Sistem Perintah

Sistem Perintah
Balqis's Sistem - Jonathan


__ADS_3

Som & Manto telah memantau keberadaan Belina.


"apa kata bos?" Tanya Manto


"Bos kata. Kita cukup pantau dulu dan bos yakin kalau orang yang bos inginkan keberadaannya hilang dari muka bumi ini harus bersama dicari seakar-akarnya" balas Som


-Sementara itu di Bandara Soekarno Hatta


"Nak. kalau sudah sampai. kabari kami dan hati-hati di negeri orang juga jangan sembarangan nerima yang tidak kamu tahu" kata Bima memberikan wejangan kepada Rizky


"Dengerin ya dek apa kata ayah. jangan bandel-bandel di negeri orang" kata Eva ikut menasehati rizky.


Rizky hanya bisa tersenyum dan mengangguk.


"kalian tak perlu khawatir. aku Rizky Maulana selalu berusaha berhati-hati dalam langkahnya. hahaha" kata rizky dengan terkekeh.


Tiba sesosok 2 pria dan perempuan itu menghampiri rizky sekluarga


"apakah anda Tuan Rizky?" kata pria kekar 1 bertanya


"Benar. siapa kamu?" kata rizky berbalik bertanya


"perkenalkan. saya ode dan dia Melisa. kami di utus oleh Tuan Rasyid orang kepercayaan Tuan Jonathan. kami diutus untuk menjemput anda hingga menemui tuan jonathan" kata Ode memperkenalkan diri dan maksud tujuan mereka berdua menghampiri Rizky

__ADS_1


"bagaimana saya bisa percaya bahwa anda berdua adalah utusan Tuan jonathan?" Tanya Rizky dengan waspada.


ode memberi arahan kepada Melisa agar menunjukkan jika mereka berdua adalah teman dan utusan


"ini adalah phone sekali pakai. gunakan untuk menelpon Tuan Jonathan setelah itu segera buang. karena telepon itu hanya sekali pakai dan akan meledak ketika telah dipakai" kata Melisa memberikan handphone tua seperti nokia jika dimiripkan.


Bima & Eva yang mendengar percakapan mereka hanya bisa untuk tidak ikut campur selama rizky tidak disakiti.


Rizky pun menelpon dan menunggu beberapa detik saja sambungan telepon sudah tersambung.


Jonathan: halo Rizky. aku tahu kamu akan menelpon karena kamu tidak percaya dengan utusan ku. aku tahu dan mengerti bahwa kamu hanya waspada. aku tunggu dirimu di White House. cepatlah untuk kita mengobrol bersama


Rizky: Tuan Jonathan. senang saya mendapatkan surat undangan dari anda. saya harap kehadiran saya tidak menganggu waktu kerja anda sebagai president AS.


tuuut


tuuut


tuuut


Setelah itu telepon terputus.


Rizky memberikan kembali kpada melisa. segera melisa membuang handphone itu disalah satu tong sampah dari posisi mereka.

__ADS_1


"Baiklah sekarang anda sudah mempercayai kami?" Tanya Melisa dengan wajah datarnya


Rizky mengangguk dan berbalik arah kepada Bima dan Eva.


"Kak Eva. Ayah. Jemputan Tuan Jonathan telah datang. Aku akan bersama mereka untuk menemui Tuan Jonathan. Doakan aku membawa hasil yang positif dan selamat" kata Rizky


"kami selalu mendoakan keselamatan mu. Nak" kata Bima dengan senyuman khas nya.


"Aku sudah siap. Tolong pimpin jalannya" kata Rizky dengan melambaikan tangan kepada Eva & Bima.


"Kemana anda berdua membawa saya? Bukan kah pintu tiket saya gerbang 10. Ini sudah bukan gerbang 10?" Tanya Rizky dengan sedikit takut dan memberikan kewaspadaanya bertambah


"Anda tak perlu khawatir Tuan Rizky. Keberadaan anda menemui President Jonathan Atau Tuan Jonathan harus di rahasiakan oleh publik dan dari negara manapun" Kata Ode


"Dan kita tidak menggunakan Pesawat komersial. Jet VAa54 VVIP siap membawa anda untuk menemui Tuan Jonathan


Rizky hanya sedikit tercengang saat mendengar dirinya akan menggunakan Layanan VVIP. Business class aja belum ia coba sebelumnya. Jika kedua orang ini tak ada. Mungkin Rizky sudah menikmati fasilitas mewah bisnis class.


...----------------...


...BYE...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2