Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Makan Malam


__ADS_3

Seseorang tengah tertawa jahat di sebuah ruangan dengan berbagai macam koleksi barang antik di dalam nya. Dia begitu puas dengan penuturan dari anak buahnya.


"Jadi, dia sudah mengetahui siasat kita?"


"Benar tuan"


Dia mematik sebatang rokok yang bertengger di mulutnya "Pastikan putra ku tidak mengetahui ini semua"


"Baik tuan".


Tangannya terangkat pertanda bahwa anak buahnya itu harus pergi dari sana. Setelah kepergian anak buahnya dia beralih pada ponselnya.


Tutttt......


Suara panggilan telepon.


"Aku akan menjemput putra ku, malam ini kau tidak usah ikut dengan kami" Ujarnya dingin.


'Oh ya? Anak ku tidak akan pernah ikut dengan mu. Dia akan tetap bersama dengan ku' Terdengar penolakan dari seberang sana.


"Kita lihat saja nanti".


Namun, pria itu malah mematikan sambungan telepon nya. Dia hanya tersenyum sinis entah apa yang dipikirkannya hanya dia dan tuhan yang tahu.


*


*


*

__ADS_1


"Kau langsung pulang?" Andrew menoleh sekilas lalu kembali fokus berkendara.


Anita menggeleng "Tidak, aku sudah katakan pada mu jika aku ingin bertemu ibu mu" Jawabnya mutlak.


"Tapi, aku akan bertemu ayah ku dulu sebelum pulang. Jadi mungkin akan menunggu jika kau benar ingin bertemu dengan ibu"


Anita mengerutkan dahinya "Maksud mu?"


"Ayah ku baru pulang dari luar negeri dia ingin makan malam saja sebentar"


Anita manggut-manggut "Hmmm kalau begitu apakah aku juga bisa ikut bergabung?"


Andrew menoleh sekilas lalu dengan ragu mengangguk "Tentu".


Anita nampak sumringah setelah mendengar persetujuan Andrew. Dia tak memikirkan hal lain, Tentang pertemuan tersebut karena mungkin ayah dari pria pujaan nya itu memang jarang pulang makanya dia meminta waktu. Dia tidak tahu saja jika Andrew adalah anak broken home.


Sampai di sebuah hotel bintang 5 yang sangat mewah.


"Silahkan masuk tuan muda, tuan besar sudah menunggu" Ujar pria yang hampir seumuran dengan ayahnya.


Andrew langsung masuk diikuti oleh Anita.


Terlihat di sana sudah tersaji berbagai makanan kesukaan Andrew. Dan juga seorang pria paruh baya yang mirip dengan Andrew.


"Duduklah!" Titahnya kepada dua anak muda itu.


Andrew duduk di depan sang ayah begitupun dengan Anita yang duduk di samping Andrew.


Diam sejenak..

__ADS_1


"Kau pacar Andrew?" Kini pria yang sudah mulai berkeriput itu beralih pada Anita.


Anita tersenyum canggung "Iya, Paman".


Dia tertawa singkat "Kau bisa memanggil ku Ayah seperti Andrew, ayo kita makan kalian pasti belum makan bukan?".


Andrew hanya diam tak mengacuhkan ucapan sang ayah dia langsung menyuap semua makanan yang tersaji di atas meja tersebut dengan lahap. Berbeda dengan Anita yang bercakap santai dengan Ayah dari pacarnya itu.


Selepa makan Andrew membuka ponsel nya membalas pesan masuk dari sang ibu. Dia tak ikut dalam pembicaraan 2 orang yang tengah membicarakan dirinya.


"Aku harap kau bisa menjadi pacar yang baik untuk putra ku" Dia melirik putranya sekilas "Lihatlah, dia bahkan tak mengacuhkan ayahnya disini, tapi setelah dengan dirimu aku yakin dia bisa berubah" Ujar nya penuh harap pada Anita.


Anita baru menyadari perubahan sikap Andrew yang mendadak dingin dengan sang ayah awalnya dia pikir akan sama perlakuan pria itu kepada ibunya. Ternyata hal itu berbanding terbalik.


Anita mengusap bahu Andrew lembut "Hei, ayah mu ingin berbicara dengan mu. Kenapa kau malah sibuk sendiri?"


Melihat perlakuan lembut Anita kepada putranya pria itu semakin yakin jika Anita adalah pasangan yang pas untuk putranya. Apalagi, Andrew tak keberatan disentuh langsung oleh gadis itu.


Andrew meletakkan ponselnya lalu menatap Anita sambil tersenyum singkat "Ayah ku, pasti lelah. Bagaimana kalau kita langsung pulang sekarang?".


Anita nampak kaget dengan ucapan pria itu tapi, secepat mungkin dia menetralkan ekspresi nya "Ah iya, tapi nampaknya Ayah juga butuh teman untuk berbicara".


Pria yang dipanggil ayah itu terkekeh pelan "Kalian bisa pulang, ini juga sudah larut. Asisten ku akan mengantar kan kalian"


"Tidak perlu, aku akan mengantar Anita pulang. Kau tidak perlu repot" Andrew menyahut dengan datar.


Anita berpamitan dengan sopan pada pria paruh baya itu "Ayah lain kali mungkin kita bisa berbicara banyak"


"Ya, Pulanglah pastikan juga pacar mu itu bersikap baik kepada semua orang" Ujarnya menyindir sang putra diiringi gelak tawa.

__ADS_1


Anita pun ikut tergelak, dia merasa sangat cocok berbincang dengan pria tua itu. Seolah Anita bisa merasakan sosok sang ayah dari pertemuan malam itu.


__ADS_2