
Rizky melajukan mobil nya dengan santai karena ia ingin menikmati setiap detik moment bersama mobil dan menikmati AC Alam yang di nikmati nya
Mobil rizky harus berhenti di sebuah lampu Merah
"Permisi pak/mas.
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk barsamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya" Seorang Pengamen Remaja yang suaranya enak di telinga.
Rizky melihat Remaja itu emang sedikit sama usianya akan tetapi takdir keduanya berbeda
"Suara mu bagus" kata Rizky memuji dan memberikan uang selembaran 100rb
"Makasih Mas" kata pengamen Remaja sambil menunduk terimaksih.
"Tunggu. Ini Adalah Nomor Pribadi saya. Jika kamu butuh sebuah pekerjaan dengan terkaitan nyanyi. Saya tahu tempat cocok untuk kamu. Hubungi saya jika kamu perpikir hal yang sama" kata Rizky memberikan kartu bisnis nya.
Remaja itu hanya mengangguk dan berkata
"Makasih Mas. Nanti saya akan hubungi" kata Remaja
Rizky mengangguk dan melajukan mobilnya kembali karena lampu sudah berwarna hijau.
2 jam kemudian
Lexus IS 300 telah sampai di markas besar Freeport.
"Maaf Pak. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Sekuriti tersebut
"Oh ya. Saya ingin masuk karena ada rapat dengan para direktur. Bisa bukakkan pintu masuknya?" kata Rizky dengan ramah
Kedua sekuriti itu sedikit bertanya-tanya tentang siapa rizky sebenarnya
"Maaf Tuan. Apakah Ada bukti tentang apa yang anda ucapkan? Kami mohon kerjasamanya" kata Sekuriti itu dengan ramah
Rizky pun mengangguk dan menelpon
Rizky: Selamat siang. Aku Rizky Maulana. Pemilik Saham 90% persen. Apakah nomor ini atas Ilham ?
Ilham: T--Tuan Rizky. y--yyyy--ya benar nomor ini adalah milik saya. Apakah ada yang bisa saya bantu?
Rizky: saya didepan pintu masuk akan tetapi saya menelpon anda untuk membuktikan kebenaran ucapan saya kepada sekuriti anda. Anda bisa bicara.
Rizky pun menyerahkan handphonenya tersebut kepada sang sekuriti
Sekuriti 1: Halo pak. aku---
Ingin sekuriti itu menjelaskan sesuatu akan tetapi terpotong.
Ilham: Halo Bapak mu! apakah kamu tahu orang yang kamu tahan di pintu masuk itu adalah orang penting! Dia pemilik Dari 90% saham. Ahh kamu tidak akan mengerti. Lebih baik cepat biarkan orang penting itu masuk sekarang !
Sekuriti 1 yang mendapatkan omelan di siang hari hanya bisa diam saja dan sedikit terkejut akan orang yang didepannya ternyata orang penting.
Sekuriti 1: B--baik pak. Saya laksanakan
Sekuriti itu kembalikan handphone milik rizky.
Rizky: Jangan Terlalu keras kepada sekuriti anda. Tuan Ilham. Bagaimanapun dia melaksanakan tugas yang baik.
Ilham: Haha Tuan Rizky bercanda. tolong jangan panggil saya Ilham Saja. Dan tentang sekuriti 1 itu saya tidak akan keluarkan bagaimanapun perintah anda adalah mutlak bagi saya.
Rizky tahu tentang arah pembicaraan Mutlak itu kemana dan ternyata ilham ingin menjilat kepadannya. Kemungkinan posisinya tidak ingin jatuh karena rizky seorang pemilik saham yang baru.
Rizky: Jemput saya di basement.
__ADS_1
Rizky ingin melihat seberapa ilham mau bertahankan posisi nya tersebut dan mulai sedikit menantangnya.
Rizky menutup telepon dan mobilnya menuju parkiran basement
-sementara di Ilham
Ilham yang mendengar orang penting itu ingin di jemput olehnya. Tanpa babibu dirinya langsung lari tanpa peduli tentang situasi orang melihat.
'Ayo Cepatlah!' gumam ilham sambil Menekan tombol lift secara terus menerus
'Persetan lift. Lebih baik tangga darurat!' gumam Ilham kesal.
Ilham yang berumur 40 tahun tersebut lari ke tangga darurat dan tidak peduli akan banyak tangga yang akan dilaluinya.
Terdapat lima lantai dan itu sedikit membutuhkan waktu dari ujung atas hingga bawah
BRAK.
