Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
perselisihan


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang sudah direservasi terdapat beberapa ajudan yang tengah berdiri tegap di belakang tuannya yang duduk di kursinya.


Hampir 2 jam dia menunggu kedatangan mereka.


"Aku selalu menunggu lama saat ingin bertemu dengan mu" ujarnya dengann angkuh.


Sedangkan yang diajak bicara hanya memutar malas bola matanya merasa tak bersalah.


"Jika kau ingin merebut putra ku, jangan harap kau bisa melakukannya".


Brrakkkk


Dia menggebrak keras meja di depannya "Kau seharusnya sadar dengan sikap buruk mu itu" Dia menunjuk wanita itu dengan telunjuk kiri nya.


"Hahaha, Aku tidak takut dengan ancaman mu. Karena putra ku sudah tak menganggap mu ayah lagi bukan?" Dia balik menunjuk pria di depannya itu.


Pria menarik nafas dalam sembari meredakan emosi nya "Andrew akan mengetahui sifat mu itu, dia akan kecewa dengan kenyataan tentang ibunya, ingat itu!!".


Mendengar itu wajah wanita itu langsung berubah tegang "Andrew akan tetap bersama ku" Ujarnya dengan nafas yang menggebu.


Pria itu tersenyum remeh dia bersandar dengan arogan pada kursinya "Kita lihat saja nanti".




*


Andrew meraih ponselnya dari dalam tasnya. Dia langsung menggeser layar ponselnya.

__ADS_1


"Iya bu?"


"Sayang apa kau pulang cepat sekarang?"


Andrew membuka buku jadwalnya "hmmm tidak bu, aku pulang telat hari ini, kenapa bu?"


"ahhh tidak ibu hanya memastikan saja, karena ibu akan memasak makanan favorit mu"


Andrew tersenyum singkat "Terima kasih bu, maaf mengecawakan mu".


"Tidak sayang".


"I love you" Setelah itu panggilan terputus.


Andrew menatap ponsel nya heran dengan sikap ibunya yang protektif akhir-akhir ini.


"Hei! ayo kita ke lapangan" Ajak teman nya.


Di lapangan semua tim dari berbagai fakultas sudah berkumpul.


Andrew berdiri di depan dengan beberapa leader lainnya untuk memberikan strategi dalam pertandingan persahabatan antar jurusan ini.


Auditorium itu sudah mulai ramai oleh penonton. Andrew mengedarkan pandangan nya mencari sosok yang sedari tadi di nantikannnya.


Terlihat Anita dan Anne baru saja duduk di deretan jenjang ketiga.


Wasit mulai meniup pluit pertanda acara akan dimulai. Semua tim kembali ke tempat nya masing-masing karena untuk pertandingan awal akan ada dua tim yang bertanding.


Anita bersorak dan meneriaki Andrew dengan keras. Dia begitu antusias sampai melupakan Anne yang ada di samping nya itu.

__ADS_1


"Anit" Anne menggoyang-goyangkan bahu sahabatnya itu.


"Iya, kenapa?"


Anne memperbaiki posisi kaca matanya "Jangan terlalu keras nanti suara mu hilang" Ujarnya sedikit berbisik.


Anita hanya menyengir saja "Jangan khawatir, aku bisa mengontrol nya".


Anne hanya menggeleng-geleng namun, beberapa saat kemudian pandangannya menangkap seseorang yang tengah memegang kamera tidak hanya memegang nya saja tapi juga memotret sekitar area pertandingan itu. Anne hanya beranggapan jika itu hanya dokumentasi dari acara ini.


Anne menyipitkan matanya saat dia melihat ada empat orang lainnya juga melakukan pemotretan di sana dan salah satunya dapat dilihat Anne jika mereka memotret kearahnya tidak lebih tepatnya ke arah Anita.


Anne kembali menarik Anita "Ayo temani aku ke toilet sebentar"


Anita langsung merubah raut wajahnya malas "Anne apa kau tidak melihat aku sedang menyemangati Andrew" Ujarnya memelas.


Anne tak menghiraukannya dia langsung menarik tangan Anita keluar dari audit itu.


"Anne bisakah mengerti aku sebentar saja, Andrew sedang bertanding sekarang" Ujarnya kesal.


Anne menghentikan langkahnya dia membalikkan tubuhnya menghadap Anita "Aku melihat beberapa orang memotret mu tadi di dalam, aku takut mereka itu paparazi kampus" Anne melihat sekeliling memastikan tak ada orang di sana "Jika benar itu paparazi kampus kau bisa dalam masalah".


Anita mengernyitkan dahinya merasa bingung "Apa maksud mu?"


"Ingat sekarang, kau dan Andrew sedang bersama jangan karena itu orang-orang mengira kau itu wanita murahan yang mau begitu saja dengan pria seperti Andrew. Kau tahu bukan Andrew tidak pernah menerima wanita bersamnya selama ini bukan?" Anne menjelaskan maksudnya kepada Anita.


Anita nampak berfikir "Ya, kau benar juga" Anita langsung memeluk sahabatnya itu "Unnch thank you my friend, ayo kita pergi" Dia menggandeng tangan Anne.


"Lalu bagaimana dengan pertandingan nya?"

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan mengabari Andrew nanti".


__ADS_2