
Seperti biasa lingkungan Gedung kampus itu akan selalu di penuhi mahasiswa padat. Dan begitu pula dua sejoli itu selalu mengambil tempat duduk ternyaman mereka dalam ruang Pustaka yang selalu dipenuhi oleh orang-orang sibuk.
Anne sudah membawa buku-buku yang dicari beberapa menit yang lalu. Sedangkan Anita hanya menunggu di tempat saja.
“Anit aku sudah mencari dan membawakan buku-buku yang mungkin bisa menghibur galau mu itu” Ujar Anne.
Pasalnya sahabatnya itu mogok bicara karena galau dengan acara nya kemarin di hadiri oleh pria idamannya.
Anita mengambil satu buku namun tak dibacanya hanya dibolak-balik saja seperti hal yang sangat membosankan.
“Anne apa aku sedang bermimpi sekarang?” Anita mengguncang bahu sahabatnya itu.
“Why?”.
Anita menunjuk seseorang yang ada di depannya sekarang Anne mengikuti arah tunjuknya itu.
Anne memperbaiki letak kacamatanya “Kau tidak bermimpi” Ujarnya dia juga memperhatikan dengan seksama.
Anita menyentuh tangan di depannya itu “Yeah, aku tidak bermimpi aku bisa menyentuhnya” Anita tertawa girang.
“Singkirkan tangan mu!” Ujar nya datar.
“Andrew jika ini hanya mimpi bisakah kau bekerja sama dengan ku sebentar saja, aku akan rela tidur sepanjang hari jika bermimpi seperti ini” Anita masih membelai-belai tangan pria itu.
Merasa tidak nyaman dengan hal itu Andrew menepis pelan tangan wanita di depannya itu “Aku ke sini untuk membaca jadi jangan ganggu aku” Ujar nya.
Anita masih tak bisa meredam rasa keterkejutan nya “Kau mau sebangku dengan ku hanya untuk membaca? Wah, ku kira kau pria yang sombong ternyata tidak ya” Dia semakin gencar memandangi pria di depan nya itu.
__ADS_1
Anne yang sedari tadi diam ikut menimbrungi “Ya, ada apa kau datang ke sini?”.
Andrew menurunkan buku bacaaan nya “Apa kalian tidak melihat ruangan ini sudah dipenuhi banyak orang”.
Anita dan Anne melihat sekeliling mereka dan yang benar saja ruangan itu sudah semakin ramai.
“Ah ya sudahlah nampak nya kalian tak menerima ku di sini” Andrew hendak beranjak namun dengan cepat di tahan oleh Anita.
“Tidak kau tidak…. Umm maksud ku kau sangat diterima disini benar kan Anne?”
Anne hanya mengangguk saja dia kembali sibuk dengan buku-buku nya setelah sebelumnya teralihkan oleh dua orang tersebut.
Andrew berbalik kemudian duduk kembali pada tempatnya dia tak mengeluarkan suara.
Anita tersenyum simpul dia nampak gugup dengan situasi ini “Di mana teman mu yang satu lagi?” Tanyanya menghilangkan rasa gugup nya.
Andrew menaikkan alisnya sebelah “Tom?” Dia hanya merasa aneh dengan pertanyaan wanita ini.
Andrew kembali membuka buku nya “Kenapa kau menanyakan dia?” Dia balik bertanya.
Anita semakin gugup “Ah tidak aku hanya bertanya saja”
Setelahnya tak ada yang menegluarkan suara di antara mereka walaupun sebenarnya Anita ingin berbicara banyak dengan pria itu tapi, pria itu menolak dengan halus.
*
*
__ADS_1
*
Malam menjelang sekitar pukul 07.30 PM. Anita duduk sendirian di halte karena sedang menunggu jemputan Kenan. Dia memang ada kuliah hingga malam dan sengaja dia meminta untuk dijemput oleh Kenan walaupun Anita tak meminta Kenan pasti akan menjemputnya.
Sesekali dia melihat jam tangannya karena sudah 30 menit dia duduk di sana sendirian. Dia mulai merasa takut di sana sendirian karena di jam malam seperti ini angkutan kota tak kan ada yang lewat di sana.
Rasa khawatir menyelimuti Anita mulai merasakan dingin karena cuaca yang sering mendung dan berangin akhir-akhir ini juga menjadi ketakukatan Anita.
Pukul 08.00 Pm ponsel Anita bergetar pertanda pesan masuk. Kenan mengirim pesan bahwa dia tak bisa menjemput Anita karena ada meeting penting yang harus dihadirinya. Dan oleh sebab itu dia mengirim asisten nya untuk menjemput Anita.
Anita memutar malas bola mata nya ‘Tak usah menjemput ku aku bisa pulang sendirian’ Lalu dia menekan tombol send.
Terlihat Kenan sedang mengetik ‘Tapi, ini sudah malam dan sangat berbahaya’.
‘Ken aku tidak apa-apa dan juga pulang dengan Anne’ Tipunya.
Membaca itu Kenan bisa bernapas dengan lega ‘Baiklah hati-hati sweety’.
Anita tak membalas dia mulai beranjak dari sana dia berjalan cepat menuju persimpangan yang tembus ke jalan raya.
“Aaaaa” Anita terkejut saat tangan seseorang menahan pundaknya.
Tangan itu membalikkan tubuh Anita.
“Kau sudah gila ya? Berteriak tidak akan membuat mu aman” Ujarnya.
Anita masih ngos-ngosan “Kau? Sedang apa kau disini?” Tanyanya mengintrogasi.
__ADS_1
Dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya “Aku mau pulang, kau butuh tumpungan ku?” Tanya nya balik.
Anita nampak berpikir tak ada salah nya dia menumpang dengan orang ini “Ya, aku takut sendirian”