Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Dosen


__ADS_3

Rizky telah mengantarkan Noir ke Supermarket tapi semenjak menghantarkan noir dirinya mulai perpikir


'mungkin lebih baik membeli truck pribadi agar noir tidak kerepotan. Kasihan tubuhnya sudah tua tapi Harus melakukan pekerjaan berat' gumam Rizky


[Sepertinya anda sudah memutuskan Permintaan anda hari ini?] kata Balqis


'Baiklah. Aku ingin sebuah truck pribadi serta Supirnya untuk menghantarkan Noir perbelanja. Aku kasihan kepada nya kalau setiap bulan dia harus ke supermarket. Lebih baik ada truck pribadi untuk membantunya dan aku yakin itu akan lebih ringan' kata Rizky kepada


[Permintaan Anda Terkabul! INTERNATIONAL LONESTAR Seharga 1.5 Miliar Rupiah] Kata Balqis



contohnya)


Rizky yang melihat visual & harganya pun masih sedikit terkejut


'seperti yang ku kira dari balqis' kata Rizky berusaha memuji Balqis.


-Sisi lain


Noir telah selesai dengan belanja nya dan mengeluarkan Handphone untuk memesan truk agar belanjaannya dapat dibawa dengan aman.


"Tin Tin!" Suara klason yang melegar


Noir yang notabennya adalah pria lansia terkejut mendengar itu hingga Handphonenya terlempar tanpa sengaja


PRAK


'Handphone ku!' kata noir sedih dengan kehancuran handphonenya


seorang turun truk hitam pekat itu lalu menemui Noir


"Apakah anda. Tuan Noir?" Tanya Supir Yang perawakkan Pria muda sekitar 27 Tahun


"Ya saya. Ada apa?" Tanya Noir dengan kewaspadaan tinggi


"maaf tuan noir. Saya adalah Wabe. Saya adalah supir truk yang telah diperintahkan oleh Tuan Rizky untuk menghantarkan barang-barang belanjaan yang penuh itu" kata Wabe menunjuk sebaris kereta belanjaan.


"apa!? kamu datang atas perintah Tuan Rizky?!?" Kata Noir dengan nada tidak percaya.


Wabe yang mendengar itu segera menampilkan pesan singkat antara wabe dan rizky.


Noir yang melihat itu pun mencoba percaya


"baiklah. Bawaka semua ini Ke dalam kontainer? T-tapi ini sungguh truk & Kontainer yang besar!" kata Noir


Tiin


Tiiin


"Hei sialan! cepatlah. Sadar diri truk kalian menghalangi jalan! Minggir aku mau keluar!" kata costumer supermarket yang hendak ke pintu keluar.

__ADS_1


"Kalian mengapa diam aja? Lebih baik cepat bantu kami memasukkan belanjaan ini!" kata Wabe dengan nada tegas.


Sontak karyawan Supermarket pun melakukannya


3 menit kemudian


semua kereta belanja telah kosong. Total kereta belanja adalah 30 Dan didalam kontainer ternyata belum apa-apa!


-balik lagi ke rizky.


Rizky dengan mobil lexus IS 300 ternyata masih menarik perhatian para mahasiswa/i saat mobil itu mulai masuk ke pintu gerbang.


"Mohon Kaca Mobil Di Buka!" Imbuhan terlihat sebelum masuk ke palang pintu masuk universitas tersebut


"Selamat Pagi. Pak. keperluaan apa hari ini?" Tanya Satpam itu ramah


"selamat pagi juga pak. Ini saya mau melamar pekerjaan sebagai Dosen. Apakah saya bisa masuk?" Tanya Rizky


Satpam itu pun meminta beberapa identitas Rizky.


"Mohon Izin pak. Sebagaimana peraturan kampus. Apabila ada orang baru atau belum pernah masuk ke universitas kami. sementara KTP bapak akan kami tahan selama bapak berada di lingkungan Universitas kami. Apakah bapak tidak keberatan?" Tanya Satpam itu menjelaskan


"saya tidak keberatan. Toh saya ini mencari pekerjaan bukan mencari masalah" kata Rizky sambil tersenyum ramah


"Baiklah. Parjo. Buka Pintu palangnya buat mobil ini!" Teriak satpam itu kepada rekannya


Parjo pun melaksanakan perintah dari temannya tersebut dan menekan Enter pada keyboard untuk membuka palang


Rizky pun tersenyum lalu menjalankan mobilnya kembali.


