Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Bosch Service


__ADS_3

"tidak perlu. Panggil saya Bapak. Lihatlah umur saya genap 19 tahun. Tidak etis jika anda memanggil demikian. Dapat anda memanggil saya dengan hal yang lain?" Tanya Rizky kepada polisi


"bagaimana Nak Rizky? Apakah tidak masalah?" Tanya Polisi tersebut


"Tak Masalah" kata Rizky sambil mengangguk


"baiklah. Nak Rizky. Saya adalah Firmansyah.. Saya sangat berharap nak rizky bisa datang ke kantor(sambil menyerahkan alamat dirinya bertugas). Dan dapat memberi keterangan untuk nanti di persidangan akan ada bukti kongkritnya" kata Firmansyah sang polisi.


Rizky pun mengangguk.


"baiklah. Pak Firmansyah. Oh ya bagaimana dengan mobil saya?" Tanya Rizky.


Rizky tidak kekurangan uang tapi ia hanya ingin merasakan keadilannya saja setelah ditabrak


"Mobil Sampah saja belagu" ucap perempuan itu tiba-tiba


Rizky hanya tersenyum mendengar itu


"dan kamu jangan jadi polisi yang sok suci deh. dikasih 100 juta gak mau. Lepaskan aku! Ayah ku pemilik Trappy's group. Kalau kamu berani mempenjarakan saya. Saya jamin kamu tidak akan hidup tenang!" kata perempuan itu mengancam


"Ha ha ha ha. sungguh ancaman yang lucu" kata Rizky tertawa


Firmansyah juga ikut tertawa mendengar hal tersebut


"cepat jalan saja ke mobil!" kata Firmansyah yang kembali memperlihatkan wajah Garangnya.


Rizky hanya menggeleng-geleng kepala melihat sahabat perempuan nya itu dibawa oleh kepolisian.


'Ada-ada aja yang ku temui hari ini!' gumam rizky.


rizky melihat body belakang yang hancur karena tabrakan itu juga membuat orang melihatnya.


'terpaksa ini mah manggil kang bengkel' gumam rizky


Rizky mengambil handphonenya di nakas handphone dan menyalakan handphonenya di dalam mobil saja karena di luar panas


'tapi tunggu. Nomor tukang bengkel berapa ya? Kan aku kan gak punya?' rizky kebingungan


[Tuan. Izinkan saya membantu!] kata Potreo bersuara


'oh kamu mau membantuku? Potreo? Sungguh? Katakan apa yang bisa kamu bantu kepada ku!' rizky


[Tuan. Perintahkan saya untuk membeli number of number dan itu akan membantu anda!] kata Potreo


Rizky penasaran dengan Number of Number


'apa itu number of number?' Tanya Rizky kepada potreo


[Hanya sebuah Skill Memori yang dimana anda mengetahui beberapa nomor penting yang dapat anda hubungi dikala Darurat!] kata Potreo


'Baiklah kalau begitu. Potreo. dapatkan aku Number of Number!' titah rizky kepada potreo


[Selamat Tuan! Anda mendapatkan Skill Number of Number! Semua Nomor penting akan masuk ke dalam memori anda!] kata dari notifikasi tersebut


Rizky hanya sedikit gemetaran saja tapi tidak merasakan sakit


'kok aneh ya? Kenapa tidak sakit?' Tanya Rizky yang kebingungan


[Ini hanya beberapa nomor saja. Kepada siapapun nomor yang tertera kepada memori itu. Percayalah kepada saya. Tuan! Orang yang ditelpon oleh anda akan melalukan apapun untuk anda tapi itu berlaku hanya 1 hari setelah pemanggilan tapi berdampak selamanya! Jadi saya berharap anda berhati-hati!] kata Potreo mengingatkan hal tersebut.


'Baiklah. Mari kita lihat... A---P---Apa! Apaaan ini? Nomor Telepon President USA. Nomor Telepon President Korea Selatan. Nomor Telepon Kaisar Jepang. Nomor Telepon President Tiongkok. Nomor Telepon President Rusia. mengapa ada nomor pribadi pemimpin dunia di dalam otakku!' kata Rizky teriak terkejut dalam mobilnya


[Tenangkan diri Anda. Tuan! Anda Harus Tenang. Yang sudah saya katakan. akan ada nomor tertentu dan penting tentunya yang dapat membantu anda. Tapi saya berharap anda tidak menyalahgunakan hal tersebut!] kata Potreo


'B--baiklah. Lupakan yang tadi. itu hanya terkejut sesat. Oh ya kenapa tidak ada Nomor Telepon President Indonesia ?" Tanya Rizky kepada Potreo.


[Mohon Maaf Tuan. Keamanan President Indonesia sangatlah ketat. Saya tidak dapat meraih hal tersebut. Sungguh saya maaf atas ketidak efisiensi nya saya!] kata Potreo dengan suara rendah seakan ingin menangis.


'Aish. Sudahlah. Tak apa. Sekarang aku hanya menelpon montir untuk datang!' Rizky kepada Potreo


Rizky langsung berenang di memori diantara nomor-nomor dan ia menemukan nomor montir.