Ilham langsung mendobrak pintu basement secara brutal dan akhirnya melihat sosok penting tersebut
"Ahh(kelelahan) T--Tuan(mengatur nafas) Rizky. Apakah saya tepat waktu?" kata Ilham yang sudah cukup kecapean.
Berbeda dengan rizky.
Rizky melihat kegigihan Ilham yang terbilang berumur tapi masi gesit dalam mengejar waktu
'aku tidak menyangka yang ku telepon ternyata lebih tua dari ku. Apakah sopan memanggilnya dengan nama aja?' gumam Rizky bertanya-tanya.
Ilham yang sudah berhasil mengambil alih kesadaran dirinya pun langsung melihat wajah Sosok penting nya
'Ap----Apa. apakah dia Orang yang penting baru ku telepon?' gumam Ilham penasaran
"Apakah anda Tuan Rizky?" Tanya Ilham penasaran
"Benar ini saya. Kalau anda tidak percaya. Silahkan lihat KTP saya" kata Rizky sambil memberikan ktpnya.
rizky sudah menduga tentang sosok Ilham yang mungkin belum mempercayai tentang dirinya yang masi muda.
"Baiklah. Mohon pimpin jalannya" kata Rizky.
Ilham senang bukan main karena sosok penting yang bernama rizky itu ternyata orangnya adalah humble dan gampang di ajak bicara.
'Nah Balqis. Apakah aku harus percaya dengan Pria Tua ini?' Tanya Rizky kepada Anda
[Tuan. Saya mempercayainya. Dan mungkin anda harus mempercayainya juga. Bagaimanapun 20 tahun mengabdi di perusahaan Freeport sudah seharusnya dipercaya. Dia sudah berjasa menghalau banyaknya Korupsi dan sejenisnya diperusahaan ini] kata Balqis
'Begitu ya? Apakah tidak-apa apa?' Tanya rizky dengan ragu
[Tuan. walaupun saya hanya sebuah sistem yang mengetahui segalanya dan bisa melakukan apapun tapi keberadaan saya tetap ada adalah anda. Jika Anda miskin. Saya bisa membuat anda kaya. Jika anda kaya. saya bisa membuat anda miskin. Saya tidak akan melakukan hal yang merugikan untuk anda karena anda tahu bahwa saya tidak bisa hidup tanpa sebuah inang(tempat) bukankah saya pertama kali berkata kepada anda bahwa saya sejenis parasit di kehidupan anda?] kata Balqis
'baiklah. Jika kalau kamu mengatakan hal tersebut. Dan maaf meragukan pendapat mu' kata Rizky
[Tidak masalah. kekhawatiran anda Adalah hal wajar] kata Balqis tidak mempersalahkan.
TING!
Pintu Lift telah di buka pada lantai 5.
banyak karyawan/ti melihat rizky bersama direktur utama mereka menjadi tanda tanya besar
"Siapa pemuda bersama Pak Ilham?" Ujar salah satu karyawan
pertanyaan karyawan tersebut tidak ada satupun yang bisa menjawab.
Rizky yang mendengar cicitan tentang mereka yang penasaran terhadap dirinya hanya bisa tersenyum.
"Tuan Ilham. apakah anda harus mengenalkan saya kepada Karyawan/ti anda? Melihat kepenasaran mereka membuat saya tidak tenang" kata rizky
Ilham menoleh kepada karyawan/ti yang disebut rizky. Dan benar saja banyak dari mereka yang mengintip dari balik meja mereka
"Ahem. Tuan Rizky. tolong jangan sungkan panggil saya Ilham saja. Bagaimanapun anda adalah atasan saya. Tidak enak jika saya diistimewakan seperti itu" kata Ilham
"baiklah Ilham. Maafkan saya. Saya khawatir antara kita. Memiliki umur yang berbeda. saya hanya penasaran apakah anda akan marah kepada saya jika saya sebut anda dengan nama saya. Bagaimanapun anda lebih tua dari saya" kata Rizky mengungkap kan rasa Gelisahnya
__ADS_1
"Hahaha. Tuan Rizky. Jangan khawatir. saya tidak akan marah. Bagaimanapun anda adalah atasan saya. Jika saya marah atas hal tersebut itu akan seperti kuburan bagi saya" kata Ilham Tertawa.
"Baiklah. Tuan Rizky. Saya akan memanggil para karyawan/ti setelah kita menikmati teh bersama" kata Ilham
Ilham ingin mengobrol dengan rizky karena ia juga penasaran mengapa sosok penting ini membeli saham freeport secara brutal.
