Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Acara pertunangan


__ADS_3

Hari esok datang dengan begutu cepat, sekarang ruangan Gedung yang sebelumnya biasa saja kini didekor menjadi ruangan pesta yang mewah.


Lampu-lampu besar menyinari setiap sudut ruangan itu semua kursi dan meja di tata rapi serta panggung dengan latar nama kedua pasangan sudah terpasang indah di sana.


“Bu, kau Menyusun rapi semuanya” Kenan melihat ruangan yang sudah mewah itu.


Ibunya tersenyum “Tentu ini moment kalian bagaimana ibu bisa melupakannya?”.


*


*


*


Sedangkan di ruangan yang lain seorang wanita sudah di rias cantik oleh MUA ternama yang pastinya hasil karyanya sudah tak diragukan lagi.


Anita menatap dirinya dalam pantulan cermin besar itu dia “Semua ini terlihat sangat pas di tubuh ku” Ujarnya bergumam.


Dia melihat ponselnya di sana sudah menunjukkan jam 07.00 PM pertanda acara akan dimulai sebentar lagi.


Terdengar suara bisingan dari luar ruangan Anita menoleh dan masuklah pria berjas rapi dengan charisma nya yang menawan.


“Kau terlihat tampan” Pujinya spontan pada pria itu.


Pria itu tertawa “Tentu saja, kau sangat cantik Anita” Kenan mendekat sembari membelai pipi wanita pujaannya itu.


“Ken!” Anita menegur pelan.


Kenan tertawa simpul “Ah baiklah, ayo kita menyambut para tamu kita” Dia menaikkan sikunya sehingga bisa di gandeng oleh Anita.


“Ayo”

__ADS_1


*


*


*


Acara berlansung dengan lancar semua orang yang datang menikmati hidangan yang di sajikan. Tak terkecuali pada seseorang yang datang dengan santainya.


Dari kejauhan dia terus memperhatikan pasangan yang sedang duduk di meja khusus di sana. Sampai yang diperhatikan merasa tak nyaman dengan itu.


Anita meengamati gerak-gerik pria bertopi yang sedang melihatnya itu. Merasa ada yang berbeda dari pria itu dia pun menghampirinya.


“Hei kau sedang mencari sesuatu?” Anit datang bertanya.


Pria itu membuka topinya “Yeah, maybe”.


Ekspresi kaget tak dapat disembunyikan dari wajahnya “Kau, ku kira kau tak akan datang” Anit menutup mulutnya menutupi kebahagian yang mencuat dari dasar hatinya.


“Kau datang sendirian?” Anita melihat sekeliling pria itu mencari tanda-tanda bahwa pria itu membawa partner.


Anita tersenyum “Iya, ini baru acara pertunangan jadi hanya mengundang orang terdekat saja”


Andrew mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu “Jadi aku orang terdekat mu?”.


Anita nampak kaku bahkan hembusan dan aroma mint dari mulut pria itu bisa di hirup oleh nya.


Sedangkan Kenan…


Dia terus mengamati Anita dengan pria yang di anggap teman dari calon istri nya itu.


Hingga melihat adegan yang membuat dadanya sesak Kenan melangka cepat dia langsung menarik pinggul Anita hingga wanita itu menempel pada tubuhnya.

__ADS_1


“Aku Kenan calon suami Anita” Terlihat sekali kecemburuan pria itu.


Anita melepaskan tangan kekar Kenan yang melingkar di pinggulnya “Ken di teman ku di kampus Andrew”.


“Teman?” Kenan menaikkan sebelah alisnya dia memperhatikan Andrew dari atas sampai bawah.


‘Look yang sangat bagus bukan? Jika hanya sekedar menjadi teman dan juga tadi kalian hampir berciuman’ Tutur hatinya yang meronta dengan pernyataan Anita.


Terdiam sejena…..


Hingga Anne datang “Hei disini kalian rupanya, ayo kalian akan menari di atas panggung”.


Anne merasa bingung dengan sikap Anita dan Kenan yang nampak datar. Dia menoleh dan mendapati Andrew di sebelahnya.


“Hei, Kapan kau datang?” Tanyanya pada pria itu.


Andrew menoleh dengan tatapan dingin “Nona berkaca mata maukah kau menari dengan ku?”.


Tubuh Anne mendadak kaku dia melirik Anit meminta pertolongan. Mendengar hal itu Anita hanya tersenyum singkat.


“Ah, iya kalian menari saja” Ujar Anita dia langsung menarik Kenan dari sana.


Alunan music romance mengiringi dansa semua orang di ruangan mewah itu. Pasangan yang menjadi sorotan itu menari dengan indah di atas panggung. Sejenak Kenan melupakan kejadian beberapa saat sebelumnya dia begitu menikmati dansa Bersama wanita pujaan hatinya.


Tidak dengan Anita dia sesekali melirik Andrew dan Anne yang menari dengan kaku.


Anne menghentikan pergerakan nya “Tuan maaf sebelumnya aku memang tidak pandai berdansa, so saya tidak bisa melanjutkannya” Wanita itu pergi meninggalkan Andrew.


Andrew tak ambil pusing sekarang dia hanya terfokus pada pasangan di atas panggung sana.


Di akhir dansa semua orang bersorak ‘CIUM, CIUM, CIUM…’.

__ADS_1


Mendengar sorakan itu Kenan dengan senang hati mengecup lembut bibir kenyal itu.


Andrew menatap datar adegan itu. Dia melenggang pergi dari sana.


__ADS_2