
Malam menjelang aula kampus sudah dipenuhi oleh kerumunana mahasiswa yang mulai berdatangan masuk ke stadion. Disana sangat bising sekali dengan teriakan gadis-gadis pada jagoan mereka masing-masing.
"Ini pertama kalinya bagiku selesai kuliah tidak langsung pulang". Anita terkekeh.
"Yah itu lah kau kupu-kupu tak ingin berorganisasi". Delih Anne.
Mereka mengambil tempat duduk tengah sehingga dapat melihat dengan jelas jalannya pertandingan nanti.
"Di mana dia aku tidak melihatnya?". Anita melihat kiri kanan mencari keberadaan seseorang.
"Tentu saja kau tak melihatnya dia kan ketua tim basket tentu saja di harus bersiap-siap dengan tim nya, sebentar lagi kau akan melihatnya".
Anita menyengir nampaknya, dia benar-benar tak sabar.
Tibalah masa pertandingan akan dimulai wasit mulai mempertemukan kedua tim yang akan bertanding.
Andrew dan tim keluar dengan gagahnya mengenakan kostum basket yang sangat pas di tubuh jangkung nya.
"Anne lihat di sana". Tunjuknya bersemangat.
Lain dengan Anne, wanita itu hanya nampak lesu dia tak terlalu suka dengan keramaian seperti ini tapi, demi temannya itu ia rela.
Suara semakin ramai memenuhi seisi stadion begitu pertandingan dimulai. Suara host sangat mendominasi jalannya pertandingan itu.
*
__ADS_1
*
*
Hingga pertandingan selesai dengan skor yang sama. Perlahan penonton mulai meninggalkan stadion. Namun, tidak dengan dua sejoli itu yang masih setia di tempat.
Anita menarik tangan Anne mereka turun dari tempat duduk lalu menghampiri Andrew.
Andrew melihat kedatangan dua wanita itu menghampiri mereka. Dia mengerutkan keningnya.
Anita datang dengan senyuman indah nya "Wah kau bermain dengan hebat ya" Puji nya dengan anggun.
Andrew terkekeh "Aku tidak mengenal mu". Ujarnya singkat dan padat namun, sangat menusuk ke relung hati Anita.
Anita tersenyum miris "Ya kita belum berkenalan" Dia menjulurkan tangannya "Anita dari jurusan bahasa".
Anita menggigit bibir bawah nya menghilangkan ras grogi yang tiba-tiba datang "Teman mu pasti sudah memeberi tahu tentang kujuga kan?".
Andrew tersenyum sinis "Ya, sam seperti teman mu juga bukan" Dia melirik Anne yang nampak bosan mendengar percakapan mereka. Kemudian pergi dari sana.
Anita nampak cemberut merasa gagal dengan usahanya.
"Sudahlah, ayo kita pulang saja hari semakin malam jika kau masih tetap disini". Anne menarik tangan Anita menagajak nya pulang.
***
__ADS_1
Dan disinilah mereka sekarang....
"Anne menurut mu apa aku bisa meluluhkan hati Andrew?". Anita meneguk susu hangat yang baru saja di buatnya.
Anne menggedikkan bahunya "I don"t know". Dia kembali fokus membaca bukunya.
Hening sejenak....
"Apa yang kalian bicarakan namapak begitu serius?". Ibu ikut duduk di samping putrinya.
"Bibi putri mu ini sedang mengejar seseorang yang disukai nya". Jawab Anne.
"Hah?". Raut wajah penuh tanya dan ekspresi kaget nya tak bisa di sembunyikan oleh ibu.
"Why?". Anita merasa heran dengan gelagat ibunya.
Ibu tersenyum berusaha menutupi keterkejutan nya "Ah tidak ada, memang nya siapa yang kau suka?".
"Dia pria tampan, pintar, dan juga cool" Anita membayangkan wajah Andrew dalam pikirannya "Ibu kau pasti menyukai nya dan akan merestui ku jika berpacaran dengan nya".
Ibu hanya mengiyakan "Iya, kalau begitu ibu mau masak dulu". Dia beranjak dari dua gadis itu.
"Kenapa dengan bibi?". Anne pun merasakan gelagat yang berbeda dari ibu temannya itu.
Anita menggedikkan bahunya "Lupakan saja aku masih ingin berkhayal tentang Andrew".
__ADS_1
Anne memutar bola matanya mendengar itu.