Rizky memarkirkan Mobilnya di tempat Parkir khusus pengunjung.


"Permisi Kak. Ruang Rektor dimana ya?" Tanya Rizky dengan kacamata masi bertengker di matanya


Perempuan yang ditanyai oleh Rizky hanya terdiam karena melihat ketampanan yang dimiliki oleh Rizky.


"Kak? Halo? Permisi!! ?" kata Rizky sambil melambai² di depan mata perempuan tersebut


"Ahh Maaf. Disebelah Utara dari kita berdiri" kata perempuan itu lalu lari karena malu


Rizky yang melihat tingkah perempuan tersebut hanya bengong saja


'Lupakan saja. Yang penting ruangan rektor sudah diketahui' kata Rizky


Rizky menuju utara Dan disana Tertulis Ruangan Rektor


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Masuk" kata pria di dalam


Rizky pun membuka pintu dan sudah terlihat pria tua berkacamata


[Tuan. Lihat kakinya] kata Balqis


Rizky yang bingung dengan apa yang dikatakan balqis. Dirinya pun melihat dan alangkah terkejut.


'Sial ternyata bukan waktu yang tepat!' Gumam Rizky


Rizky melihat sesosok kaki perempuan indah dan rizky sudah mengetahui apa yang dilakukan perempuan tersebut


"Maaf Pak. Saya Rizky. Pelamar online yang baru saja kemarin saya ajukan" kata Rizky memperkenalkan diri.


"Oh Anda Pak Rizky. Silahkan duduk. Maaf saya tidak bisa berdiri karena badan saya masih sakit. Haha mohon maklumin" Pria tua kacamata itu beralasan


"Hyuumm. huummm" perempuan di kolong meja terus mengasah Sang pahlawan dari pria tua kacamata tersebut.


Pria Tua kacamata terlihat merem-merem melek


"Apa Anda baik-baik saja. pak?" Tanya Rizky


"Maaf. Ini biasa kaki saya kesemutan saja. Oh ya mana CV anda?" kata Pria Tua kacamata itu berburu-buru


Pria Tua kacamata itu masih bersikap formal dan berusaha ramah di depan Rizky walaupun dibawah sana sedang diasah.


"Setelah saya melihat ini. Jujur kami belum bisa menerima Anda sebagai dosen kami. Karena persyaratan dari Menjadi Dosen. Anda harus lulus S2 tetapi anda disini lulusan S1 Jurusan Hukum dan alasan lainnya adalah anda masih muda. Saya rasa belum saatnya menerima anda. Mohon maaf" kata Pria Tua kacamata itu jujur.


Rizky pun menghelas nafas


"baik pak. terimakasih atas luang waktunya" kata Rizky.


Pria Tua Kacamata itu mengangguk dan mengembalikan CV milik Rizky


"Maafkan saya dan semangat untuk mendaftar di universitas lain. Saya berharap anda mendapatkan pekerjaan di tempat yang lebih baik" Doa Pria Tua kacamata tersebut.


Rizky pun keluar.


"ahhkkh. Akhirnya dia keluar. Siapa itu? Pak?" Tanya Perempuan itu berdiri dari mengasah sang pahlawan


Perempuan dengan kancing terbuka dan body bak sepatula itu hanya melirik pintu masuk ruangan ini


"hanya pelamar kerja. Ayo lanjutkan saja" kata Pak rektor.


"Aku lelah. Aku akan melakukannya nanti. Okeh?" kata perempuan itu bersiap-siap untuk pergi


Lelah dirinya mengasah pedang dan melayani pria tua kacamata itu. Jika kalau bukan karena Nilai dan dukungan selama berada di kampus. Dirinya tidak mau melakukan hal menjijikkan hal tersebut


...----------------...


...BYE...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2