Rizky pun menelpon dan telepon tersambung.


CS: Selamat Datang Di bengkel Auto BOSCH Jakarta. Ada yang bisa kami bantu?


Rizky terkejut jika ada seorang Perempuan yang rupanya seorang cs untuk menjawab panggilan telpon


Rizky: Maaf. mobil saya baru saja tertabrak. Apakah saya bisa melakukan perbaikan di Bengkel anda?

__ADS_1


CS: Mohon Maaf. Pak. Lokasi anda saat ini sekarang berada? Dan mobil anda bermerek apa? Agar kami dapat mengirim tim kami untuk menderek mobil anda ke tempat kami dan atas nama bapak siapa?


.


Rizky melihat sekitar dan ternyata tidak jauh darinya ada sebuah stasiun dan lalu ia menanyakan stasiun apa itu


"oh itu namanya stastiun Palmerah. Pak" ujar salah seorang warga


"baiklah pak. Terimakasih" kata Rizky


Rizky: saya tidak jauh berada di stasiun Kereta Palmerah. mobil saya bermerek Lexus IS 300 dengan warna Gold. Dan nama saya Adalah Rizky Maulana. Oh ya kira-kira tim bengkel nya berapa jam akan datang?



Ini Visualnya saat rizky berada di palmerah).


CS: baik bapak. Mohon ditunggu. Menurut lokasi anda dan lokasi kami. Kemungkinan kita akan menjemput mobil bapak sekitar 1 jam 10 menit. Kami mohon kepada bapak untuk menyiapkan asuransi atau sejenisnya agar dapat menanggung biaya perbaikan. kebetulan kami memang menerima biaya dari pihak asuransi pelanggan.


CS perempuan itu sangat menjelaskan Informasi sangat detail kepada Rizky.


Rizky: baik. Terimakasih. Kalau boleh tahu. Nama mba siapa ya? Jika tim penjemputan datang. Saya bisa tanya kepada mereka karena saya ini juga Membentuk keamanan mobil & diri saya


CS Perempuan itu mengerti dengan pertanyaan rizky yang khawatir dan dirinya sudah menduga kalau pria bernama rizky disebrang sana akan menanyai namanya


CS: Perkenalkan nama saya. Angelica Demila Mona. Saya Adalah Custom Service Auto BOSCH Jakarta. Tim menjemputan mobil anda akan segera datang. Mohon bersabar dalam menunggu.


Rizky: baiklah. Terimakasih.


Telepon dimatikan oleh rizky dan dirinya keluar dari mobil untuk mencari makanan karena hari sudah menuju sore.


"Mas. Kopi?" Tawar Pedagang kaki lima yang menggunakan Sepeda tersebut


"Tidak kang. Tapi esteh hangat saja" kata Rizky dengan tersenyum


bapak pedagang kaki lima itu tersenyum lalu menyiapkan teh hangatnya


"Ini mas. teh hangatnya" kata bapak pedagang kaki lima tersebut


"srrrsrupsrrup" rizky perlahan menyuruput teh hangat.


"Ahhh. Hangat sekali perut saya. ini tehnya enak sekali. kang" puji rizky tulus


Bapak tua itu hanya tersenyum mendengar pujian rizky


"itu PopMie berapaan. Kang?" Tanya Rizky


"ini 7 Ribu aja. mas" kata Bapak tua itu menjawab


"boleh pak. Seduh 1 untuk saya!" kata rizky


Bapak Tua itu langsung menyiapkan Popmie pesanan rizky.


Beberapa menit kemudian.


popmie telah terseduh dan rizky memakannya segera


"SsrrupSrrup-- ini enak banget" kata Rizky sambil memakan popmienya.


Bapak tua itu hanya tersenyum.


Rizky melirik bapak tua tersebut


"bapak bisa masak?" Tanya Rizky spontan


"B--bisa. mas. Ada apa ya?" Tanya Bapak tua itu gugup


Entah apa yang membuat bapak tua itu gugup tapi rizky tidak perdulikan tersebut


"tidak pak. saya hanya merasaka ada chrimistri diantara saya dengan bapak. Kalau saya merasakan dapat membuka resturant sukses bersama bapak" kata Rizky


Bapak tua pedagang kaki lima itu sedikit tersenyum karena ia tidak terlalu berharap.


Tin


Tin


Rizky menoleh dan ternyata itu adalah tim penjemputannya. Ia terkejut melihat tim penjemputan mobilnya begitu cepat.


"berapa pak?" Tanya Rizky

__ADS_1


"Teh hangat. 3 Ribu Sama popmie 7 ribu jadi semuanya adalah 10 ribu" kata bapak itu tersenyum


Rizky mengambil dompetnya dan ketika melihat dompetnya ia menyesal belum menukarkan uang pecahannya


"M--maaf pak. Ini uangnya" kata rizky dengan gugup


"Aduh mas. Tidak ada uang kecil? Saya baru 1 jam keluar dari rumah. belum ada menghasilan pertama" kata bapak itu terkejut melihat uang lembaran 100 ribu merah yang terpampang wajah Bung Karno & Bung Hatta.


