuatu


"sebelum Ayah mu pindah kesini. Ayah ingat bahwa salah satu kolega ayah lagi butuh biaya karena dampak covid19 ini jadi dia menjual salah satu gedung yang 3 tahun baru ia pakai" kata Ayah Bima


Eva pun berbinar mendengar itu


"aku boleh minta nomor teleponnya. Yah? siapa tahu gedung perkantorannya sesuai dengan harapan Rizky" kata Eva


Ayah Bima mengangguk lalu mengeluarkan handphonennya dan nenyebutkan beberapa angka


Eva tanpa babibu pun langsung tancap menelpon


???:


^^^^^^Eva:^^^^^^


^^^Halo Pak Arifin. Saya Eva Tinas Bima. Saya adalah Anak Dari bapak bima. Kebetulan saya mendapatkan nomor anda dari beliau. Saat ini saya membutuhkan sebuah gedung full siap pakai dan bapak saya memberitahukan saya bahwa bapak gedung anda yang berada di sekitaran Senayan itu akan di jual. Apakah benar?^^^


Eva menjelaskan alasan. Siapa. Dan kenapa dirinya menelpon sesosok orang yang bernama arifin tersebut


Arifin:


Bapak Bima? ahh saya mengenalnya. Beliau adalah kolega saya saat beliau masih menjabat CEO dari PT Mobo. Sekarang sayangnya saya tidak tahu keberadaannya. Oh ya. Jika anda benar adalah anaknya bapak bima berarti anda tahu persoalan yang gedung anda bahas sebelumnya. Memang benar gedung dekat senayan itu hendak saya jual dan itu belum go publik. Hanya segilintir lah yang mengetahuinya. Emang Bu Eva mau menawarkan harga berapa membukanya?


Arifin selalu menyambut siapapun yang menelponnya jika itu membahas persoalan Gedung. Arifin tidak peduli mau itu telepon palsu atau just prank tetapi arifin tahu kalau persoalan gedung belum terendus oleh publik sehingga yang menelpon kayak eva lah yang sudah mengetahui hal tersebut


^^^Eva:^^^

__ADS_1


^^^berapa sekiranya orang lain hendak ingin membeli gedung perkantoran bapak?^^^


Arifin:


Nama Gedung ini Adalah The Energy Building Yang sebenarnya ini dibangun oleh PT IndoMars Energi pada tahun 2008 pada 4 kemudian atau 2012 tahun yang lalu. Kakek saya membeli The Energy Building dari PT IndoMars Energi sekitar USD$ 700 Juta atau 10 Triliun namun saat ini saya akan berani menjual 8 Triliun Rupiah karena PT Arifin Group Milik saya kini sedang masa Pailed dan hutang membludak


Arifin menjelaskan sejarah gedung dan sedikit curhat.


Eva hanya cukup mendengar kan hal tersebut


^^^Eva:^^^


^^^saya juga akan berani membeli Gedung anda Pak Arifin. Mohon berikan rekening anda untuk bermulaan agar anda mempercayai saya.^^^


Arifin yang mendengar itu menanggapi dengan biasa lalu menyebutnya rekening milik perusahaan..


'paling hanya dighosting lagi' gumam Arifin


Arifin hanya bisa menanggapi hal tersebut karena sudah mengalami klien yang suka nghosting.


TING!


"Terimakasih telah melakukan Pengisian Saldo Bank Anda di BCA Indonesia. Kepada Yang Terhormat PT. Arifin Group. Kini saldo Bank Milik anda Berkisar 032. 1.000.000.000.000,032 Rupiah anda. Mohon Gunakan Hal yang Bijak dalam penggunaan uang dan berhati-hati dalam bertransaksi" Notifikasi bank tersebut


Arifin yang mendengar bahwa handphone satunya mendapatkan notifkasi dari bank dan melihat yang tertera sang pengirim


"Balqis Group!?" Kata Arifin terkejut


...----------------...


...BYE...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2