
Kenan menggeram kesal dia mendapat laporan dari mata-matanya jika Anita kembali menemui pria itu. Dia menatap ponselnya menunggu kabar dari mata-mata nya.
"Inikah alasan mu tak ingin pulang dengan ku?".
Dia melihat gambar-gambar yang memperlihat sepasang muda-mudi yang tengah asik bercakap di sebuah cafe. Kenan mengusap wajahnya kasar dia benar-benar kesal dengan keadaan ini. Ingin sekali dia melampiaskan semua kekesalan nya ini tapi pada siapa? Dia bahkan buntu dengan dirinya sendiri.
Kenan beranjak menuju meja bar dia duduk di sana.
Seorang bartender cantik datang menghampirinya dia tersenyum sembari menuangkan alkohol favorit pria itu ke dalam gelas.
"Kau masih memikirkan gadis kecil itu?" Tanya nya menjulurkan gelas itu pada Kenan.
Kenan mengangguk lalu menenggak habis alkohol yang berisi setengah gelas itu.
__ADS_1
"Sudahlah, Ken kau masih bisa mencari gadis lain yang lebih cantik dan lebih baik dari dia". Dia melihat Kenan menundukkan kepalanya di atas meja bar itu. Dia tak menghiraukan ucapan wanita itu.
"Aku kasihan dengan mu Ken" Tambahnya lagi. Wanita itu tergelak melihat ekspresi Kenan yang frustasi "Apa kau mabuk?". Dia berjalan berdiri di samping pria itu dia pikir pria yang dianggap teman nya sudah cukup pro dalam hal minum-meminum.
"Khai!" Kenan memanggil wanita itu dengan mata yang terpejam "Katakan pada asisten ku jangan menjemput ku malam ini".
Wanita yang bernama Khai itu hanya mengangguk "Aku akan mengantar mu ke sofa" Khai membopong tubuh Kenan menuju sofa yang sudah di booking nya.
Kenan membuka matanya dia melihat sekelompok orang yang asyik bergoyang di sana. Ken berjalan sempoyongan masuk ke dalam tumpukan orang yang bergoyang itu. Untuk sesaat cinta dan pekerjaan seolah melayang jauh dari pikiran nya. Dirasa lelah dengan keadaan tubuhnya yang tidak stabil Kenan terduduk di pojok ruangan itu. Dia tertunduk lesu pikiran tentang cintanya kembali membayanginya.
Sebuah tangan menepuk pundak nya. Kenan menoleh mendapati Khai datang menghampirinya kali ini wanita itu tak menggunakan seragam kerjanya lagi.
"Ayo!" Khai membawa pria itu ke balkon bar yang berada di tepi laut itu. Mereka duduk di lantai balkon itu di tempat yang cukup sepi.
__ADS_1
"Khai, aku gagal lagi" Kenan berucap dengan lesu.
Khai menoleh dia menampilkan senyuman nya "Ku rasa tidak, kau tidak gagal menjadi saudara yang baik bukan?" Ucapan Khai berhasil membuat Kenan tergelak.
"Jika dulu kau gagal melupakan nya tapi sekarang kau tak gagal lagi, kau sudah berhasil menjadi kakak yang baik untuk dia menjaganya dan memberikan yang terbaik untuk dia, Ken jangan terlalu dipaksa" Khai menepuk pundak pria itu seolah memberikan semangat.
"Yah, kau benar aku ingin sekali memaksa nya tapi, jangankan untuk memaksa memarahi saja aku tidak sanggup" Kenan mengusap wajahnya kasar. Dia menyesali dengan keadaan yang di buat nya sendiri.
"No, you wrong with your feel" Khai duduk di depan pria itu. "Kau masih punya waktu untuk mengatakan semua nya dan melakukan semua yang kau inginkan jika, kau hanya mengikuti hasrat mu saja tanpa logika semua ini akan membuat dilema untuk mu" Khai meraih telapak tangan Kenan meyakinkan pria itu "Dan juga, sekarang kau bukan pria petakilan lagi, kau sudah menjadi pria sukses sekarang wanita mana yang tidak menyukai mu?".
"Kau benar Khai, tapi aku masih menyukai dia" Sesal nya lagi.
"Tidak, Ken kau hanya menunjukkan rasa sayang mu sebagai saudara jangan memaksa dan melebih-lebihkan" Khai tak habis pikir dengan jalan pikir pria di depan nya ini.
__ADS_1