Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Kesempatan


__ADS_3

Anita terduduk lemah di bangku kantin. Kepalanya terasa berputar-putar. Akibat benturan bola kemarin dia merasa oleng sekarang.


"Anit kau baik-baik saja?". Anne datang dengan makanan yang baru saja di belinya.


Anita mengangguk lemah dengan mata terpejam.


Anne meletakkan makanan yang dibawa nya di atas meja "Aku sudah membeli makanan, jika kau lapar makan saja". Ujar nya lalu pergi dari sana.


Anita tak peduli dengan keadaan sekitar kepalanya benar-benar terasa berdenyut dan mata nya pun sulit untuk di buka.




*


Bau obat-obatan menyadarkan nya dari tidurnya. Mata Anita terbuka "Di mana ini?". Dia memegangi kepalanya karena masih merasa sakit.


"Anit kita di klinik sekarang tadi kau pingsan saat di kantin".


Anita menoleh ke samping ada Anne yang duduk dan di belakang Anne ada....


"Andrew?". Anita mengerutkan dahinya.


Andrew nampak santai sambil bersidekap dan menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Aku yang membawanya ke sini dia harus bertanggung jawab karena membuat mu menderita seperti ini". Anne menyahuti "Sudahlah aku harus pergi karena pertemuan dengan pihak akademik" Tambahnya lagi, Anne mengemasi barng nya lalu beranjak dari sana.


Tinggallah mereka berdua di sana.

__ADS_1


"Kau tidak ada kelas?". Anita memulai pembicaraan.


"Yah, seharusnya aku sedang pratikum sekarang".


Anita merasa sungkan "Ya sudah, kembali saja ke kelas mu".


"huh... Aku harus menyelesaikan urusan ku dengan mu dulu bukan?".


"Apa maksud nya? Apa dia ingin berlama- lama dengan ku? Oh ya tuhan kau benar- benar mengabulkan keinginan ku"  Anita meneka-neka dalam hati dengan perasaan gembira.


"Jangan salah paham, aku hanya ingin menyelesaikan semua urusan ku dengan mu". Ujar Andrew penuh penekanan. Dia tau isi hati wanita yang masih berbaring nyaman itu.


Anita nampak salah tingkah "Ah tidak...".


 Andrew hendak melangkah keluar namun, Anita memanggil nya "Mau kemana?".


Dia menoleh "Aku ingin ke kantin".


"Kau bisa jalan sendiri bukan? Manja sekali". Andrew tetap melanjutkan langkahnya.


Anita bergegas mengejar Andrew "Hei tadi kau bilang ingin meneyelesaikan semua urusan mu dengan ku, lalu kau meninggalkan ku begitu saja".


Andrew menghentikan langkah nya tiba- tiba.


brukk..


"Awww.. Kepala ku".


Anita mengusap dahinya dia dapat mencium wangi tubuh Andrew sekarang bahkan tulang hidung nya masih bersentuhan dengan kemeja pria itu. Pikiran Anita melayang jauh hingga ia tersadar bahwa Andrew sudah berjalan menjauh.

__ADS_1


Di kantin.....


"Hai bro!". Tom datang dan langsung duduk di samping Andrew "Kau sendirian?".


Andrew mengangguk "Ya...".


"Tidak!". Anita langsung menyahut dia duduk di meja yang membelakangi Andrew.


Tom membalikkan posisi duduk nya "Kau??". Dia melirik Andrew dan Anita secara bergantian.


"Apa dia menguntiti mu?". Tanya Tom dengan suara berbisik.


"Tidak!". Jawab Andrew singkat.


Anita mengambil makanan nya lalu pindah duduk di depan dua sejoli itu "Aku sudah boleh bukan duduk di sini?". Tanya nya. Pasalnya Andrew mengingatkan Anita untuk tidak semeja dengan nya sebelum temannya datang.


Andrew tak menggubris dia melanjutkan makan siang nya dengan lahap.


Tom yang tidak tahu apa- apa mulai kebingungan "Hei ayolah, ada apa ini ? Atau kalian sudah saling dekat?".


"Tidak!". Andrew menjawab dengan tegas.


Andrew meneguk minuman nya. Lalu mulai meneceritakan semua kejadian di hari kemarin hingga dia punya masalah dengan wanita yang ada di depan mereka sekarang.


Tom manggut-manggut setelah mendengar cerita panjang lebar itu. Ia menatap Anita yang masih mengunyah makanan nya dan Andrew yang asik dengan ponsel nya secara bergantian.


"Hmmmm.... Ku rasa kalian berjodoh".


Sontak ucapan Tom membuat ekspresi yang berbeda dari keduanya. Andrew melirik Tom dengan tajam menandakan ia kurang nyaman dengan itu. Lain dengan lagi dengan Anita yang nampak merona.

__ADS_1


"Semoga saja". Ujar Anita dengan suara kecil namun, masih bisa terdengar oleh dua orang di depan nya itu.


__ADS_2