
Hembusan angin bertiup cukup kencang sehingga membuat keadaan cuaca menjadi tidak menentu. Seseorang mengamati dua insan dari kejauhan. Dia adalah Andrew.
Dia harus pulang cepat karena ayah nya akan datang ke rumah untuk menemuinya namun, dalam perjalanan menuju parkiran dia melihat Anita dan Tom sedang berbicara.
“…. Kau butuh tumpangan ..?” Sayup-sayup Andrew mendengar tawaran Tom. Dia melanjutkan langkahnya menuju parkiran. Karena dia yakin sahabatnya itu tak akan menyakiti seorang wanita.
*
Sedangkan di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu. Kedua nya masih diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Kenapa kita berbelok?” Tanya Anita memulai pembicaraan.
“Karena di sana sedang terjadi balapan motor” Tom menjawab sembari mengemudi “Kenapa kau pulang sendirian tadi? Apa tunangan mu tak menjemput mu?” Tom balik bertanya.
“Ah iya, dia sedang ada meeting dengan rekannya” Jawabnya namun, sesaat kemudian dia bertanya lagi “Bagaimana kau bisa tau aku sudah bertunagan?” Dia ingat hanya mengundang Andrew kemarin.
Tom tertawa “Kemarin Andrew pulang cepat, bagaimana dia di sana kemarin?” Dia tak menjawab malah balik bertanya.
“Aku juga tidak tau, setelah berdansa dengan Anne dia langsung pergi” Anita menjawab apa adanya.
“Benarkah? Ku kira dia tak akan datang kemarin” Tom masih menunjukkan gelak tawanya.
__ADS_1
Anita hanya mengangguk dia merasa bingung ‘apa yang lucu?’ batinnya.
“Kau nampak nya sangat mengenalnya”
“Tentu saja, kami sudah menjadi teman sejak kecil”
Anita nampak berpikir sejenak, lalu sebuah ide muncul dalam kepalanya “Benarkah?”.
Tom mengangguk “Ya, Kenapa?”.
Anita nampak kikuk sedetik kemudian dia kembali bertanya “Maukah kau bercerita sedikit tentang dia?”
Tom melirik Anita dengan aneh “Ku pikir kau sudah melupakannya, ternyata masih ingin tahu tentang dia” Ujarnya mendelik agak kesal dengan sikap Anita.
“Iya, aku juga tidak tahu apa yang harus ku lakukan” Anita menghembuskan nafas nya lesu.
“Ya, Terima Kasih” Anita tidak tau harus menceritakan semua isi hatinya atau tidak tapi, yang sekarang di lakukannya adalah bertanya dan bertanya mengenai Andrew pada temannya itu.
“Oh ya, kita belum berkenalan secara resmi bukan?” Tom menjulurkan sebelah tangannya “Aku Tom dari fakultas Teknik”.
Anita menjabat tangan pria itu “Aku Anita dari fakultas bahasa dan sastra”.
Diam sejenak…
Tom tau rasa penasaran Anita tentang Andrew dan ingin menanyakannya namun, wanita itu tampak canggung dan ragu.
__ADS_1
“Kau ingin tahu sesuatu?” Tom memulai kembali percakapan mereka.
“Ya, katakana saja yang ingin kau katakan” Jawab nya ini menandakan dia ingin mendengar semua yang Tom ucapkan jika itu menyangkut Andrew.
“Aku mengenal Andrew dengan sangat baik dia pria yang sangat optimis dalam hal apapun iitu” Tom melirik Anita melihat reaksi wanita itu yang nampak serius mendengarkannya. “Apapun dilakukannya dengan baik, semua orang mungkin beranggapan jika dia adalah orang yang gila kesuksesan tapi, nyatanya dia tak seperti itu”.
Anita tertegun mendengarnya walaupun demikian bukan itu point penting yang ingin diketahuinya.
“Dan juga dalam hal percintaan dia juga dianggap pria yang buruk, sehingga selalu diremehkan tapi dia tak menghiraukannya” Tom tertawa dengan ucapannya sendiri.
“Jadi, maksud mu dia tak memiliki pengalaman cinta?” Anita bertanya memastikan.
Tom manggut-manggut “Ya bisa dibilang begitu, karena setiap wanita yang ingin menjadi pasangan nya selalu ditolak langsung jika wanita itu terus mengganggu nya maka aku akan di utus menjadi perwakilan nya untuk menangani wanita itu” Tom kembali tertawa.
Anita menyipitkan matanya mencari kebenaran dari ucapan pria di samping nya ini “Jadi, kau di utus untuk menangani ku, begitu?”.
Tom mengerem mendadak dia keceplosan dengan ucapannya sendiri “Ya, tidaklah aku kebetulan saja tadi melihat mu” Jawabnya gelagapan. Dia kembali menjalankan mobilnya.
Anita agak kesal dengan hal itu “Lalu, ceritakan lagi!”.
“Ah iya aku lupa, ini pertama kalinya dia tak menyangkal wanita yang mengganggu nya” Ujarnya penuh makna.
“Maksud mu?”.
Tom kembali menghentikan mobil nya “Pikirkan sendiri, karena kau sudah sampai di depan rumah mu dan aku ingin pulang”.
__ADS_1
Anita mendelik kesal dia melihat sekelilingnya dan benar saja jika sekarang mereka sudah di lingkungan rumahnya.