Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Ibu


__ADS_3

Andrew terduduk di bangku taman dia sengaja keluar dari ruangan itu. Wajahnya masih datar seolah hanya menghadiri acara pesta biasa.


Namun, kenyataannya dia merasa tidak suka dengan adegan yang baru saja dilihatnya.


Masih asyik dengan pikiran nya yang berkecamuk dia tersadar saat seorang wanita datang membawa kanya segelas wine.


“Mau minum dengan ku?” Tanya nya singkat sembari menyodorkan gelas wine.


Andrew memperhatikan wanita itu sudah cukup tua baginya. Wanita itu asih terlihat elegan dengan balutan gaun mewah itu.


Andrew menerima gelas itu namun, hanya memegang nya saja.


Wanita itu duduk di samping Andrew “Aku tadi melihat mu menari dengan seorang wanita, kenapa meninggalkannya begitu saja?”.


Andrew memutar mutar gelas yang ada di tangannya “Aku tidak meninggalkannya di yang meninggalkan ku” Jawabnya singkat.


“Oh ya?” Wanita itu menguk sedikit wine milik nya “Ayo, minum” Dia mengangkat gelas nya niat mengajak pria itu untuk bersulang.


“Aku tidak minum dengan orang yang tak dikenal” Ujarnya.


Wanita itu tertawa singkat “ Aku lupa memperkenalkan diri”.


“Aku nyonya Caroline”


Andrew mengerutkan dahinya mendengar penuturan wanita itu “Kau Ibu nya Anita?” Dia melihat nama belakang Anita di panggung tadi.


“Kau punya ingatan yang bagus”.


Andrew hanya diam saja dia merasa sediit bingung untuk apa wanita ini menghampirinya.


“Ku dengar putri ku menyukai mu, Right?”


Andrew menoleh sebentar “I don’t know”.

__ADS_1


Wanita itu tertawa lagi “Jika kau juga menyukai nya perjuangkan, tapi jika tidak jangan pernah muncul di depan putri ku” Usai mengatakan itu dia pun beranjak dari sana.


Mendengar hal itu rahang nya pun mengeras karena geram dia membanting kuat gelas yang berisi wine itu berkeping-keping.


*


*


*


“Andrew kau sudah pulang nak?” Seoarang wanita paruh baya menghampiri Andrew.


Andrew hanya mengangguk.


Dia tersenyum lembut “Andrew ibu sudah memasak, apa kau mau makan malam bersama ku?”.


“Tentu saja bu” Andrew tak akan bisa menolak semua keinginan ibunya.


Wanita itu menyajikan semua hidangan kepada putra semata wayany nya itu “Makanlah nak”.


“Bu?”.


“Ya”


“Apa kau juga akan menjodohkan ku suatu hari nanti?” Pertanyaan singkat Andrew.


Ibu menghentikan makannya dia menatap putranya dengan penuh Kasih sayang “Nak, untuk jodoh ibu tidak akan ikut campur, kau punya pilihan sayang dan juga maaf atas semua nya selama ini ibu terlalu mengatur mu”.


Mendengar hal itu, Andrew merasa menyesal “Tidak bu aku tidak bermaksud seperti itu”.


*


*

__ADS_1


*


Setelah makan, mereka duduk santai di sofa.


“Sayang kau bisa cerita dengan ku”


Andrew tersenyum tipis “Iya bu, aku ingin bercerita tetnteng seorang wanita”.


Mendengar hal itu ibunya nampak antusias “Wanita? Kau menyukai seseorang?”.


“Entahlah bu aku juga tidak tahu, perasaan dalam hatiku juga tidak karuan”.


“Apa maksudnya itu?”.


Andrew tertawa “Aku membuat mu bingung”.


“Ah kau ini”.


Andrew belum bisa menceritakan ini pada siapapun dia masih meyakinkan dirinya.


“By the way dimana Tom? Dia mulai jarang datang ke sini”.


“Dia ada pratek malam ini di luar kampus”.


Diam sejenak antara ibu dan anak itu.


“Andrew ibu bertemu ayah mu kemarin, ayah mu ingin bertemu dengan mu”.


Andrew nampak biasa saja dengan hal itu “Kapan dia ingin bertemu?”


Wanita itu tersenyum cemas “Besok dia akan datang ke sini, Andrew apa kau juga akan ikut dengan ayah mu setelah kau lulus nanti?”.


Andrew menoleh dia tahu jika ibunya merasa khawatir dengan itu “Tidak bu”.

__ADS_1


Semenjak kecelakaan kakaknya ibunya merasa trauma berat hingga perceraian pun terjadi antara ibu dan ayahnya.


__ADS_2