
Pagi yang cerah, sinar mentari menembus jendela kamar seorang pria tampan yang masih terlelap dengan pulas. Dia terlelap hanya menggunakan celana boxer pendek. Tubuh nya yang tinggi di penuhi dengan otot-otot itu semakin seksi saat terkena silauan sang surya.
Mata nya masih enggan terbuka. Padahal hari sudah menunjukkan pukul 8.15 Am.
Entah dia bermimpi sekarang....
"Andrew bangun" Bisikan suara lembut itu seolah menggoda nya.
Dia tak terlalu melihat wajah nya tapi, yang jadi perhatian nya sekarang seorang gadis dengan pakaian yang transparan memperlihatkan lekuk tubuhnya di depan pria itu. Dia meneguk liurnya yang hampir menetes.
Tangan nya meraih dada gadis itu merambat pinggang dan paha nya. Seolah semua nya nyata, Andrew membuka matanya, ternyata semua itu bukan mimpi namun kenyataan yang nyata. Andrew melotot saat tangan nya sudah menggenggam benjolan kenyal itu.
Dia melihat ekspresi yang dipegang hanya terdiam kaku.
"Anita!" Andrew melepaskan genggaman nya dia langsung terduduk. Nafas nya terengah-engah dan juga berkeringat.
Anita hanya tersenyum singkat "Kau sudah bangun?".
Andrew mengusap wajahnya "Kenapa kau ada di sini?" Dia memperhatikan dandanan wanita itu yang sudah rapi.
"Ah, iya tadi Tom mengajak ku kemari"
Wajah Andrew nampak semakin kaget ketika tahu semua ini adalah ulah sahabatnya itu "Di mana Tom sekarang?" Tanya nya dia melihat jam yang di nakas.
Belum sempat Anita menjawab seorang pria masuk dengan santai nya.
"Ya kau mencari ku" Wajah Tom tersenyum jenaka "Whoa apa ini? Kau berkeringat huhuhu, kau terangsang dengan nya di kamar mu?" Tom melihat ke arah Anita tapi, wanita itu biasa saja tak ada yang kacau dari dandanan nya.
__ADS_1
Tom kembali manggut-manggut "Kau mimpi basah?"
Andrew benar-benar kesal dia melempar bantal ke wajah Tom "Keluar, aku ingin bicara dengan Anita".
Tom terkikik melihat Andrew, namun dia keluar dari ruangan itu tak lupa juga dia menutup pintu kamar itu rapat-rapat.
Setelah kepergian Tom...
Andrew berjalan menuju balkon kamarnya dia membuka tirai itu.
Sedangkan Anita masih terduduk diam di sana.
"Kemarilah!" Panggilnya.
Anita menoleh dan menghampiri pria itu "Ya?"
"Karena, tadi dia sudah menelepon mu tapi ponsel mu mati jadi dia mengajak ku untuk membangun kan ku" Jawabnya jujur.
Andrew mengusap wajah nya "Lalu bagaimana dengan ibu ku?"
Anita mengerutkan dahinya "Bagaimana apanya?"
Andrew nampak kikuk "Apa kau berbicara dengan ibu ku tadi?" Tanya nya lagi.
Anita menggeleng "Rumah mu kosong sedari pagi, Tom bilang jika ibu mu keluar kota" Ujarnya polos.
Andrew merauh bahu wanita itu "Tidak, kau salah. Sekarang apa yang harus ku lakukan? Oh ya tuhan"
__ADS_1
Anita di buat bingung sendiri dia benar-benar tidak paham dengan pria ini sekarang. Tak biasanya pria itu merasa panik.
Terdengar ketukan dari luar "Sayang kau sudah bangun?" Dan yang benar saja itu suara ibu nya.
Andrew menarik tangan Anita masuk ke dalam kamr mandi "Tetap di sini" ujar nya lalu menutup pintu itu.
Andrew bergegas membuka pintu "Ya bu, aku baru bangun".
Ibu masuk ke dalam kamr putra nya seolah mencari sesuatu "Ya sudah sekarang cepat bersiap, Tom sudah menunggu mu"
Andrew mengangguk "Ya aku akan segera turun" Dia berharap semoga ibu nya tak merasa curiga "Bu aku akan segera turun" Ujar nya lagi seolah mengusir sang ibu.
Ibu tersenyum "Ya, kau mandi lah dulu ibu akan membereskan kamar mu"
Andrew tersenyum kecut "Ya" Jawabnya singkat dia lalu masuk ke dalam kamr mandi.
Dengan cepat Andrew menutup dan mengunci pintu kamar mandi nya itu.
"Apa aku sudah bisa keluar sekarang?" Tanya nya sambil bersidekap.
Andrew menatap wanita itu "Tidak, ibu ku masih di luar" Dia melewati Anita dan menuju shower "Jangan coba-coba mengintip ku" Tambah nya.
Anita memutar bola matanya malas dia berdiri membelakangi pria itu. Dengan was-was karena bagaimana pun dia masih belum siap dengan kemungkinan yang terjadi.
Gemercik air menandakan jika Andrew sedang mandi.
Namun tiba-tiba...
__ADS_1