
Sore hari di sebuah tempat yang cukup sunyi bunga- bunga bertebangan rerumputan hijau bergoyang pelan tersapu angin begitupun dengan rambut hitam yang ikut bergoyang lembut di atas kepala pemilik nya.
“Ayah aku ingin bercerita, yah maybe ayah sudah tau bukan?” Dia menghembuskan nafas kasar “Aku sebenarnya agak kesal dengan keputusan ibu yang menjodohkan ku dengan Kenan, but aku juga teringat dengan pesan ayah ‘ingat jangan membantah ucapan orang tua’ itu yang sering ayah ucapkan” Anita mengomel banyak di depan makam yang sudah berumur itu “Ayah aku merindukan mu” Dia menebar Kembali bunga-bunga itu “Sudah lebih dari 10 tahun kita berpisah semoga ayah tenang di sana, Amiin”.
Anita berbalik dia sudah selesai mengungkapkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya. Namun, tak sampai beberapa Langkah matanya tertuju pada seseorang yang sedang berdiri di depan makam juga.
Anita melangkah cepat “Andrew!?” Rasa penasaran begitu mencuat dalam benaknya.
Pria itu menoleh sebentar lalu kembali menatap nisan makam itu. Anita mengikuti arah pandang pria itu disana tertulis nama Nichole Smith.
“Dia saudara mu?” Anita meneka-neka.
Andrew nampak dengan raut datar tak menghiraukan ucapan wanita itu “Bukan urusan mu” Jawabnya ketus Andrew langsung beranjak dari sana.
Anita hendak mengejar pria itu namun, getaran ponsel nya menghentikan langkahnya.
“Hallo”
“Anit aku sudah di depan kampus mu, apa kau sudah pulang?” Suara Kenan dari seberang sana.
Anita menepuk jidatnya dia lupa jika pria itu akan menjadi pengawal pribadinya.
“Anit aku kan sudah katakan bukan? Jika aku akan menjemput mu mulai sekarang”
“Yah, I know sorry aku lupa”
*
Disinilah mereka sekarang di restoran mewah.
__ADS_1
“Anit pilih lah menu yang kau sukai!”.
Anita sedikit gugup dengan semua perlakuan Kenan yang begitu baik padanya “Ken kenapa kau begitu baik pada ku akhir-akhir ini?” Tanya nya sembari mebolak-balik buku menu.
Kenan tersenyum “Hei kau lupa ya? Kita akan menikah suatu hari nanti jadi, mulai sekarang aku akan bersikap baik pada mu layaknya pasangan”.
“Aku merinding mendengar bualan mu itu” Ejek Anita mengangkat kedua bahunya.
Kenan tertawa “Kau masih sama Anit masih seperti Anita yang ku kenal”.
Anita meletakkan buku menu itu di depan Kenan “Now pilih menu kamu aku mau pulang”
“yeah, menu pasti sama dengan mu”.
Selesai makan mereka hendak pulang but hujan deras membuat kemacetan yang cukup lama.
“Ya ampun longsor” Anita melihat berita itu di ponsel nya.
“Ken sampai kapan jalanan ini akan macet?” Anita melihat deretan Panjang kendaran.
“I don’t know, maybe sampe besok pagi”.
“What? Ah besok aku ada kuliah pagi”
“Benarkah?” Ken mengambil ponselnya “Aku akan menelpon asisten ku untuk mengantar mu pulang dengan motor”.
Anita merebut ponsel Kenan “Tidak perlu aku tidak mau”.
“Lalu bagaimana dengan kuliah mu?”.
Anita nampak kesal “Aku akan bergegas besok”.
Kenan manggut-manggut “Kenapa kamu tidak mau diantar?”
__ADS_1
Anita menoleh “Ken aku tidak suka dengan asisten bolot mu itu sangat menjengkelkan”.
Kenan tertawa “Kalau dengan ku pasti suka bukan” Ujarnya sembari manaik turunkan alisnya.
Anita memutar bola matanya malas.
‘Anit aku pasti akan memenangkan hati mu’
*
Anita membuka matanya badannya terasa pegal semua karena masih tertidur dalam kursi mobil Kenan.
“Morning!” Kenan tersenyum menawan dengan kemeja putih yang mebalut otot-ototnya. Sedangkan jas kerjanya dipakai untuk menyelimuti Anita.
“Jam berapa sekarang?” Tanyanya dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
“Ha, jam 6.30 AM Ken kenapa kau tidak membangunkan ku?” Amuknya pada pria tampan itu.
“Hei, tenanglah kita sudah di depan rumah mu”
Anita bergegas keluar dari mobil namun, tangannya di Tarik oleh Kenan hingga dia terhuyung dalam pangkuan pria itu.
CUP…
Satu ciuman singkat menempel lembut pada bibir kenyal milik Anita.
Anita membulatkan matanya “KEN!” dia keluar dari mobil itu Anita menyentuh bibirnya.
Ken ikut keluar “Morning kis” Ujarnya singkat.
__ADS_1