
Wartawan berlalu kini Rizky dibawa oleh Jonathan mengunjungi salah satu resturant Indonesia yang berada tidak jauh dari White House.
Mereka berdua menuju resturant itu dengan berjalan kaki sambil berbincang-bincang diiringi oleh cepretan Kamera.
"Hahaha. Kamu harus terbiasa. Rizky. Aku tahu kamu akan seperti ini suatu saat nanti" kata Jonathan yang tertawa melihat Wajah rizky yang terus berusaha tidak ingin di foto.
"Anda menyuruh saya untuk tetap rendah hati tapi bagaimana saya bisa rendah hati jika anda menerbangkan saya ke tempat posisi yang terkenal" kata Rizky memprotes
Jonathan pun tertawa mendengar itu
"Hahaha. Kamu Rizky. Dengarkan aku. Rendah Hati itu adalah sifat mu. aku tak peduli dengan sikap mu terhadap orang lain atau apapun itu karena sikap adalah sikap. Mereka tidak permanent. tapi berbeda dengan sifat. Dimana kamu harus mengolah sifat itu menjadi hal yang baik untuk dilihat. Dari sifat mu itulah akan menurun ke sikap. mengerti?" kata jonathan dengan menjelasan dan tetap saja cepretan kamera terus berdatangan.
"5 menit kemudian
mereka telah sampai dimana resturant itu berada.
" JL INF? singkatan apa itu?" Tanya Rizky
"Jonathan Limea Indonesian Food" kata Jonathan menjawab.
Para pelayan yang berada di resturant itu sontak kaget sekaligus terkejut jika Sosok penting itu kembali datang
'wadooh. banyak wartawan pula. Apa lagi yang dibuat oleh Tuan Jonathan?" gumam kepala koki Resturant itu
__ADS_1
seorang pria datang dengan pakaian rapi formal tiba dihadapan jonathan & Rizky.
"Mr. President. Bagaimana anda dan Mrs. Limea?" Tanya Pria itu mengulurkan tangan kepada jonathan
"Rave. Lama tak bertemu. aku baik dan istri ku pun juga. oh ya. Perkenalkan dia Rizky Maulana. Teman baik ku" kata jonathan menyambut jabat tangan.
'hadeh gini amat punya bos pelupa. Padahal dia sendiri datang 1 minggu lalu secara diam-diam' gumam Rave sedikit tersenyum getir melihat tingkah bos nya.
Jonathan menyudahi jabat tangan dan mata tetra nya menatap para awak media.
"kalian. Apakah akan tetap memfoto dan menerbitkan orang yang akan makan?" Tanya Jonathan dengan nada sarkas.
tapi wartawan adalah wartawan mereka pun tetap melakukan pekerjaan mereka dan itu tidak peduli.
"Siapkan 1 meja serta gado-gado 2 piring dan juga jangan lupa teh manis dingin" kata Jonathan membisik di telinga.
Rave pun mengangguk lalu masuk ke dalam. Sementara Jonathan & Rizky kembali mengobrol-obrol
"Jonathan. berapa lama kamu berada di amerika?" kata Rizky bertanya
""7 tahun. Awalnya aku hanya berbisnis saja tapi lama kelamaan malah keblablasan dan berakhir jadi President gara-gara dia(sistem) yang dulu ku punya itu selalu membuat misi yang menjuruskan ku kesana" kata Jonathan secara terbuka kepada Rizky.
Tak mungkin Jonathan atau Rizky mempubliskasikan tentang sistem jadi sebelum mereka keluar dari white house mereka sudah merencanakan bagaimana menyebutkan/mengumpakan sistem sebagai apa.
__ADS_1
"kamu? Bagaimana kamu mendapatkan nya?" Tanya Jonathan lanjut
"Aku lulus Kuliah di umur 19 tahun ku yang sekarang dan tiba-tiba aku mendapatkan hal itu. Pada awalnya gak percaya hingga dia meminta kepada ku untuk menyebutkan sebuah permintaan duniawi yang ku inginkan selalu" kata Rizky.
"apa yang kamu minta?" Tanya Jonathan
Brak
Brak
Brak.
Rizky ingin menjawab tapi bunyi bahwa rave telah kembali dengan meja lengkap dengan gado-gado itu pun sudah tersaji.
"Seriously man? Kalian ingin memfoto seseorang ketika makan? Ayolah" kata Jonathan dengan nada jengah.
...----------------...
...BYE...
...----------------...
"
__ADS_1