"Silahkan Tuan Rizky untuk duduk. Jangan sungkan" kata Ilham mempersilahkan.
Ilham pun menekan tombol untuk memanggil sang asisten.
Sang asisten itu muncul dengan body spanyol dan wajah seperti Ciderella yang cantik dan putih.
'Astagfirullah. Muncul lagi godaan' Gumam Rizky sambil menunduk
"Tuan Rizky. Perkenalkan Dia Adalah Asisten saya. Viya. Perkenalkan dirimu" Kata Ilham kepada Viya.
"Selamat Siang. Tuan Rizky. nama saya adalah Viya. Saya adalah Asisten Pak Ilham. Mohon Bantuannya" kata Viya menunduk hormat
Rizky yang melihat sedikit belahan Dari Viya hanya bisa menelan salivanya.
'Astagfirullah. Astagfirullah. Astagfirullah. Ya Allah. Maafkan Hamba mu ini' Gumam Rizky beristigfar banyak-banyak.
"oh ya Viya. Tolong buatkan teh untuk say dan Tuan Rizky. Sekarang" Titah Ilham
"Baik Pak" kata Viya.
Viya pun keluar meninggalkan ruangan Ilham dan menuju ke tempat OB
"Ridhis. Cepat bikinkan teh 2 dan sisanya biar saya yang bawa" Titah Viya.
Ridhis adalah salah satu OB di Perusahaan Freeport dan mendengar perintah dari asisten bosnya pun ridhis lakukan.
"baik Nona Viya. Segera saya siapkan" kata Ridhis.
-balik ke rizky.
"Tuan Rizky. saya mewakili nama Freeport dan Pemerintah Indonesia. Berterimakasih atas pembelian saham 90% persen anda. Apakah ada sesuatu yang anda inginkan untuk perusahaan?" Tanya Ilham mulai professional
"Ilham. Saya hanya sebagai Penonton saja dan mengambil keuntungan saja. Jika memang diperlukan saya harus hadir. Maka hubungi saya. Dan keinginan saya adalah untuk anda tetap menjadi direktur utama perusahaan. Asal anda bekerja baik dan giat. Maka saya tidak mempermasalahkan hal tersebut" kata Rizky mengungkapkan apa yang ia katakan.
Rizky hanya lulusan S1 dari kejuruan Hukum mana mengerti dia mengurus sebuah perusahaan yang sudah sekelas internasional.
berbeda dengan Ilham. Dia sungguh senang mendengar hal tersebut.
"Terimakasih atas kepercayaan anda. Tuan. Sungguh saya akan bekerja & setia kepada anda. Dan ngomong-ngomong saya sudah mengaudit keuntungan tahun lalu(2019) dan saya akan mengirim keuntungan tersebut ke ATM anda. bolehkah saya mengetahui rekening anda?" Tanya Ilham.
Tok Tok Tok
"Masuklah" kata Ilham
"Pak Ilham & Tuan Rizky. Ini teh untuk anda. Mohon di nikmati" kata Viya dengan tersenyum.
Rizky pun mengangguk dan minum teh hangat pemberian Ilham tersebut
"Ini cukup enak. Apakah anda yang membuatnya?" Tanya Rizky
"Y--Ya Tuan Rizky. Benar saya yang membuatnya" kata Viya gugup.
Rizky hanya tersenyum
"baiklah Viya. Kamu keluar dulu. Ada yang saya mau bicarakan dengan Tuan Rizky" kata Ilham
Viya paham posisinya dan menunduk hormat lalu pergi.
"Ilham. Apakah kamu sudah punya istri?" Tanya Rizky the point
"Istri? Tentu saya punya. Tuan. Ada apa?" Tanya Ilham bingung
"Sebaiknya anda mengurangi berhubungan dengan asisten anda. Saya yakin. Istri anda setia menunggu anda. cinta dan setianya untuk anda. Saya harap anda tidak menduakan seorang perempuan dengan perempuan lain.. Maaf jika saya menasehati anda" kata Rizky
Nasehat Dari Rizky sedikit menampar Ilham dalam-dalam dan Ilham mulai mengingat perjuangan nya bersama istrinya di kala miskin dan tak punya apa-apa tapi istrinya tetap setia padanya
"Terimakasih Tuan Rizky. Saya sungguh berterimakasih anda telah menyadarkan saya. Saya akan akan ikuti nasehat anda" kata Ilham menunduk
__ADS_1