"Gapapa. mas kalau gak uang kecil. Biar saya gratisin aja" kata Bapak tua itu mengambil jalan tengah.


Ya itulah resiko baru keluar dari rumah untuk perdagang karena belum ada kembalian


"eh tidak pak. Jangan. Gini aja. Bapak ada berapa di kantong?" Tanya Rizky


Rizky tidak enakkan kalau tindakan bapak tua itu. Karena dirinya sendiri pernah merasakan susah nya mencari uang


"Hanya ada 30 ribu. mas. Itu aja uang penghasilan kemarin. Hehe" kata bapak tua itu sedikit ketawa karena malu.


"Yaudah kembaliin saja 30 ribu. Saya tidak menerima penolakkan!" kata rizky


Bapak tua itu akhirnya tak bisa melawan dan akhirnya rizky membayar 10 ribu dengan uang 100 ribu dan kembaliannya adalah 30 ribu. sebenarnya rizky tidak mempersalahkan adanya kembalian tapi jika ingin bersedekah pun tidak boleh secara frontal


"Apa tidak apa-apa mas? uang mas nya masih ada 70 ribu. Di saya. mas bisa kembali besok ketika saya memiliki uang tersebut?" Tanya Bapak Tua


"tak apa-apa pak. Anggap 70 ribu itu. Titipan Tuhan kepada saya untuk bapak. itu rejeki bapak. Gak boleh menolak rejeki" seru rizky


Bapak tua itu hanya senyum menangis melihat kebaikan rizky


"mas. Boleh saya peluk mas? Sungguh saya bahagia hari ini. Karena mas. Saya bisa menutup biaya nebus obat untuk anak saya!" kata Bapak tua itu menjelaskan.


rizky membuka tangannya lebar-lebar setelah mendengar keinginan bapak tua itu


Greep!


Bapak tua itu memeluk dan sangat hangat memeluk rizky


"Terimakasih mas. Terimakasih!" kata bapak tua itu menangis


"Tak apa-apa. Ini kartu nama saya. Katakan kepada anak bapak. Kalau sudah sembuh. Berikan saja kartu nama ini dan katakan Jika ingin bekerjaan. Silahkan hubungi nomor di kartu ini" kata Rizky menyerahkan kartu nomor Asistennya. Yaitu Ava.


Bapak Tua itu mengambil kartu nama itu dengan tersenyum


"baiklah mas. Bapak izin pamit untuk membayar obat yang tersisa... Permisi!" kata bapak tua tersebut


Setelah kepergian bapak tua. pandangan rizky sudah melihat mobilnya sudah diangkat di mobil derek.


"Tuan Rizky!" kata Salah satu Pria dari tim penjemputan


"eh? Kamu tahu saya?" Tanya Rizky


Rizky kebingungan dengan apa yang terjadi


"bagaimana saya tidak tahu nama seorang pemilik Perusahaan tempat saya bekerja. tolong jangan bercanda kepada saya. Tuan Rizky!" kata Pria tersebut


'balqis. Apakah aku memiliki Atas Perusahaan Auto BOSCH Jakarta?' tanya Rizky kepada balqis


[setelah saya mengecekkan. Benar. PT Auto B**osch Indonesia** atas Kpemilikkan Atas nama anda untuk perusahaan cabang Di Indonesia] kata Balqis.


Rizky terkejut mendengar hal tersebut dan tidak menyangka dia membeli perusahaan cabang yang berada di indonesia


'Balqis. Apakah kamu punya informasi dasar Auto Bosch indonesia ini?' Tanya rizky kepada Balqis


[PT Auto Bosch Indonesia adalah cabang Perusahaan yang induk perusahaan berada di naungan Auto Bosch Service dari Jerman. Dengan kuartal pertahun sekitar Rp: 1.7 Triliun Rupiah] kata balqis


Pria itu melihat tuan barunya sedikit pun tidak bergerak


"Maaf Tuan. Apakah saya boleh memperkenalkan diri?" Tanya Pria itu


"Oh ya silahkan" kata Rizky yang langsung sadar dengan orang didepannya


"perkenalkan nama saya Adalah james Delima **" kata James


"Delima? Apakah anda memiliki kerabatan ikatan dengan Angelica Delima Mona?" tanya Rizky


"benar Tuan. Saya adalah ayah dari anak bernama Angelica yang tuan sebut!. Anak perempuan saya bekerja sebagai CS karena anak perempuan saya hanya lulusan publik speaking dan belum alih dalam dunia bisnis maka terpaksa saya memperkerjakan dibidang tersebut" kata James dengan menunduk malu.


"Tak perlu malu. Aku suka dengan ayah yang memperhatikan anak nya yang kurang dalam bidang tertentu tapi masih mensupportnya. Jangan malu. Kamu adalah ayah yang terbaik untuk putrimu. Lanjutkan" kata Rizky


...----------------...

__ADS_1


...BYE...


...----------------...


__ADS_2