Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Menginap


__ADS_3

Dia membanting pintu toilet itu keras membuat beberapa orang di sana menoleh melihat.


Anita menarik nafas dalam lalu menghembuskan secara perlahan. Dia mencuci wajahnya mencoba menyadarkan pikiran liar nya.


"Apa yang baru saja terjadi?" Dia mengibas-ibaskan tangan nya masih merasakan suhu panas itu. Bahkan Anita mengucir rambut nya.


"Tunggu! Apa ini?" Dia melihat pantulan dirinya di cermin toilet itu. Sebuah bekas gigitan membuat perubahan yang jelas di kulit nya.


"Arghh..." Dia kembali menggerai rambut nya dia tak ingin orang lain melihat hal itu.




*


Sedangkan di sana...


Suasana serius di ruangan pertemuan yang sangat formal seorang pria berjas rapi sedang mengadakan meeting dengan client penting nya.


Sampai akhir pertemuan mereka saling berjabat tangan dan pertemuan tersebut selesai.


Kenan baru membuka ponsel nya dia melihat beberapa notifikasi di ponselnya.


Rahang nya mengeras melihat isi pesan tersebut.


"FU*K" Dia memukul meja di depan nya.


Dia menelpon orang yang mengirimi nya pesan itu.


'Kapan itu terjadi?' Kenan merasa amarah nya sedang naik sekarang.


Orang di seberang sana menyahuti 'Tadi siang tuan'.

__ADS_1


Sambungan telpon terputus. Dia benar-benar tak terima dengan semua ini bagaimana bisa calon istri nya di sentuh oleh pria lain.


Dia memanggil asisten nya membisikkan sesuatu. Nampak asisten nya itu mengangguk.


Di sisi lain di kampus...


Anita nampak kaget dengan orang yang berdiri di samping mobil mewah itu.


"Di mana Kenan?" Tanya nya pada asisten Kenan.


"Tuan Kenan sudah menunggu anda di suatu tempat" Jawab nya sembari membuka pintu mobil mempersilahkan Anita masuk.


Anita hanya masuk dan duduk diam. Dia malas bertanya pada asisten itu karena memang dia tak menyukai nya.


Hampir setengah jam mereka sampai di sebuah gedung pencakar langit. Anita mengerutkan dahinya merasa aneh karena dia tahu bahwa gedung tersebut adalah hotel bintang 5 di kota ini.


'Untuk apa Kenan mengajak ketemu di hotel? Apa ada para orang tua di sana? Oh tidak aku harus menutupi leher ku' Ujar nya dalam hati.


Anita masih mengikuti pria itu hingga sampai di depan pintu kamar yang bertuliskan VIP.


"Nona, Tuan sudah menunggu di dalam" Ujarnya ramah. Dia tak mengantar Anita masuk.


Anita membuka pintu tersebut terlihat sekali jika kamar ini merupakan kamar dengan sewa yang mahal.


Dia melihat seorang pria yang sedang duduk menghadap kolam di balkon hotel. Anita menghampiri pria itu.


"Ken! Tak biasanya kau mengajak ku ke sini?" Dia mengambil posisi duduk di samping pria itu.


Pria itu menoleh "Why?" Tanya nya singkat masih dengan nada santai. Dia nampak mempesona dengan celana hawai pendek da kemeja putih transparant memperlihatkan tubuh kekarnya ditambah sunset yang menyinari mereka seakin membuat suasana semakin indah di sana.


"Aku pikir akan ada bincang penting dengan para orang tua" Anita mengalihkan pembicaraan dia menikmati pemandangan kota yang menyejukkan mata di tambah lagi udara segar karena akan memasuki musim dingin sehingga angin bertiup cukup kencang.


Kenan menoleh dia melihat bekas itu masih menempel di leher sang pujaan "Kau menikmati nya?" Kenan mengusap tenguk wanita itu.

__ADS_1


Anita yang tersadar dengan itu segera memperbaiki posisi rambut nya "Umm... aku tidak anu..." Anita tak bisa berucap dengan benar.


Kenan tersenyum sipul meratapi kekecewaan dalam hatinya "Bagaimana kalau kita menginap malam ini? Lagipula kita sudah menjadi pasangan bukan?".


Anita merasa hal itu belum bisa diterima oleh jiwa dan raga nya "Tapi..."


"...Kau akan mendapatkan lebih dari ini bahkan apa pun yang kau inginkan akan ku penuhi sekarang juga" Kenan memotong ucapan Anita dengan cepat dia memberi tatapan pada wanita pujaan nya itu.


Anita menggeleng dia belum siap untuk itu. Walaupun mereka sudah bisa di sebut pasangan dan sudah mendapat restu dari orang tua tapi, ini masih terlalu cepat baginya.


"Anit aku tahu semua itu" Kenan menatap Anita penuh makna "Cobalah lihat aku sebagai seorang pria dan bukan saudara mu, aku yakin kau mau dengan ku dan mau melakukan nya dengan ku. Anita aku sudah berjuang sampai sejauh ini untuk mu Please... lihat aku" Tambahnya dia membelai rambut Anita pelan.


Anita memandang jauh awan di sana "Kau memata-matai ku?".


Kenan mengangguk "Ya, itu ku lakukan demi kebaikan mu"


Anita menarik nafas dalam "Aku tidak suka seperti ini Ken" Ujarnya pelan.


Kenan tertawa "Ya, aku tahu itu jika ku biarkan kau mungkin bisa saja berbuat lebih dari yang tadi dengan pria lain" Kenan berdiri di depan Anita dia menutupi wanita itu dari cahaya sunset "Aku bahkan, tunangan mu belum sejauh itu dengan mu".


Anita mendongak "Apa maksud mu?".


Ken beranjak "Sudahlah, lupakan saja" Dia merebahkan tubuhnya di ranjang luas itu.


Nampaknya amarah pria itu sudah mulai mereda.


Anita mengusap wajahnya dia benar-benar bimbang dengan keadaan nya sekarang. Dia melihat Kenan yang memejamkan matanya terlihat wajah lelah pria itu.


Dia menghampiri pria itu lalu duduk di samping nya "Ken aku menyayangi mu, aku tidak bisa juga mengatur semua keadaan ini, maafkan aku jika membuat mu marah".


Kenan tidak tidur dia mendengar semua itu. Dia melihat penyesalan di wajah cantik Anita.


Kenan membelai wajah tersebut "Aku mencintai mu, sangat ingin memiliki mu".

__ADS_1


__ADS_2