Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
Mengundang


__ADS_3

Di sebuah ruangan kelas yang terisi penuh oleh puluhan mahasiswa dan juga seorang dosen wanita di sana yang menjelaskan materi perkuliahan dengan cermat.


Sesekali dia melirik jam tangannya.


“Ok guys, waktu kita sudah habis, see you last week!”.


Sebagian orang yang berada dalam ruangan itu sudah berhamburan keluar entah itu mengisi perut mereka ataupun melanjutkan perkuliahan dan juga lanjut ke perpustakaan.


Anne mengemasi buku-buku nya “Anit apa kau akan ikut dengan ku ke perpustakaan?”.


Anita tak menggubris dia masih terdiam.


Anne menoleh melihat sahabatnya itu termenung “Hei, Are you okey?”.


Anita mengangguk “Yeah, Anne kemarin aku bertemu dengan Andrew di pemakaman”.


“Sedang apa dia di sana?”.


Anita menoleh menatap Anne “Ku rasa dia datang mengunjungi makam saudara nya, Anne apa aku harus mengundang dia juga?”


Anne nampak berpikir sejenak “Yeah, kalian sudah saling kenal bukan? Jika dia tidak datang itu urussan dia”


Anita tertunduk lesu “Tapi…”


Anne memegang bahu sahabatnya itu “Anit ikuti saja kata hati mu”.


*


*


*


Bunyi pantulan bola begitu menggema seisi ruangan bebas itu.


Anita sengaja datang sore itu menemui Andrew yang baru saja selesai Latihan basket nampak di sana pria itu sedang mengelap keringatnya.


“Hai!” Anita datang menyapa.

__ADS_1


Sontak teman-teman Andrew melirik kea rah mereka. Namun, dengan cepat Andrew menyahuti.


“Dia teman ku”.


Terdengar bisik-bisik ‘Sejak kapan dia punya teman wanita’.


Andrew menghampiri Anita lalu membawa wanita itu keluar dari ruangan bebas itu.


“Kenapa?” Tanyanya singkat.


Anita tersenyum simpul “Maaf mengganggu mu, aku mau mengundang mu ke acara pertunangan ku besok”.


Andrew masih menunjukkan wajah datarnya “So?”.


Anita gelagapan “Jadi… jika kau senggang kau bisa datang bukan? Aku tidak memaksa”.


Andrew memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana “Aku kira kau benar-benar menyukai ku, ternyata Cuma bualan saja” Ujarnya dengan nada dingin dia melagkah meninggalkan Anita.


Mendengar itu rasanya Anita ingin berteriak pada pria itu “Aku tidak membual! Aku benar-benar menyukai mu tapi, aku juga tak bisa menyakiti perasaan ibu ku”


Andrew menghetikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya “Aku tahu itu” Ujarnya singkat lalu beranjak dari sana.


*


*


*


Anita berjalan cepat dia benar-benar kesal dengan perlakuan Andrew.


“Dasar pria dingin, pantas saja wanita tidak mau memperjuangkan laki-laki seperti dia” Dia mengomel sepanjang perjalanan menuju gerbang kampus.


Di sana terlihat sudah ada mobil Kenan menantinya.


Anita masuk dengan wajah yang cemberut.


“Hei! What happen?” Tanya Kenan sembari membelai rambut wanita itu.

__ADS_1


Anita menepis tangan pria itu “Nothing, ayo kita pergi”.


“Okey my angel”.


Anita benar-benar merasa geli dengan perlakuan Kenan yang disebutnya romantic itu.


“Aku benar-benar geli mendengarnya”.


Ken hanya tertawa menanggapinya.


Sepanjang perjalanan tak ada yang mengeluarkan suara hingga mereka sampai di depan Gedung besar.


“Kenapa kita kesini?”


Ken hanya tersenyum.


Dia membuka pintu untuk Anita bak seorang ratu.


“Ibu dan ayah sudah menunggu di dalam” Ujarnya.


Anita semakin di buat bingung “Ada ap aini?”


Sampai lah mereka di butiq benar saja di sana sudah menunggu para orang tua.


Mereka duduk di sofa yang memang sudah disediakan.


“Bu di mana gaun nya?” Kenan berbisik pada ibunya.


“Ah iya” Dia memanggil pelayan yang membawakan gaun mewah.


“Anit Ibu sudah memilihkan gaun yang pas untuk acara kalian besok, lihatlah dulu entah kau menyukai nya atau tidak kau bisa memilih gaun yang lain juga di butiq ini”


Anita melihat gaun indah itu “Iya bu akan Anit coba” Anita diiringi oleh beberapa pelayan membantunya di ruang ganti.


“Anita pasti sangat cantik dengan balutan gaun itu” Ujar ibu.


Kenan dan ayahnya hanya tersenyum.

__ADS_1


Tak berselang lama mereka menunggu Anita keluar dengan anggun walaupun tidak menggunkan make up terlihat sangat natural pada gadis itu.


__ADS_2