Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Pagi


__ADS_3

Matanya terbuka karena silau mentari yang menmbus jendela kamar itu. Ken merasakan tangan seseorang yang berada di dadanya.


Dia kaget ketika melihat sang pemilik tangan. Dia tak begitu mengingat kejadian semalam tapi, dia ingat jika mereka sudah bercinta semalam.


Ken memejamkan matanya dia harus meminta maaf kepada sahabatnya itu. Dia juga harus siap dibenci sahabatnya ini.


Ken mencari keberadaan ponselnya untuk mengabari sang asisten nya.


"Kau mencari ponsel mu?"


Ken mengangguk dia tak berani melihat pada si penanya.


"Ada di saku celana mu" Ujarnya.


Kenan masih tertunduk "Aku minta maaf karena semalam sudah merenggut milikmu" ujarnya dengan nada penyesalan.


Tak ada suara diantara mereka untuk beberapa saat.


Ken semakin merasa bersalah dia menengadah memohon maaf namun, yang dilihatnya Khai yang bertelanjang dada membuatnya menelan air liur nya.


Ken kembali tertunduk "Khai aku... aku benar-benar tak bermaksud melakukan nya pada mu".


"Aku akan bertanggung jawab"


Mendengar hal itu Khai mendekat dan langsung memeluknya erat. Wanita itu menangis tersedu-sedu.


__ADS_1









Pagi yang cerah dikediaman Anita dia sudah selesai dengan style nya ke kampus. Dia berdiri di depan pagar rumah nya menunggu jemputan dari Andrew karena mereka akan berangkat bersama.


"Maaf membuat mu menunggu" Ujar Andrew sembari melajukan mobil menuju kampus.


Anita tersenyum "Its Okay, oh ya tadi ibu ku membuat kan mu bekal" Gadis itu mengeluarkan kotak bekal dari paper bag yang di bawanya.


Andrew menoleh "Kenapa kau tidak memberitahu ku tadi? Ibu ku juga membuatkan bekal untuk ku" Dia menjangkau tas ranselnya dari bangku belakang memperlihatkan nya pada Anita.


Anita nampak cemberut "Hmmm baiklah" dia mengalihkan pandangan nya melihat jalanan pagi yang hangat.


Tak ada respon lagi dari pria yang tengah fokus mengendara itu dia tampak biasa saja dengan perubahan sikap wanita di sampingnya itu seolah-olah itu hanya hal sepele yang tak perlu dipermasalahkan.


Tapi, tidak dengan Anita yang merasa tak dihargai dengan sikap Andrew yang blak-balakan menolak pemberiannya.

__ADS_1


'Percuma saja aku bangun pagi tadi jika dia tak menerima makanan ku, padahal ku sudah meminta pertolongan ibu juga. Haaah aku bingung harus menjawab pertanyaan ibu nanti' Anita menggerutu kesal dalam hatinya.


"Ada yang ingin kau ucapkan?" Suara Andrew menyadarkan Anita.


Dia hanya menggelang sebagai jawaban.


Sampai di gerbang kampus...


"Berhenti disini!"


Andrew menepikan mobilnya "Kenapa?".


"Aku ingin turun disini saja"


Andrew menahan tangan gadis itu "Tunggu!"


"Orang-orang akan mengerumuni kita nanti"


Andrew mengerutkan dahinya "Tidak, aku akan memarkirkan mobil ditempat sepi belakang kampus kita tak akan di kerubungi" Ujarnya lagi menahan gadis itu.


Anita menarik nafas dalam "Ok, aku tidak ingin membuat kerusuhan saja"


5 menit kemudian mobil Andrew sudah terparkir di tempat yang cukup sepi.


Andrew menatap gadis di depan nya sekarang "Kenapa? Sedari tadi kau tak banyak berucap".


Anita balik menatap pria di depan nya itu "Aku hanya sedikit kesal saja, karena kau menolak pemberian ku. Aku merasa seperti tak dihargai tapi, itu keputusan mu juga untuk menolak ku" Seketika Anita langsung teringat dengan Kenan yang selalu mendapat penolakkan dari nya.

__ADS_1


"Ahhh, sudahlah aku ingin ke kelas" Anita berlalu begitu saja mood nya campur aduk.


__ADS_2