
Semua orang dalam ruangan itu nampak kusyuk mendengarkan penjelasan pengajar di depan. Namun, tidak dengan wanita yang asyik dengan isi pikirannya.
"Anita! apa yang kau pikirkan?" Anne mengguncang bahu wanita itu.
Anita menoleh "Ya?".
Anne memberi syarat seolah memberi tahu sesuatu.
Anita mengerutkan kening nya "Why??".
Anne membisikkan sesuatu. Wanita itu nampak kaget Anita memperhatikan sekelilingnya. Dia melihat seorang pria yang duduk pojok depan.
"Kenapa dia mengembil kelas yang sama dengan ku?" Tanyanya pada diri sendiri.
Anne yang mendengarkannya hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu dia kembali fokus dengan penjelasan dosen.
'Aku masih kepikiran dengan ucapan Tom kemarin, apa mungkin ada kesempatan ku dengan Andrew untuk bersama' Batinnya Anita meronta-ronta sedari tadi dia memikirkan ucapan sahabat pria idaman nya itu.
Beberapa menit kemudian...
Mata kuliah itu sudah selesai Anita meninggalkan Anne yang sedang berkemas. Dia dengan langkah cepat menghampiri pria yang sedari tadi mencuri perhatian nya.
"Andrew!" Panggil nya pelan.
Pria itu menoleh dengan santai "Ya?".
__ADS_1
Anita nampak kikuk "umm... Aku ingin berbicara sebentar dengan mu, apa kau punya waktu?".
Andrew nampak berpikir sejenak "Okey" Dia melangkah dulu kemudian diikuti dengan Anita di belakang nya.
Mereka sampai di lorong yang sepi...
Anita menarik nafas dalam sebelum memulai pembicaraan.
"Aku ingin bertanya pada mu" Dia memperhatikan gelagat Andrew yang nampak biasa saja "Apa kau menyukai ku?" Sebuah pertanyaan yang sudah lama ingin di tanyanyakan nya.
Andrew mengusap rambut nya ke belakang "Menurut mu?" Dia tak kalah tajam menatap mata wanita itu.
Seolah terintimidasi Anita mengalihkan pandangan nya "Aku selalu merasa kau menyukai ku dengan semua tingkah mu yang selalu membayangi pikiran ku, sejak kau datang ke acara pertunangan ku aku semakin yakin dengan semua perasaan ku pada mu" Anita menarik nafas nya sebentar lalu kembali melanjutkan unek-unek nya "Aku tak ingin tersiksa seperti ini terkadang aku benar-benar merasa bodoh dan gila dengan perasaan ini, katakan pada ku jangan membuat ku semakin bimbang" Suaranya melunak seolah memohon pada pria itu.
Mendengar semua itu Andrew tersenyum tipis namun sedetik kemudian dia mengupas ekspresi wajahnya "Apa kau akan menyerah dengan perasaan mu itu?" Lagi-lagi pertanyaan bukan jawaban yang di ucapkan pria itu.
"Kau bilang ini kaku?"
Anita mengangguk "Ya kau sangat kaku".
Andrew mendekat dia menurunkan wajahnya pada wajah wanita itu "Jadi, sikap seperti apa yang kau sukai?".
Anita menatap mata tajam pria itu dia seolah terhipnotis dengan tatapan itu "Aku... a-ku...aaku" Dia tergagap.
Andrew tertawa dia semakin mendekat sehingga membuat wanita itu terpojok ke dinding "Kau benar-benar membuat ku ingin menggigit mu" Dia berdiri tegap dengan jarak yang sangat dekat dengan wanita itu.
__ADS_1
Anita tersadar dengan ucapan pria itu 'Apa maksudnya?' Dia berucap dalam hatinya.
Dia juga baru menyadari posisi mereka yang begitu dekat "Apa yang kau lakukan?" Anita mendorong pria itu namun, tak sedikit pun pria itu tergeser.
Dia mencoba keluar dari posisi sedekat itu, dengan cepat lengan pria itu menghalang kedua sisi nya.
"Apa yang kau lakukan? Jangan bersikap konyol seperti ini" Ujar nya asal dia terpesona dengan perubahan ekspresi wajah pria itu yang sebelumnya dengan tajam tapi, sekarang pria nampak dengan tatapan berseri-seri.
"Ku pikir wanita yang menyukai pria duluan akan mudah untuk di sentuh oleh pria yang di sukainya" Andrew berucap menunjukkan senyum smirk.
Anita membelalakan mata "Aku memang menyukai mu tapi, jangan sesukanya melecehkan ku" Anita mengucapkannya sebab dia memang tak pernah merasakan sentuhan yang di maksud Andrew.
"Oh ya?" Andrew menurunkan tangan nya 'Kita lihat sekarang' Dia mulai membelai pinggul berisi wanita itu meremas nya pelan.
Anita yang mendapat perlakuan itu merasa dilecehkan namun, tidak dengan tubuhnya yang tak mencegat perlakuan pria itu.
Anita terpejam saat pria itu dengan tiba-tiba mencumbu lehernya. Debaran dalam jiwa nya meronta-ronta udara panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya tak bisa menolak semua itu Anita menggeliat seolah mengiginkan lebih dari itu.
"Kau hangat" Bisik Andrew pelan dia menatap wajah yang memerah itu "Kau ingin lebih?" Tanya nya.
Tak dapat di pungkiri Anita benar-benar mendapat rangsangan kuat dari pria itu.
Andrew mundur beberapa langkah...
Anita sadar dengan itu.
__ADS_1
"Aku tak akan melanjutkannnya" Ujarnya berlalu pergi.
Walaupun dia tak pernah dekat dengan wanita tapi, dia masih lelaki normal yang memiliki hasrat dengan lawan jenis.