Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Mati lampu


__ADS_3

Merasa tak ada hal yang mencurigakan dari kamr putra nya akhirnya sang ibu turun dan mulai menyiapkan sarapan untuk putra dan teman putranya itu.


Andrew mematikan shower dan mulai mengelap tubuhnya dengan handuk selesai dia melilitkan handuk itu di pinggangnya.


Andrew berdiri tepat di belakang Anita "Minggir aku akan mengintip".


Anita bergeser du langkah berusaha tak melihat pria itu.


Namun tiba-tiba....


"Aaaaaaa....."


Mati lampu.


Dengan cepat Andrew menutup mulut Anita "Diamlah"


Anita menggigil dia menutup mata nya "Aku phobia gelap" Ujarnya merasa Andrew ada di dekat nya dia langsung menarik tubuh polos pria itu.


"Aku takut" Ujar nya sembari memeluk erat tubuh kekar pria itu.


Andrew menelan liur nya baru tadi dia bermimpi tentang wanita dan sekarang langsung berada dlam situasi ini. Andrew menepuk pelan punggung wanita itu.


Anita semakin membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Tubuh mereka begitu menempel hingga Andrew tak menyadari jika handuk yang melilit di pinggang nya hampir melorot.


Andrew menahan handuk nya "Anita apa kau tidak takut?"


Pertanyaan macam apa itu. Jelas-jelas jika wanita dalam dekapan nya sekrang ini merasa ketakutan dan phobia dengan gelap.

__ADS_1


"Aku sangat takut" Anita masih memeluknya erat.


Andrew berucap dengan suara tertahan "Apa kau tidak takut jika aku melakukan sesuatu yang lebih pada mu?"


Anita tersadar dengan ucapan pria itu "Aku akan keluar" Dia melepaskan pelukan pria itu dengan nafas yang terengah-engah dia berhasil melihat cahaya terang dalam kamar.


Tom yang entah sejak kapan ada di dalam kamar itu merasa heran.


Namun, sesaat kemudian pikiran kotor menjalar dalam benak pria tengil itu.


"Kenapa kau seperti kelelahan begitu?" Tanya nya menghampiri Anita "Apa Andrew memaksa mu? Atau jangan-jangan dia bermain kasar pada mu?" Tanya bertubi-tubi.


Anita menoleh dengan masih mencoba menenangkan dirinya "Aku tak melakukan apapun".


Tom tertawa "Ah masa, lihat lah keringat mu ini" Tom mengusap dahi Anita yang basah karena keringat.


"Tom, apa yang kau katakan pada ibu ku tadi?"


Tom berjalan kembali duduk di sofa kamar itu "Yah aku mengatakan jika kau sudah punya pacar, dan pacar mu itu sedang berada di kamar mu, tapi bibi tak mempercayai nya dan melihat nya langsung. Ternyata kau dan Anita malah bercinta panas di dalam kamar mandi" Tom bertepuk tangan "Kau harus mengenalkan Anita pada ibu mu, kalian bahkan sudah bercinta" Dia tertawa.


Anita ingin sekali menyahuti nya namun, segera ditahan pria itu "Turunlah aku akan menyusul"


Anita hanya mengikut dia turun bersama Tom menuju meja makan.


Dan benar saja terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tengah menyajikan sarapan dia sana.


Melihat kedatangan Tom dia merasa kaget mendapati seorang gadis bersama pria itu.

__ADS_1


"Siapa dia?" Ibu berbisik pada Tom.


Sedangkan Tom hanya tersenyum "Nanti bibi juga akan tahu".


Tak berselang lama Andrew datang dia langsung mengambil posisi duduk di seberang Anita.


"Andrew bisa kau kenalkan gadis ini pada ibu" Ibu berucap lembut pada putra nya.


Andrew melihat Anita yang nampak canggung dia harus mengatakan yang sebenarnya supaya ibunya tak salah paham.


Baru saja dia ingin berkata tapi, Tom sudah menyela.


"Bibi, aku yang membawa nya ke sini karena dia pacar Andrew jadi tidak ada salah nya aku membawa nya ke sini kan?".


Ibu melihat Andrew dan Tom bergantian "Really?"


Andrew mengangguk dengan ragu "Ya, dia pa.. pacar ku" Dia melirik Anita yang tersenyum kikuk.


Lagi-lagi Tom menyela "Lihat kan bi, dia bahkan menyembunyikan pacarnya dari mu" Tom mendekat "Tadi, saat aku ke kamarnya, ternyata mereka sedang bercinta di kamar mandi pantas saja bibi tak bisa menemukan Anita tadi" Ujarnya diiringin tawa.


Ekspresi kaget pun tak bisa di sembunyikan dari kedua insan itu "Bu tak seperti itu..."


Sedangkan Ibu hanya menutup mulut nya yang menganga "Kalian benar-benar bercinta?"


Andrew menepuk jidatnya "Tidak bu, jangan dengarkan Tom" Dia melihat Anita sejenak "Tadi dia membantu ku mandi saja"


Ibu mengubah ekspresi nya "Ah begitu, kalian malu-malu" Ibu mengusap surai lembut Anita "Siapa nama mu?"

__ADS_1


__ADS_2