
Anita terduduk di bangku taman dengan sebuah buku di tangan nya namun, matanya melihat jauh layang-layang di angkasa persis seperti pikiran nya yang melayang jauh entah kemana.
Anne datang dengan dua botol minuman kesukaan mereka "Apa yang kau pikirkan?" Anne duduk di samping Anita.
Anita menoleh "I don't know" Dia merebut salah satu miniman itu dari tangan Anne.
"Kau bertengkar dengan pacar mu?" tanya nya lagi.
Anita menoleh "Andrew?"
Anne mengangguk sembari menyeruput minuman nya "Ya, lalu siapa lagi? Bukankah kau begitu mengharapkan dia?"
Anita menyeruput minuman nya "Ya its me, tapi apa menurut mu pacaran itu?"
Anne tergelak "Pertanyaan macam apa itu?" Dia membuka buku yang memang sengaja mereka pinjam dari perpustakaan "Katakan saja kau ingin bercerita apa"
"Apakah pacaran hanya sebatas saling menyukai saja? Atau hanya saling ada satu sama lain?"
Anne menghentikan aktivitas nya "Hey, are you okay?" Dia merangkul pundak sahabatnya itu.
Anita menggeleng "I don't know, aku mengerti sekarang perasaan Kenan pada ku semua penolakan ku semua sikap kasar ku, entahlah aku seperti mendapat karma dari diri ku sendiri"
"Jadi, apa yang ingin kau lakukan?"
Anita nampak dengan wajah cemberut "Aku tidak ingin pulang dengan Andrew nanti, aku tidak ingin bertemu dengan dulu, jika dia bertanya pada mu katakan saja aku sudah dijemput oleh ibu ku"
Anne nampak gelagapan "Tapi... apa aku harus terlibat dengan masalah percintaan mu ini?"
__ADS_1
Anita menoleh dengan raut kesal "Anne, aku mohon pada mu. Aku hanya tidak ingin Andrew menjadi pelampiasan rasa bersalah ku pada Kenan. Kau tenang saja hanya untuk nanti" Ujarnya dengan yakin.
Andrew hendak masuk ke dalam mobil namun, terhenti ketika pandangan nya menangkap seorang gadis berkaca mata yang tengah duduk di halte.
"Dia teman Anita"
Andrew melajukan mobil nya menuju halte tersebut "Kau teman Anita?" Dia bertanya dari dalam mobil.
Anne yang sedari tadi duduk di sana pun mengangguk.
Andrew membukakan pintu mobil nya "Masuk!" Ujarnya datar.
__ADS_1
Anne yang merasa terintimidasi pun masuk dan duduk di bangku samping.
"Di mana Anita? Aku tidak bisa menghubungi nya" tanya nya to the point.
Anne menoleh sebentar "Dia sudah dijemput ibunya tadi"
Andrew menelisik gadis di samping nya itu "Kenapa kau tidak ikut dengan nya pulang?"
Anne merasa semakin terintimidasi karena dia tak terbiasa dalam hal berbohong "Itu karena ku mengikuti seminar jadi aku telat pulang" Jawabnya cepat.
Andrew mengalihkan pandangannya "Aku akan mengantarkan mu pulang"
Anne langsung menggeleng "Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri"
"Di lingkungan ini banyak tindakan kriminal dan ini juga sudah malam" Andrew berbasa-basi karena bagaimanapun juga Anne merupakan sahabat dari pacarnya. Jadi sedikit banyak nya dia bisa mengetahui tentang Anita dari gadis berkaca mata itu.
Mobil Andrew melaju meninggalkan lingkungan kampus.
"Aku hanya ingin mengetahui lebih banyak tentang Anita dari mu" Andrew membuka pembicaraan.
Anne menoleh "Wah, kau banyak bicara juga setelah membuat sahabat ku overthinking".
Andrew mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan gadis itu karena memang dia sendiri tidak tahu letak salah nya dimana.
"Maksud mu?"
Anne menarik nafas dalam "Anita itu tidak memiliki pengalaman yang dalam hal berpacaran dia tak pandai dalam mengekspresikan marahnya"
__ADS_1
Andrew semakin bingung tapi, dia masih mendengarkan ucapan gadis itu.
"Dan satu lagi Anita juga tak terbiasa dengan penolakan, mungkin kau bisa mengingat lagi jika kau pernah menolaknya"