Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Prolog


__ADS_3

Suara bising sepatu yang beradu dengan licinnya keramik. Gelak tawa banyak orang memenuhi koridor gedung 3 lantai itu.


“Pikiranku seolah berputar-putar sekarang”. Keluhnya sembari mengurut tengkuknya.


“Ya aku juga begitu”


Dua sejoli itu terus melangkah menerobos kerumunan orang yang mengantri di depan madding.


Sampai mereka memasuki area yang cukup sunyi.


“Kita harus menenmukan buku yang di minta oleh pak tua itu, aku benar-benar bosan mendengar ocehannya itu”


Mereka menyusuri lemari demi lemari rak demi rak buku.


“Anit aku lelah sekarang, bisa kau berhenti dulu”


Mereka duduk di salah satu kursi baca yang disediakan perpustakaan itu.


Anita menjatuhkan kepalanya ke meja depannya. Brakkkk….


“Hei… kau mau kepala mu itu pecah hah?”. Dia mengusap dada nya kaget.


“hmmm Anne aku ingin sesuatu yang bisa membuat ku relax” Rengeknya dengan suara manja.


Anne hanya bisa menggeleng “aku tidak tau yang kau inginkan sekarang” Ucapnya tak ingin menanggapi sikap manja temannya itu.


Anita mengangkat kembali kepalanya tatapannya langsung tertuju pada seseorang yang tengah focus membaca tak jauh dari mereka.


“Hey..” Anne melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Anita tapi, nampaknya wanita itu tak terganggu oleh itu.


“Hey apa yang sedang kau pikirkan hah?”. Dia mengguncang bahu Anita.

__ADS_1


“Eh iya? Kenapa?”


“Sedari tadi kau hanya mengoceh saja dan sekarang kau tiba-tiba saja terdiam, apa kau kemasukkan setan hah?”


Sontak Anita langsung memukul bahu Anne “Aku tak mungkin kesurupan jika yang didepan ku saat ini pria tampan itu” ujarnya sambil terkekeh geli.


“Hah?” Anne memperbaiki posisi kaca matanya lalu mengikuti arah pandang Anita dan terlihat lah pria itu masih focus membaca ditempatnya.


“Hoooo..ooo” Anne manggut-manggut.


“Kau mengenal nya?”


“Ya” Jawabnya singkat.


“Ceritakan tentang dia”


Anne menyipitkan matanya “Kau benar-benar ingin mengetahui tentang dia?” Tanya nya menelisik.


Anita mengengguk antusias.


“Yah dan satu lagi aku dengar dia akan melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri”. Tambahnya.


Anita tersenyum manis entah apa yang dia pikirkan hanya dia dan tuhan yang tahu.


“Ahhh… sudahlah aku ada seminar sekarang. I’ve gotta go”. Anne pergi meninggalkan Anita di sana.


...***...


“Bro, maaf menunggu lama”. Seorang pria menghampiri Andrew.


“Taka pa aku juga baru sampai”. Dia menutup buku bacaannya.

__ADS_1


“Aku dengar kau berhasil mendapat kesempatan itu”


Andrew terkekeh “Yah aku tak ingi n membuat ibu ku kecewa, kau tahu sendiri kalau beliau begitu menginginkan aku mendapatkan kesempatan untuk ke luar negeri”


“Nice bro, nantinya jangan lupakan aku ya” Ujarnya sembari menepuk pundak Andrew.


“Tidak, Tom kau mungkin lebih mengetahui perjalanan ku selama ini”.


Mereka tertawa bersama di sana.


Tanpa sadar ada yang memandangi tak jauh dari mereka siapa lagi kalau bukan Anita.


Anita mengambil ponselnya lalu diam-diam memotret Andrew.


Tapi, itu tak berjalan lancer Tom menyadari itu “Kau lihat wanita yang disana” Tunjuknya.


Andrew mengalihkan pandangannya. Melihat dari gerak-gerik Anita dia langsung tau yang dilakukan wanita itu.


Andrew bangkit dan langsung menghampiri wanita itu. Ini bukan yang pertama baginya mendapat perlakuan yang sangat tak disukainya.


“Berikan ponsel mu!” Ujarnya dingin.


Anita langsung menyembunyikan ponsel tersebut ke belakang badannya “Tidak enak saja” .


“Kau mengambil foto ku tanpa seizing ku aku bisa saja melaporkan mu, jika kau tak mau memberikan ponsel itu pada ku”.


“Laporkan saja aku tidak takut” Anita berdiri denagn senyuman jahil diwajhnya.


Melihat raut wajah santai wanita itu semakin membuat amarah pria iru bergejolak. Dia merebut paksa ponsel itu dari tangan Anita. Namun Anita tak semudah itu melepaskannya.


“Aku tidak akan memberikan ponsel ini”. Ujarnya meraung-raung hingga seisi perpustakaan merasa terganggu.

__ADS_1


“Hentikan!!!”


Seoarang pria tegap datang dengan seragam keamanan datang.


__ADS_2