
"Baiklah. Sekarang buatlah sebuah latihan interview dengan rekamanan video. Buatlah seakan kalian melamar sebuah pekerjaan di perusahaan Internasional jangka waktu adalah 3 hari. Dimana kalian tidak mengumpulkan maka kalian melewatkan untuk saya traktir di Kantin selama kalian di sekolah" kata Rizky dengan senyum merekah
Sontak pengumuman kecil dari rizky membuat kelas berseru lebih kencang.
Jarang ada guru yang mentraktir murid-muridnya apalagi sekelas itu sangat tidak ada.
Trriiingg
Bell Istirahat telah datang
"baiklah ingat baik-baik tugas saya. Saya pamit dulu. Assalam mu alaikum" kata Rizky sambil memasukkan bukunya kedalam tas
semua anak-anak telah bubar dan menuju keluar untuk istirahat atau dari mereka sebagian tidur di kelas atau juga bermain handphone.
"lho Harat. Kamu kenapa gak istirahat?" Tanya Rizky melihat murid bernama Harat itu mempegangi perutnya
"Lapar dia pak. Dia gak punya uang. biasanya sih fathan selalu memberinya uang karena dia bekerja dengan fathan" celetuk salah seorang murid perempuan
"Apa benar dikatakan oleh lala? Harat?" kata rizky menanyakan kebenaran hal tersebut.
Harat menunduk karena malu mendengar hal tersebut
"bekerja dengan fathan dalam bentuk apa? Lala?" Tanya Rizky kepada lala
"biasanya harats akan melakukan teknik mempijat. Pijatannya sangat mantap pak. Saya sendiri pernah nyoba saat kaki terkilir" kata Lala jujur sambil memuji Harats
"Baiklah Harats. Ikut saya saja. kebetulan saya akan ke kantin" kata Rizky mengajak Harats.
__ADS_1
Harats berdiri dengan anggukan.
Sementara itu rizky hanya sedikit terkejut melihat sekolah elit tapi tidak terlihat bahwa ada anak yang kesusahan makan saat sekolah.
"Ibu. Ayah mu dimana? Harats" kata Rizky bertanya dengan lembut
"kedua orang tua saya telah dijemput oleh Allah. Pak" kata Harats dengan tersenyum.
mendengar itu rizky merasa tidak enak menanyakan hal sensitif hal tersebut
"saya turut berduka ya. Harats. Maafkan saya ya. Saya tidak tahu" kata rizky
"Gapapa pak. Itu sudah 2 tahun lamanya. Tak menjadi masalah" seru Harats dengan mencoba tetap tersenyum.
Guru & Murid itu jalan bersama menuju kantin dan memesan makanan yaitu nasi uduk komplit porsi dan esteh manis hangat.
pesanan mereka datang yang diantar oleh salah satu ibu penjual di Kantin itu
"ini mie ayam Satu dan Nasi Uduk porsi komplit dan dua esteh hangat komplit. Silahkan Pak" kata Ibu Penjual itu menaruh semua makanan yang dipesan oleh rizky ke meja.
"Terimakasih Bu. Ayo harats. Kamu makan" kata Rizky
"Baik pak" kata Harats dengan sedikit canggung itu tetap memberanikan diri mengangkat sendoknya.
Rizky pun makan mienya dengan nikmat
Sluurrp
__ADS_1
Sluurrp(suara khas makanan Mie umumnya)
"Harats. Kamu tinggal dimana?" Tanya Rizky dengan memulai pembicaraan
"tidak jauh dari sekolah pak hanya sekirar 4-5 menit saja" jawab Harats sambil memakan nasi uduknya
"Kamu tinggal sama siapa? Sendiri?" Tanya Rizky.
"Sama Nenek. Pak" jawab Harats
"Kamu udah daftar KJP?" Tanya Rizky
"udah pak dua bulan lalu tapi belum ada kabar pendaftaran saya keterima" kata harats dengan canggung itu tetap tersenyum
"tapi biaya sekolah untuk seragam dllnya siapa nanggung?" Tanya Rizky
"Beasiswa salah satu orang tua teman saya. Namanya Fathan" jawab Harats.
"Besok pulang sekolah kamu ada waktu kan? Besok kita buat kjp kamu di kelurahan terdekat. Kamu udah ada KTP kan?" Tanya Harats
"sudah pak" jawab harats dengan menggangguk
...----------------...
...BYE...
...----------------...
__ADS_1