Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
perjodohan


__ADS_3

Selepas dari kampus Anita bergegas pulang dia mendapat telepon dari ibunya kalua sepupu jauhnya akan berkunjung lagi.


“Aku pulang!” Anita bersorak dia langsung menaiki anak tangga tanpa memperhatikan mereka yang duduk di sofa ruang tamu itu.


“Anit, kemari!” Ibu memanggil Anita dengan raut yang sedikit kesal.


“Ah iya bu” Anita menoleh dan baru menyadari ada bibi dan pamannya di sana dan tentunya ada Kenan.


“Duduk disini, dengarkan kami berbicara dan jangan menyela” Ujar ibu.


Anita merasa aneh dengan suasana yang berbeda ini tak biasa ibu nya menyuruh nya untuk diam.


“Wah dia tumbuh dengan cantik” Puji bibi dengan raut senang.


Sedangkan Kenan nampak sangat senang dengan senyum yang terus merekah di wajahnya.


“Terima Kasih bibi” Anita menyahuti.


“Ah iya kau belum tahu ya mulai sekarang kau boleh memanggil ku ibu seperti Kenan dan Alisa”.


“Hah?” Anita nampak tercengang dan kebingungan.


“Iya aku belum memberi tahu putri ku” Ibu berbasa-basi “Anita kau akan dijodohkan dengan Kenan…” Ucapan ibu terpotong.


“Tapi, bu…” Anita langsung menyela.

__ADS_1


“Sssttt, Ibu sudah pertimbangkan ok. Tenangkan saja kalian tidak akan langsung menikah” Ujar ibu dengan hati-hati.


“Benar kalian kan bertunangan saja dulu mungkin setelah kau menyelesaikan Pendidikan mu baru kalian menikah” Bibi ikut menyahuti.


“Yah, aku juga tak terburu-buru” Ujar Kenan. Sontak semua orang di sana tertawa Bahagia. Namun, tidak dengan raut wajah Anita yang nampak suram.


*


*


*


Masih terasa mimpi yang begitu nyata Anita masih teringat dengan acara kemarin yang begitu mewah. Bukan karena terpukau dengan kemewahan nya tapi, melainkan karena inti dari acara itu yang tak terduga oleh akal sehatnya.


"Aaaaaa tidak aku harus bagaimana ini?” Anita mengusap wajahnya frustasi. Dia terduduk lesu di atas Kasur kecil dalam rumah sewa Anne sahabatnya.


“Yah seharusnya aku tidak berharap bukan?”.


Anita menghembuskan nafas “Maaf, tapi ini di luar kendali ku” Anita baru menyadari jika Anne menyukai Kenan.


“Yah, kau tidak salah Anit” Anne mengemasi buku-buku nya.


“Tapi, kau tahu bukan aku tidak tertarik dengan Kenan kau tahu aku menyukai Andrew” Anita berusaha menenangkan hati Anne “Aku akan menolak lamarannya besok”


Anne menoleh “Tidak, kau tidak bisa melakukan itu”.

__ADS_1


“Why?”


Anne memegang kedua bahu Anita “Anita kau bisa saja menolak pria baik seperti Kenan, tapi ingatlah apakah orang baik seperti Kenan akan datang untuk kedua kalinya. Aku tahu setiap Cinta membutuhkan pengorbanan tapi, kau juga harus ingat apa yang kau inginkan belum tentu menginginkan mu Anit” Anne menasehati Anita.


Anita tertunduk lesu “Ya, kau benar”.


Anne tersenyum “Setidaknya mulailah mengingat Kembali moment lama kau dan Kenan, maybe dari memory itu rasa yang ada dihati kamu bisa lebih pada Kenan”.


Anita benar-benar merasa sangat beruntung bisa mengenal Anne yang begitu pengertian bisa menjadi sahabatnya.


*


*


*


Anita pulang dengan keputusan yang cukup berat dalam pertimbangan nya. Dia menemui ibu yang sedang memasak.


“Ibu!”.


Ibu menoleh lalu tersenyum “Hei kau sudah pulang, kebetulan ibu sudah selesai memasak ayo makan Bersama!” Dia menyajikan makanan di atas meja makan.


Anita duduk dikursi meja makan itu “Ibu sejak kapan ibu berencana mulai menjodohkan kami?”.


“Itu sudah lama ibu pertimbangkan mungkin, setelah ayah mu meninggal” Jawabnya sembari menuangkan air dalam gelas.

__ADS_1


“Lalu bagaimana ibu bisa yakin jika Kenan bisa menjadi pendamping yang ideal untuk ku?”


Ibu menghentikan aktivitasnya “Anita sudah jangan bertanya lagi, makan saja makanan mu itu”.


__ADS_2