Sorry If I Love You

Sorry If I Love You
mencari tahu


__ADS_3

Langkahnya terburu-buru masuk ke dalam kelas dia sudah terlambat 30 menit.


“Maaf terlambat”


“Ya kau boleh masuk” Ujar seorang dosen wanita.


Anita mengambil kursi kosong yang tersisa di belakang sekali.


“Hei kita bertemu lagi”. Sapanya sembari memainkan pena di jari – jemarinya.


Anita membulatkan matanya kaget “Kau!”.


“Kenapa kau diam-diam memotret Andrew?”. Tanyanya to the point.


Anita mengalihkan pandangannya “Untuk apa aku memotret dia. Kami bahkan tidak mengenal”. Elaknya.


Tom tergelak “Oh ya? Atau kau diam-diam memotret ku”. Ucapnya sambil menaik turun kan alisnya.


Anita menelisik dengan tatapan tajam “Lebih baik aku memotret teman mu itu”. Dia mengeluarkan buku kecil dan pulpen dari tasnya lalu mulai mencatat materi yang tampil dalam presentasi dosen wanita di sana.


“Hooh jadi kau benar-benar memotret Andrew ya?”.


Anita menarik nafas lalu menghembuskan “Aku sedang tidak ingin berdebat sekarang” Ujarnya penuh penekanan.


“Okey”.


...***...


Selembar kertas itu sudah kembali menutup seperti bentuk semula. Hanya dalam hitungan menit saja dia sudah bisa menyelesaikan membaca satu buku.


Mata nya sekarang tertuju pada napan makanan berisi menu makan siang.

__ADS_1


“Aku sudah mengambil makanan sesuai dengan takar yang minta”.


“Thanks bro, kau sangat membantu”. Dia harus banyak – banyak berterima kasih pada temannya itu mungkin tanpa temannya itu ia tak akan bisa makan siang.


“Yah… itu lah kau. Seharusnya kau harus bisa bersabar setidaknya, untuk mengantri mengambil makanan mu sendiri”.


Dia tak menghiraukan ucapan temannya itu dia mulai menyuap semua makanan itu.


“Entah apa yang terjadi jika kau tak bisa mengubah sifat minus mu itu”. Ujarnya lagi menceramahi temannya itu.


“Tom, bisakah kau diam?”.


Tom hanya melirik sebentar lalu memainkan ponselnya “Apa kau ingin tau sesuatu?”.


Andrew menggedikkan bahunya pertanda tak peduli.


“Baiklah aku akan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat mu tersedak, tapi aku tidak sejahat itu maka dari itu cepat habiskan makananmu!”. Ujarnya memerintah.


Andrew meneguk air mineral yang selalu dibawanya “Yah aku sudah selesai. Katakan!”.


Andrew menyipitkan matanya mencoba menela’ah ucapan Tom “Siapa yang kau maksud?”.


“Kau tahu gadis kemarin sore, ternyata dia juga mengikuti mata kuliah kalkulus” Ucapnya sambil berangan-angan tentang Anita.


“Aku tak menyangka ada wanita yang juga mau mengikuti perkuliahan itu” Tambahnya.


Andrew tergelak “Kalkulus tak terlalu sulit untuk semua jurusan bukan?”.


Tom menoleh “Tapi yang harus kau ketahui adalah dia anak bahasa bagaimana mungkin bisa ada mata kuliah Kalkulus”.


“Hah??”.

__ADS_1


“Yah aku melihat data mahasiswa baru yang mengambil mata kuliah kalkulus dan aku melihat datanya”.


Tom membuka gallery di ponselnya lalu memperlihatkan pada Andrew “Kau lihat bukan ini wanita kemarin yang memotret mu dan sekarang dia juga mengikuti mata kuliah yang bukan passionnya”.


Andrew melihat detail semua nya “Yah kau benar”.


...***...


Sedangkan di sana…


“Bagimana kuliah mu tadi?”.


“Bagaimana apanya? Yang tadi aku terlambat dan juga aku tak bisa bertemu dengan dia”.


Anne tertawa “Kau benar - benar naïf Anit”. Anne tak menyangka jika temannya itu bisa senekat itu hanya untuk mengenal seseorang.


“Kau yakin jika semua yang kau lakukan ini tidak keliru?”. Tanya nya lagi.


Anita menggeleng “Tidak Anne aku tahu apa yang inginkan”.


“Baiklah, tapi kemarin kau bilang jika sepupu mu yang tampan itu berkunjung. Bagaimana kau bisa melupakan pria tampan seperti Kenan?”.


“Tapi, setelah aku berpisah cukup lama dengan Kenan aku rasa dia tak seperti ekspektasi ku lagi dia jauh berbeda sekarang”. Anita kembali mengingat kejadian kemarin Kenan berkunjung.


“Maksud mu?”.


Anita mengangguk “Ya kau ingat dulu dia pernah mengajak kita pergi ke pasar malam hanya untuk bermain bersama belum lagi untuk berdiskusi tentang hal lainnya” Anita menarik nafas sebentar lalu menghembuskan nafas “tapi, sekarang semuanya tak sama lagi sikapnya sudah sangat deawasa dan juga aku sudah menyadari kalau perasaan suka ku selama ini hanya tanda dari kedekatan dalam bentuk persaudaraan”. Tambahnya dengan senyum singkat di wajahnya.


Anne tersenyum manis “Kau benar – benar pengertian Anit”.


Dahinya nampak berkerut “Apa yang kau maksud?”.

__ADS_1


Anne tak mnggubris dia asyik dengan pikirannya sendiri sambil senyam-senyum.


“Kau menyukai Kenan?”…


__ADS_2