Some Hours With Stranger

Some Hours With Stranger
Bab 17 - 08.50 pm


__ADS_3

"Well Danny, Ini Black Box dan ini Miss Wood, yang di sebelah Ian."


Rasanya seperti tersambar petir. Ingin sekali Selma kabur, namun terlambat. Semua orang memandangnya sekarang, tidak terkecuali Danny. Mau tidak mau Selma berusaha menunjukkan senyum ramahnya meski terlihat sangat canggung dan gugup setengah mati.


Dan saat itulah Danny juga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Baru beberapa saat yang lalu ia mengirimkan pesan padanya. Perempuan yang ingin sekali ia hujani permintaan maaf, namun orang itu dengan mudahnya sekarang ada di hadapannya.


"SELMA?!" serunya tak percaya.


Selma menenangkan diri. Berusaha sekuat mungkin menahan gejolak di hatinya. "Oh.. Hai Danny!"


Anthony dan yang lainnya juga ikut terkejut melihat reaksi mereka berdua. "Jadi, kalian sudah saling kenal?" tanya Anthony tak percaya.


Danny mengangguk dan menjawab tanpa sedikit pun tatapannya terlepas dari Selma. "Ya, Anthony. Kami sudah saling kenal."


Selma merasa kepanasan.


"Ya ampun.. dunia ini misteri sekali! Bagaimana bisa kalian kenal?"


"Kami adalah..."


Dan sebelum Danny melanjutkan jawabannya, Selma memotongnya, "Tetangga di Norfolk," Selma tertawa kecil menutupi segala ketidaknyamanannya, "Sebelum Danny pindah di sini."

__ADS_1


Danny ikut tersenyum, "Ya.. Selma dulu tetanggaku yang paling dekat," ia masih memandang lekat pada Selma, "Lega bisa melihatmu lagi."


Selma tak mampu berkata lagi. Ia hanya tersenyum tipis dan mengangguk samar. Tubuhnya ingin meleleh. Merosot ke lantai. Pandangan matanya mulai tak kuasa melawan tatapan Danny yang menghujamnya. Ia memutar pandangannya. Melihat ke kanan, ke kiri, dan terakhir menunduk ke bawah. Dan sebelum kaki, tangan, dan tubuhnya melemas, satu tangan melingkar ke lengan kanannya. Meremas berusaha menguatkan. Selma mencari-cari mata Ian. Mata yang mampu menguncinya. Yang bisa menyelamatkannya dari ketidakberdayaannya. Mata hangat yang kini menatapnya. Ia pun menjatuhkan diri di sana. Bibir Ian menyunggingkan senyuman hangat untuknya. Dan Selma sama sekali tak kuasa untuk tidak ikut tersenyum. Ian mendekatkan mulutnya ke telinga kiri Selma. Jemari tangan kirinya yang bebas terangkat menyibak sedikit rambut Selma ke belakang telinga. Lalu ia membisikkan sesuatu di sana. "Aku masih bersamamu sekarang! Tenang."


Selma berpijak lebih kuat. Endorfin dan adrenalinnya terpompa deras. Ia tak lepas dari mata itu. Mengangguk mantap. Di sisi lain, Danny yang melihat kejadian kecil di antara perkumpulan itu jadi menegang. Rahangnya mengatup rapat. Kepalan tangannya mengeras.


Ian berdeham, "Aku dan Selma permisi sebentar ingin berkeliling."


Anthony yang kini sudah berbincang dengan tamu lain yang ikut bergabung dengan mereka, kini kembali menoleh pada Ian dan Selma, "Tentu, Ian. Selamat menikmati sebelum naik panggung. Miss Wood, silahkan menikmati pestanya. Semoga kau senang," pria itu tersenyum.


"Terima kasih," kata Selma.


Ian merangkul erat Selma pergi dari sana. Mereka berkeliling tanpa banyak bicara. Lalu menemukan pintu ke halaman samping rumah. Selma melepaskan diri dari Ian. Ia berjalan mondar-mandir sembari mengambil nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya. Ia lakukan itu berulang kali. Setelah itu ia duduk di samping Ian. Menghempaskan diri di rumput bersamanya.


"Terima kasih banyak," kata Selma tiba-tiba.


"Dengan senang hati."


Diam lagi.


"Kau baik-baik saja?" tanya Ian yang masih memandang langit bersama Selma.

__ADS_1


Ada jeda di sana. Beberapa detik. Lalu Selma mulai membuka mulutnya lagi. "Iya.. tidak.. entahlah. Aku tak tahu," katanya lalu menoleh ke Ian yang kini hanya berjarak beberapa senti darinya. "Sepertinya ini hari melelahkan terpajang dalam hidupku."


Ian menatapnya, "Apa dia..."


Selma menyambar jawabannya, "Ya, itu dia."


"Bagaimana bisa di sini?!" pekik Ian tak percaya.


Selma hanya mengedikkan bahu. Tak mengerti mengapa takdir sebegitu mempermainkannya.


Jeda lagi. Mereka kembali menatap langit.


Lalu tiba-tiba mereka sama-sama menoleh lagi.


Ian memekik, "YA AMPUN SELMA! KENAPA KAU TIDAK BILANG KALAU MANTANMU ITU DANIEL ROGER, SI AKTOR DAN PENYAIR POPULER PENDATANG BARU ITU?!"


"APA ITU PENTING SEKARANG?!"


"Ooh!" Ian mengerang. Ia berdecak. "Dia lebih terkenal, aku bukan apa-apa rupanya dibanding dia."


Ian jadi iri dan tak terima karena mengetahui Danny-nya Selma adalah Daniel Roger. Penyair, pemain teater, bintang pendatang baru yang adalah keponakan kesayangan Anthony Roger si Wartawan terkenal dan senior itu.

__ADS_1


Selma memutar bola matanya. Sekarang jadi kesal. Ia mengerang. "Ooh! Aku benci cowok terkenal! Merepotkan!"


__ADS_2