
disebuah Hutan
"apa kamu yakin rencana ini berhasil?" Tanya ??? Kepada ???
Tentu saja orang ditanya itu bersikap santai dan sambil duduk
"senjata tak perlu khawatir dan penyusup kita memang diantara mereka" kata ??? (ditanya)
Kedua pun tertawa dan menatap langit bersama - sama
- Jakarta. 8:30 pagi
Eva sedang berada di kantornya. Balqis Group kini berjalan pesat dan merajai setiap bisnis di lini ibu kota Jakarta
"Nurul. apa agenda saya hari ini?" Tanya Eva
"Nona Eva. Hari ini agenda anda adalah bertemu dengan Ketua DPRD Jakarta" Kata Nurul..
Eva yang mengetahui agendanya masih terkaitan dengan orang-orang pemerintahan yang membuat dirinya malas bertemu
Eva turun dengan lift khusus dan menuju Kantin Kantor
"Selamat Pagi Nona Eva" Salah satu penjaga gerai di kantin kantor
"pagi. Tuti. Bagaimana ? apa kamu betah disini?" Tanya Eva dengan ramah
"Tentu Nona Eva. Sangat berbeda dengan saya menjual makanan-makanan ini dipinggir jalan lampu merah akan tetapi saya bersyukur ditemukan oleh anda" kata Tuti dengan tersenyum
__ADS_1
Tuti adalah penjual nasi uduk dari berbagai lauk pauk yang cukup murah tapi menggenyangkan perut dan pertemuan antara Tuti & Eva adalah hal yang tidak disengaja atau takdir yang menolong tuti melalui eva.
...-Flashback-...
Pada waktu itu Eva keluar dari Ruang Rapat dikarenakan dirinya tidak di hargai sebagai CEO sekaligus perwakilan dari Pemimpin Perusahaan yaitu adik angkatnya. Rizky akan tetapi hal itu tidak bisa menyingkirkan betapa jahatnya mulut para direksi dan investor yang meragukan akan hal tersebut.. Eva keluar menggunakan lamborghini merahnya dan menuju entah kemana..
Disaat lampu merah tiba-tiba Eva tak sengaja melihat seorang ibu - ibu tua menjajakan nasi uduknya dalam kemasan yang rapih dalam kotak yang ditutup rapat
"Bu. Saya beli 1 nasi uduknya. Berapaan?" Tanya Eva dengan tersenyum
"murah dek. Hanya 10ribu dan isinya ada nasi uduk dengan Telur rebus yang didampingi tempe orek pedas dan berkedel kentang serta ayam goreng dada dan juga saus sambel merah pedas dan tidak lupa dengan air putih 2 gelas" kata ibu penjual
"Saya beli 3 aja ya. bu" ralat Eva
Ibu-ibu penjual itu langsung tersenyum dan memberikan 3 nasi uduk dalam bungkusan kotak dan juga eva memberikan 100 ribu merah
"maaf dek. Ibu belum ada kembaliannya" kata Ibu
Eva yang tak mau melunturkan senyuman indah milik sang ibu penjual nasi uduk itu pun langsung memberikan uang merah tersebut
"Ambil aja bu" kata Eva
Eva pun kembali berjalan dikarenakan dirinya sudah dikalson banyaknya mobil dan kendaraan lain di belakangnya
"Woii jalan!" Teriak salah satu pengguna mobil dengan klasoonya.
Eva menuju sebuah taman untuk memparkirkan mobilnya..
__ADS_1
Dikala mobil sudah parkir sempurna kini saatnya eva menikmati makanan nasi uduknya dalam mobil lambonya
HAMP(suara melahap ya)
Eva langsung dikejutkan dan mulai teringat tentang masakkan ibu kandung nya tersebut
Eva melihat bungkusan kotak tersebut dan melihat ada sebuah nomor telepon yang tertera serta nama nomor tersebut
"Tuti ismi tiari" nama dari nomor tersebut
Eva begitu melahap nasi uduk tersebut hingga 2 bungkus telah dilahap olehnya
Eva menyisakan 1 bungkus kotak nasi uduk untuk ayahnya dan saat menyalakan mobil lambonya
"priiiiitt. Ya Teruusss!" seorang pria dengan seragam hijau kuningnya
Eva yang melihat itu sedikit kesal karena dari awal dirinya parkir didepan taman tersebut tidak ada satupun tukang parkir disana tapi ketika dirinya keluar tiba-tiba melihat seseorang dengan tongkat merah menyala dan sebuah peluit yang dibunyikan.
Eva pun kembali mundur dan melihat isi dompetnya yang tak ada satupun isinya recehan semua kecuali hanya uang 100rb sebanyak 6 lembar tersebut..
Eva pun berisiatif untuk memberikan nasi uduk yang seharusnya diberikan ayahnya tetapi memilih menggunakan untuk tukang parkir tersebut
...----------------...
...BYE...
...----------------...
__ADS_1