Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Kau Bukan Khilaf Tapi Bodoh!


__ADS_3

"Panggil Manajer mu sekarang!" Titah Rizky yang mulai menunjukkan siapa yang berkuasa ditempat itu


Ife yang mendengar itu sontak panik. Keringat dingin. Tidur tak sleeping. Sikukunyah. Malaria. Kejang-kejang(oke cukup).


Yeni adalah karyawati yang baik dan teladan itu pun menuruti perintah Rizky dan pergi menuju ruangan kecil khusus manajer berada.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" suara didalam


"ada apa. Yeni?" Tanya Pria berbadan gemuk yang masih fokus akan berkas-berkas dimejanya


"Tuan Manajer. di luar ada pelanggan berhasil membeli Sepatu Air Jordan yang termahal itu. Dan kini dia komplain atas pelayanan yang tak maksimal dan meminta anda untuk datang menemui nya" kata Yeni menjelaskan situasi di luar


Badan Gemuk pria itu langsung panik dan langsung bertanya kepada Yeni


"Air Jordan jenis apa yang pelanggan itu beli?" Pria Gemuk Itu bertanya

__ADS_1


"Air Jordan 1 Mid light smoke grey. Yang berkisaran harga pasar internasional 8 Miliar dan dia membayar cash penuh" kata Yeni menjawab


(sebenarnya harganya 4 Jutaan. Tapi saya adalah fans berat dari Michael Jordan. Jadi gapplah ya 8 miliar. Its okay lah ya?).


BRAK


Terkejutnya Pria Gemuk itu hingga mematahkan Kursi legendnya.


'orang kaya mana lagi yang keluar dari tempat mereka bersembunyi?' gumam Pria Gemuk penasaran.


"Bawa aku kesana!" kata Pria Gemuk itu.


Yeni pun keluar diikuti oleh sang manajer. Langkah kaki keduanya membuat Ife menarik nafas dalam-dalam.


"Tuan Manajer. Dia lah yang membeli Air Jordan di toko kita. Siapa tahu penampilan sederhana membuat orang terpukau" kata Yeni memuji dengan tulus dan jujur.


Rizky tersenyum mendengar pujian tersebut karena ia tahu Yeni memuji itu tulus.


"Tuan Pelanggan. Terimakasih telah membeli Air Jordan di Toko kami. Sungguh jujur kami kesulitan menjual barang mahal seperti itu. sungguh kami berterimakasih. Dan Yeni telah menjelaskan apa yang terjadi. Sekiranya saya boleh tahu pelayanan apa yang kurang dari kami?" Tanya Sang Manajer.


"Dia (menunjuk Ife). Dia yang membuat hampir tidak membuat saya tidak mengeluarkan uang saya di toko anda. Dia yang merendahkan. Menghina dengan tatapan jijiknya kepada saya. Saya seperti orang yang paling rendah di matanya. Saya minta kamu pecat dan kamu selamat. Tapi jika kamu tetap memlihara pelayan sepertinya artinya kamu tak akan melihat hari esok!" kata Rizky menjelaskan situasi dengan iringan ancaman kepada Manajer.

__ADS_1


GLUK!


Manajer yang mendengar itu hanya bisa menelan dalam-dalam salivanya dan dirinya tak berani mengambil keputusan bodoh.


"Ife. Kau ku PECAT! Kemasi barang mu dan ambil pesangon mu!" Teriak Manajer Kepada Ife.


Ife yang mendengar kata - kata kramat itu pun terkulai lemas


"T--Tuan. Mohon jangan pecat saya. Saya khilaf Tuan. Saya tidak mengulangi kembali!" kata Ife mencoba membela


"Khilaf? Bodoh! Kamu saja melakukan hinaan dan tatapan jijik mu itu kepada saya secara sadar dan kamu juga mau di bodohi dan dihasuti oleh pria miskin sepertinya!. Kau bukan Hilaf. Tapi Bodoh!" Cerca Rizky menyerang Ife.


Ife hanya menunduk lemas dan mengakui bahwa sekarang dirinya seperti tertimpa keruntuhan langit dalam sekejap.


"Dan kamu. Rosid. Saya tidak peduli dosa dan kesalahan apa yang saya miliki ke kamu. Tapi sekali lagi kamu menghina dan berada didepan mata saya. jangan harap bisa melihat dunia dengan tenang!" kata Rizky mengancam dengan keras.


...----------------...


...BYE...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2