
Mereka di usir dari perpustakaan setelah mendapat teguran dari keamanan disana. Meski demikian Anita masih mempertahankan ponsel nya.
“Kau….!” Belum sampai terucap Anita sudah berlari sekencang mungkin meninggalkan Tom dan Andrew di sana.
Andrew hendak mengejarnya namun segera ditahan oleh Tom “Sudahlah bro, aku rasa dia juga tak akan mendapatkan gambarmu dengan baik”
Andrew menarik nafas panjang “Yah, lupakan saja” Ujarnya walaupun dia kurang yakin dengan itu.
...***...
Anita terengah-engah dia sampai di gerbang kampus.
“Untung saja aku bisa kabur”. Dia mengusap dadanya.
Dia melanjutkan jalan santai menuju halte bus, taka ada kelas lagi sehingga dia bisa pulang lebih cepat.
Tet…..tet…
Anita menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya. Tepat didepannya sekarang sudah menanti sebuah mobil mewah.
“Kau butuh tumpangan?”.
Kenan seorang pria tampan dengan tubuh tinggi tegap. Sangat sesuai denagn kriteria pria idaman Anita namun, sayang Kenan dia adalah sepupu jauh nya.
Anita tersenyum, seolah senyuman nya menagrtikan “kau datang di saat yang tepat”
“Yah tentu saja”. Dia langsung masuk dan duduk di samping bangku penegendara.
__ADS_1
Kenan pun masuk dan mulai berkendara “Apa kau terkejut?”. Tanyanya dengan senyuman menawan.
Anita menggedikkan bahunya “Tidak, biasa saja” Ujarnya padahal dalam hati dia merasa sanagt senang.
Kenan menoleh sebentar lalu kembali mengendara “Kau sudah tau aku akan berkunjung?”.
Anita tersenyum singkat “Yah, tadi pagi ibu memberi tahu ku”.
Kenan menunjukkan wajah cemberutnya “Yah padahal aku sudah mengatakan pada bibi supaya merahasiakan kedatngan ku”.
...***...
“Bibi apa kabar?”.
“Aku baik, bagaimana dengan keluarga mu?”.
Sekarang mereka sudah sampai di rumah yang masih berdiri kokoh itu walaupun sudah terlihat cukup tua. Anita datang denagn napan berisi minuman dan beberapa cemilan.
“Anita kau tambah gendut saja ya”. Ejeknya melihat kedatangan Anita.
Anita langsung meletakkan napan di atas meja “Hei jangan sembarangan ya aku gendut seperti ini pun banyak suka, sedangkan kau hanya memiliki sikap jelek mu itu” Ujarnya. Sebuah pernyataan yang tak nyambung.
Sontak Kenan dan ibu Anita menoleh lalu tertawa.
“Apa yang kalian tertawakan?” Anita melihat dua orang di depan nya itu.
“Sudah-sudah ayo kita makan saja dulu, lagian Kenan juga pasti lelah bukan?”. Uajrnya Wanita paruh baya itu lembut.
__ADS_1
“Ibu jangan membelanya, kau tidak lihat anak mu ini sedang diejeknya” Ujar Anita menggebu-gebu.
“Sudah lah Anit kau tidak akan bisa mengalahkan ku” Kenan membalas dengan menjulurkan lidah.
Anita sudah tidak tahan lagi dengan sikap jahil Kenan dia langsung mengahjar ahabis-habisan pria itu.
“Kau…. Aku tidak akan menagmpuni mu” Dia terus memukul bahu Kenan sampai pria itu kewalahan.
Sedangkan ibu hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah dua insan itu. Begituah jadinya jika dua orang itu bertemu selalu ada keributan yang akan terjadi.
Sore menjelang Kenan berpamitan pulang. Dia hanya berkunjung sebentar tidak berniat untuk menginap.
“Bagaimana menurut mu tentang Kenan yang sekarang?” Ibu duduk di samping Anita.
“Yah sama saja, seperti dulu tak ada bedanya” Jawabnya sembari memainkan ponsel di tangannya.
“Bukan itu yang ibu maksud, bagaimana menurutmu dia sekarang? Kira – kira apa yang kau sukai dari dia?”
Anita menghentikan aktivitasnya “Apa maksud pertanyaan ibu?”. Dia menoleh dengan wajah penuh Tanya.
“Kau bisa menjawabnya terlebih dahulu”.
“Okey, menrutku dia terlihat lebih dewasa sekarang tak terlalu jahil seperti dulu lagi, dan juga sedikit lebih tampan”.
Ibu tersenyum menatap putrinya itu “Baikalah”.
“Tapi, tunggu kenapa ibu tiba-tiba menanyakan hal itu?”. Tak sampai di situ dia kembali menanyakan hal tadi.
__ADS_1
“Kau akan secepatnya kau akan tau”.