
Acara Reunian akan diadakan 2 hari itu bertepatan dengan hari sabtu.
-Kamis. 7:30
"Selamat pagi. Pah. Bagaimana tidur papah. nyenyak?" Tanya Eva dengan nada khawatir
Bima tersenyum dengan air mata yang lolos begitu saja
"Mengapa. Mengapa Tuhan. aku berakhir menjadi Ayah & Pria yang tak berguna" kata Bima menyesali semua yang ia telah lakukan kepada putrinya
"Papah tidak salah. Hanya Saja Papah salah jalan tapi Tuhan Yesus telah mengarahkan papah kembali kejalan yang benar. Sudahlah pah jangan menangis" kata Eva dengan tersenyum untuk menghibur sang papah.
"Maafkan papah. Nak. Papah telah terlalu kejam untuk kamu selama 5 tahun ini. mohon pukul papah mu yang tak ada disamping mu selama 5 tahun" kata Bima yang menunduk karena malu bersitatap dengan putrinya tersebut
Eva menghelas nafas lalu menghirup udara segara dan tangannnya mulai mengudara
"sebenarnya aku marah dengan papah. Tapi aku tetaplah seorang perempuan. aku butuh perlindungan pria yang selalu ada untuk ku. dan aku selalu berharap bahwa papahlah yang menjadi pria yang pertama bagi ku untuk memulai kehidupan baru kita. Aku ingin sekali menampar papah dan menumpahkan air mata dan kemarahan ku. Tapi semua itu sirna. Karena jika aku melakukannya. Lalu aku apa bedanya dengan papah?. Tolong pah. Beri aku kasih sayang mu walaupun hati ku masih dendam atau benci tapi ketahuilah pah. Cinta seorang anak tak akan terputus walaupun terpisah dalam beberapa tahun atau kematian" kata Eva.
__ADS_1
Bima yang mendengar itu semakin menyesal dan menyesal. Dan disepanjang malam sebelumnya. Dirinya tak bisa tidur karena merasa dihantui oleh rasa penyesalan tak mungkin akan dimaafkan oleh putrinya.
"Putri ku. Eva. apakah papah masih pantas memberi mu kasih sayang? Apakah papah masih pantas disisi mu sebagai panutan mu?" kata Bima sambil menahan air mata
Bima berumur 75 tahun tapi Dirinya bertingkah seperti Anak 20 tahun didepan putrinya. Dirinya tak bisa bersikap dewasa didepan anaknya karena anaknya yang begitu cantik dan lucu membuat siapapun bertekuk lutut dihadapannya.
"Pah. Papah masih pantas. baiklah. Ayo kita sarapan. Disana ada pria yang memiliki Villa ini ingin bertemu dengan papah" kata Eva sambil bangkit
Eva membantu Papahnya untuk bangun secara perlahan disaat bima sudah berhasil duduk. Terdengar sebuah suara.
"Tak perlu. Anda bangkit. Saya sudah berada disini" kata Rizky
sreeet(mengambil kursi dan duduk)
"Pah. Kenalkan. Pria itu adalah Adik Angkat ku. Orang inilah yang selama kemarin eva ceritakan. Sudah tinggal bersamanya selama 2 bulan. Tanpa pria ini. Eva bisa kabur dari jeratan dari perempuan sialan itu" kata Eva
Bima pun membungkuk di kasurnya.
__ADS_1
"Anda tak perlu membungkuk. Beristirahatlah. Kakak jangan lupa beristirahat juga" kata Rizky
"Terimakasih dan mohon maaf jika Eva Merepotkan anda. Maafkan saya karena kita bertemu di kondisi yang tidak tepat" kata Bima sambil membungkuk
"Saya senang bertemu dengan anda. Pak Bima" kata Rizky
Bima menggelengkan kepala
"aku lah yang senang bertemu dengan mu dan terimakasih atas yang telah kamu lakukan terhadap putri saya. Belum bisa saya membayar apapun yang anda lakukan kepada eva. tapi izinkan saya melakukan sesuatu untuk mu" kata Bima dengan suara lembut
Rizky pun menghelas nafas lalu menyendarkan tubuhnya dan melihat langit-langit kamar.
"Bolehkah saya memanggil anda Papah sama halnya dengan eva?" Tanya Rizky.
...----------------...
... BYE...
__ADS_1
... ----------------...